<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757</id><updated>2012-01-05T19:35:39.644+08:00</updated><category term='Software'/><category term='Pendidikan'/><category term='Ilkom'/><category term='Hacking'/><category term='Tips n Trik'/><category term='Virus'/><category term='TKJ'/><title type='text'>DeWiN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>157</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5354431360168814097</id><published>2011-07-19T17:14:00.002+08:00</published><updated>2011-07-19T17:20:37.515+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Definisi Riset Operasi</title><content type='html'>Arti riset operasi telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli. Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai : &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif.&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya definisi ini kurang tegas, karena tidak tercemin perbedaan antara riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Churchman, Arkoff dan Arnoff&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pada tahun 1950 mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua penulis lain, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Miller&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;M.K Starr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahakan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa riset operasi berkenaan dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pengambilan keputusan optimal dalam, dan penyusunan model dari, sistem-sistem baik deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi-aplikasi ini, yang terjadi dalam pemerintahan, bisnis, teknis, ekonomi, serta ilmu pengetahuan alam dan sosial ditandai dengan kebutuhan untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang terbatas, karena sifat dasar organisasi secara hakiki adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“immaterial”&lt;/span&gt;, dan riset operasi (berarti research on operations) yang mengandung baik pendekatan maupun bidang aplikasi, sangat berguna dalam menghadapi masalah-masalah bagaimana mengarahkan dan mengkoordinasi operasi-operasi atau kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi dengan segala batasan-batasannya melalui prosedur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“search for optimality”.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi pendekatan-pendekatan riset operasi yang akan dibahas pada bab-bab berikutnya terutama berasal dari :&lt;br /&gt;1. Penyusunan situasi kehidupan nyata ke suatu model matematis, dan pemisahan elemen-elemen pokok agar supaya suatu penyelesaian yang relevan dengan sasaran atau tujuan pengambil keputusan dapat tercapai. Ini melibatkan pandangan pada masalah dalam konteks keseluruhan sistem&lt;br /&gt;2. Pencarian strukutur penyelesaian-penyelesaian dan pengembangan prosedur-prosedur sistematis untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;3. Pengembangan suatu penyelesaian, termasuk teori atau model matematika, bila perlu, yang menghasilkan sutu nilai optimal dari sistem sesuai tingkat yang diinginkan (atau perbandingan alternatif-alternatif kegiatan yang dinilai dengan tingkat yang diinginkan), biasanya dalam dunia bisnis diukur dengan biaya atau laba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5354431360168814097?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5354431360168814097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/definisi-riset-operasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5354431360168814097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5354431360168814097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/definisi-riset-operasi.html' title='Definisi Riset Operasi'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3522495890245375015</id><published>2011-07-19T17:12:00.001+08:00</published><updated>2011-07-19T17:13:59.165+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Perkembangan Riset Operasi</title><content type='html'>Sejak revolusi Industri, dunia usaha tampaknya telah diwarnai pertumbuhan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan. Bagian yang mengalami perubahan cukup menyolok adalah perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab manajemen dalam organisasi-organisasi tersebut. Perkembangan spesialisasi ini, bagaimanapun juga, telah menciptakan masalah-masalah baru yang sekarang masih terjadi di banyak organisasi. Salah satu masalah adalah kecenderungan unit-unit suatu organisasi tumbuh secara relatif menjadi “kerajaan” yang otonomi dengan tujuan-tujuan dan sistem-sistem nilai sendiri. Disamping itu, kompleksitas dan spesialisasi dalam suatu organisasi menumbuhkan kesulitan yang semakin besar untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk kegiatan organisasi yang bermacam-macam dengan cara yang paling efektif sebagai organisasi keseluruhan. Masalah-masalah ini dan kebutuhan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam memecahkannya telah menimbulkan kebutuhan akan teknik-teknik riset operasi.&lt;div class="fullpost"&gt;Di sisi lain, organisasi-organisasi (perusahaan) pada saat ini harus beroperasi di dalam situasi dan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis dan selalu bergejolak serta siap untuk berubah-ubah. Perubahan-perubahan terjadi sebagai akibat dari kemajuan teknologi yang begitu pesat ditambah dengan dampak dari beberapa faktor-faktor lingkungan lainnya seperti keadaan ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Akibatnya, perusahaan tidak lagi hanya dapat mengantungkan kelangsungannya pada kejelian dan ketajaman panca indera para manajernya, tetapi sudah harus mengalihkan perhatiannya pada penggunaan metode-metode kuantitatif dan peralatan komputer sebagai alat bantu para manajer dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Metode-metode dan peralatan-peralatan kuantitatif ini merupakan pendekatan ilmiah untuk menemukan cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah yang harus dihadapi dalam lingkungan dan untuk memilih alternatif terbaik dengan bantuan peralatan-peralatan matematis tersebut.&lt;br /&gt; Akar dari perkembangan riset operasi dapat ditelusur kembali dalam beberapa dekade, dimana penggunaan pendekatan ilmiah dalam manajemen organisasi dimulai. Bagaimanapun juga, permulaan dari kegiatan yang dinamakan riset operasi telah mulai dikembangkan penggunaannya pada perang dunia kedua. Pada saat itu dirasa perlu untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang terbatas dan langka untuk bermacam-macam operasi militer, dan kegiatan-kegiatan dalam setiap organisasi harus dilakukan dengan cara yang efektif untuk memenangkan perang. Manajemen militer Inggris dan kemudian Amerika mulai “memanggil” para ahli untuk menerapkan pendekatan ilmiah untuk keperluan strategik dan taktik militernya. Karena mereka diminta untuk melakukan riset pada operasi-operasi (militer), mereka merupakan tim riset operasi yang pertama. Keberhasilan usaha ini tampak dalam kemenangan angkatan udara Inggris, peperangan di Atlantic Utara, dan sebagainya.&lt;br /&gt; Setelah perang dunia kedua berakhir, dengan melihat sukses penggunaan sistem operasi dalam militer, kalangan industri menjadi tertarik pada bidang baru ini. Pertumbuhan Industri (setelah perang berakhir) terjadi sangat pesat, sehingga tim-tim riset operasi menjadi sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis, karena masalah-masalah yang timbul pada dasarnya sama walaupun konteksnya berbeda dengan yang telah dihadapi kalangan militer. Dan dari waktu ke waktu, kegiatan riset operasi, sebagai peralatan manajemen  (tools of management), semakin dirasakan oleh perusahaan-perusahaan (terutama perusahaan besar) sehingga mereka berlomba-lomba untuk menarik para ahli di bidang ini atau mengirimkan staf mereka untuk memperdalam ilmunya di bidang riset operasi.&lt;br /&gt; Tim-tim riset operasi dalam lingkungan dunia bisnis ini menandai kemajuan teknik-teknik riset operasi. Sebagai contoh utama adalah metode simplek untuk pemecahan masalah-masalah linier programming, yang dikembangakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Disamping itu banyak peralatan-peralatan riset operasi standar, seperti linier programming, dynamic programming, teori antrian, dan teori pengendalian persediaan telah dikembangkan sebelum akhir tahun 1950-an. Sebagai tambahan, kemajuan teknologi komputer juga telah menandai kemajuan teori riset operasi dan banyak membantu pengambilan keputusan pemecahan masalah yang optimum dalam berbagai bidang dan permasalahan. Perkembangan komputer-komputer elektronik digital dengan kemampuannya untuk melakukan perhitungan-perhitungan aritmetik ribuan atau bahkan jutaan kali lebih cepat dari kemampuan manusia merupakan perkembangan “dahsyat” riset operasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3522495890245375015?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3522495890245375015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/perkembangan-riset-operasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3522495890245375015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3522495890245375015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/perkembangan-riset-operasi.html' title='Perkembangan Riset Operasi'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3331531361629326813</id><published>2011-07-01T21:47:00.001+08:00</published><updated>2011-07-01T21:49:27.682+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>T. Pascal 7.1</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/SDy17uZe/TPASCAL71.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3331531361629326813?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3331531361629326813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/t-pascal-71.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3331531361629326813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3331531361629326813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/t-pascal-71.html' title='T. Pascal 7.1'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4154068376674339971</id><published>2011-07-01T21:46:00.002+08:00</published><updated>2011-07-01T21:50:55.801+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Turbo Pascal for Windows 1.5</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.4shared.com/file/JzozatmM/TpWin15.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4154068376674339971?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4154068376674339971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/turbo-pascal-for-windows-15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4154068376674339971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4154068376674339971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/07/turbo-pascal-for-windows-15.html' title='Turbo Pascal for Windows 1.5'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-9098634577124308693</id><published>2011-05-18T23:45:00.002+08:00</published><updated>2011-05-18T23:49:59.991+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Media Lembar Kegiatan Siswa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1) Pengertian Lembar Kegiatan Siswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Lembar kegiatan siswa merupakan alat bantu yang bertujuan membantu siswa dalam menghadapi kesulitan dalam belajar. Seperti yang dikatakan Arif S. Sadiman, dkk (2002 : 93) dalam kegiatan pembelajaran  media LKS merupakan salah satu kelompok media cetak. Salah satu media LKS yang sampai saat ini masih digunakan sebagai pedoman guru dan siswa dalam proses pembelajaran adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS).&lt;br /&gt;Menurut Budiyanto Lembar Kerja Siswa berisi tentang ringkasan materi, tugas-tugas dan evaluasi (Sunaryo, 2001:6). Ringkasan di maksud untuk menyegarkan ingatan siswa terhadap materi pokok yang disampaikan. Tugas dimaksudkan untuk memantapkan penguasaan terhadap materi pokok yang dipelajari dan untuk menguji tingkat penguasaan siswa terhadap materi bahasan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Berdasarkan definisi di atas  penulis menyimpulkan yang di maksud dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah suatu lembar kegiatan yang berisi petunjuk arahan dari guru kepada siswa. Petunjuk diberikan agar siswa dapat melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2) Tujuan dan fungsi LKS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Lembar kegiatan siswa disusun dengan tujuan : (1) mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar ; (2) membantu siswa mengembangkan konsep atau prinsip melalui kegiatan mata pelajaran tertentu terutama dari segi substansi mata pelajaran ; (3) melatih siswa menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses , baik secara umum maupun khusus, sesuai dengan hakekat mata pelajaran ; (4) memberi pedoman bagi guru dan siswa dalam proses memahami konsep atau prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran sains lembar kegiatan siswa berfungsi bagi guru dan siswa. Bagi guru LKS berfungsi untuk : 1) sebagi pedoman dalam melaksanakan KBM; 2) membantu guru dalam mengarahkan siswa dalam menemukan konsep;  3) memudahkan guru dalam memonitor kegiatan dan tingkat keberhasilan siswa. Sedangkan bagi siswa LKS berfungsi untuk : 1) mengaktifkan siswa; 2) pedoman dalam melaksanakan kegiatan;  3) mengembangkan ketrampilan proses;  4) melatih kemandirian siswa dalam belajar; 5) mengembangkan sikap ilmiah; 6) membangkitkan minat dan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3) Syarat LKS yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Lembar Kegiatan Siswa mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu guru dalam membuat LKS harus memperhatikan syarat-syarat dikdaktik, konstruksi, dan teknis. Menurut Hendrodarmojo (1993: 99) dijelaskan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a) Syarat dikdatik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;LKS sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar mengajar haruslah memenuhi persyaratan dikdaktik, artinya harus mengikuti asas-asas belajar mengajar  yang efektif yaitu :&lt;br /&gt;(1) Memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, maupun yang pandai. Kekeliruan yang umum terjadi adalah bahwa kelas di anggap satu kesatuan yang homogen.&lt;br /&gt;(2) Tekanan peda proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS di sini berfungsi sebagai petunjuk bagi siswa untuk mencari tahu.&lt;br /&gt;(3) Memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa. Jadi dalam sebuah LKS hendaknya terdapatnya kesempatan siswa, misalnya  : menulis, menggambar, berdialog dengan temannya, menggunakan alat, menyentuh benda nyata.&lt;br /&gt;(4) Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral dan estetika pada diri anak. Jadi tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal fakta-fakta dan konsep akademis.&lt;br /&gt;(5) Pengalaman belajarnya tidak ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional, dan sebagainya) dan bukan ditentukan materi bahan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b). Syarat-syarat konstruksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran dan kejelasan yang pada hakekatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat di mengerti oleh pihak pengguna yaitu anak didik.&lt;br /&gt;(1)  Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan anak.&lt;br /&gt;(2)  Menggunakan struktur kalimat yang jelas, agar kalimat menjadi jalas         (hindarkan kalimat kompleks, hindarkan kata-kata yang tidak jelas, misalnya : mungkin, kira-kira).&lt;br /&gt;(3)  Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak. &lt;br /&gt;(4)  Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka, yang dianjurkan adalah isian atau jawaban yang di dapat dari hasil pengolahan informasi, bukan mengambil dari perbendaharaan yang tak terbatas.&lt;br /&gt;(5)  Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan siswa, misalnya untuk melengkapi LKS, siswa di suruh mencari dari ensiklopedi dalam bahasa Inggris di perpustakaan yang jauh dari jangkauan sekolah.&lt;br /&gt;(6)  Menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menulis maupun menggambar pada LKS.&lt;br /&gt;(7)  Menggunakan kalimat sederhana dan pendek.&lt;br /&gt;(8)  Gunakan kalimat ilustrasi dari pada kata-kata.&lt;br /&gt;(9)  Dapat digunakan pada anak-anak, baik yang lamban maupun yang cepat.&lt;br /&gt;(10) Memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi.&lt;br /&gt;(11) Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-9098634577124308693?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/9098634577124308693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/media-lembar-kegiatan-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9098634577124308693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9098634577124308693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/media-lembar-kegiatan-siswa.html' title='Media Lembar Kegiatan Siswa'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3284996741739603615</id><published>2011-05-18T23:44:00.000+08:00</published><updated>2011-05-18T23:45:45.225+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran</title><content type='html'>Dalam menggunakan media pembelajaran yang di kelas  seorang guru harus memahami dengan baik prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran :&lt;br /&gt;1) Memilih media harus berdasarkan tujuan pengajaran yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;2) Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;3) Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan guru baik dalam pengadaannya maupun penggunaannya.&lt;br /&gt;4) Memilih media harus disesuaikan dengan waktu , tempat, dan situasi yang tepat.&lt;br /&gt;5) Memilih media harus memahami kerakteristik dari media itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3284996741739603615?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3284996741739603615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/prinsip-pemilihan-media-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3284996741739603615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3284996741739603615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/prinsip-pemilihan-media-pembelajaran.html' title='Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4537632515322699384</id><published>2011-05-18T23:42:00.000+08:00</published><updated>2011-05-18T23:44:38.334+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Peranan Media Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar</title><content type='html'>Ditinjau dari tujuan pembelajaran sains seperti yang ditekankan dalam standar isi yang dituangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan hasil belajar dalam tiga ranah (penguasaan konsep, ketrampilan ilmiah, sikap ilmiah) dengan melalui pengalaman belajar yang konkrit dengan melibatkan aktivitas fisik, mental dan emasional yang di miliki siswa maka penggunaan alat bantu atau media yang sesuai dengan sifat bahan ajar memiliki peranan yang penting antara lain :&lt;br /&gt;1) Mengaktifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dan antara siswa dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;2) Merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa agar dapat mendorong kegiatan belajar, sehingga pengalaman belajar yang diperoleh akan lebih bermakna bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;3) Membangkitkan keinginan dan minat belajar siswa sehingga perhatian siswa dapat terpusat pada bahan pelajaran yang diberikan guru.&lt;br /&gt;4) Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehingga membuat pelajaran lebih lama di ingat.&lt;br /&gt;5) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan mandiri di kalangan siswa.&lt;br /&gt;Penggunaan media atau alat peraga IPA di sekolah dasar sangat bermanfaat baik bagi guru maupun bagi siswa. Manfaat bagi guru : (1) memberikan pedoman dalam merumuskan tujuan pembelajaran; (2) memberikan sistimatika dalam pembelajaran; (3) memudahkan kendali dalam pengajaran; (4) membantu kecermatan dan ketelitian dalam penyajian; (5) membangkitkan rasa percaya diri dalam mengajar; (5) meningkatkan kualitas pengajaran. Manfaat bagi siswa : (1) meningkatkan motivasi belajar; (2) menyediakan variasi dalam belajar; (3) memberikan gambaran struktur yang memudahkan dalam belajar; (4) memberikan contoh selektif; (5) merangsang berpikir analisis; (6) memberikan situasi belajar yang tanpa beban atau tekanan.&lt;br /&gt;Aristo Rahadi (2003:18), menuliskan menurut Kemp dan Dayton (1985), selain itu alat peraga atau media pembelajaran IPA dapat memiliki nilai praktis antara lain :&lt;br /&gt;1) Dapat menampilkan obyek yang terlalu besar, yang tidak mungkin dibawa ke dalam kelas, seperti bumi, bulan.&lt;br /&gt;2) Dapat memperlambat gerakan yang terlalu cepat dan mempercepat gerakan yang terlalu lambat, sehingga dapat memberi kesempatan melakukan pengamatan.&lt;br /&gt;3) Memungkinkan untuk menampilkan obyek yang langka, sulit diamati atau yang berbahaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4537632515322699384?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4537632515322699384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/peranan-media-pembelajaran-sains-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4537632515322699384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4537632515322699384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/peranan-media-pembelajaran-sains-di.html' title='Peranan Media Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3368990685570789489</id><published>2011-05-18T23:35:00.000+08:00</published><updated>2011-05-18T23:41:15.488+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pengertian dan Tujuan Media Pembelajaran</title><content type='html'>Pengertian media pembelajaran antara lain disampaikan oleh beberapa pakar pendidikan. Mulyani Sumantri (2000: 125) menuliskan : menurut Bringgs (1970) ialah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta  perangsang peserta didik untuk belajar, contoh : buku, film, kaset. Dan Aristo Rahardi (2003: 9) menuliskan menurut Asosiasi Teknoligi Komunikasi Pendidikan (AECT) , media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Noehi Nasution (2004: 7.3) menuliskan media pembelajaran menurut (1) Gagne, media pembelajaran sebagai komponen sumber belajar di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar, (2) Briggs, media pembelajaran adalah wahana fisik yang mengandung materi pelajaran, dan (3) Wilbur Schramm, media pembelajaran adalah teknik pembawa informasi atau pesan pembelajaran. Menurut Yusuf Hadi Miarso : media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar.&lt;div class="fullpost"&gt;Dengan memperhatikan definisi yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan media pembelajaran secara umum adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk untuk membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pembelajaran di sekolah digunakan dengan tujuan antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip, dan ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat bahan ajar.&lt;br /&gt;2) Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat dan motivasi peserta didik untuk belajar.&lt;br /&gt;3) Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu.&lt;br /&gt;4) Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik.&lt;br /&gt;5) Memperjelas informasi atau pesan pembelajaran.&lt;br /&gt;6) Meningkatkan kualitas belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3368990685570789489?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3368990685570789489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/pengertian-dan-tujuan-media.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3368990685570789489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3368990685570789489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/pengertian-dan-tujuan-media.html' title='Pengertian dan Tujuan Media Pembelajaran'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4929294369204679664</id><published>2011-05-18T23:23:00.000+08:00</published><updated>2011-05-18T23:35:21.320+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Pengantar XAMPP</title><content type='html'>Web  adalah sistem dokumen hypertext yang dapat diakses melalui Internet. Dengan browser Web, kita dapat melihat halaman web yang dapat berisi teks, gambar, video, dan multimedia dan navigasi antara mereka menggunakan hyperlink. Web menggunakan konsep hypertext. Web memungkinkan penyebaran informasi melalui Internet dengan mudah digunakan dan format yang fleksibel. Sehingga web memegang  peranan penting dalam mempopulerkan penggunaan Internet. Walaupun dua istilah tersebut populer digunakan,Web tidak identik dengan Internet. Web adalah aplikasi yang dibangun di atas Internet. &lt;div class="fullpost"&gt;Beberapa istilah yang sering kita dengar dalam dunia Web yaitu:&lt;br /&gt;• HTML, singkatan dari Hypertext Markup Language berisi sekumpulan perintah atau kode yang dapat di mengerti oleh browser yang kemudian diterjemahkan menjadi tampilan-tampilan yang sesuai. Kode ini merupakan standard terbuka dan telah di update oleh W3C (World Wide Web Consortium)&lt;br /&gt;• Javascript, script yang dijalankan client side, dapat melakukan banyak hal untuk mendukung pemrograman web. Misalnya dapat memperindah background dengan animasi yang diciptakan, dan banyak sekali fungsi-fungsi lainnya.&lt;br /&gt;• VBscript, sama seperti javascript tapi syntax-syntax nya mirip dengan bahasa visual basic&lt;br /&gt;• CSS, singkatan dari Cascading Style Sheet, berisi lembaran yang fungsi utamanya untuk mengatur style dari tag-tag HTML yang ada&lt;br /&gt;• PHP atau Hypertext Processor, merupakan bahasa pemrograman Web yang dapat disisipkan dalam script HTML.&lt;br /&gt;• HTTP, Hypertext Transfer Protocol, merupakan sebuah protocol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk system informasi terdistribusi, kolaboratif dan menggunakan hypermedia.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi istilah-istilah lain yang belum bisa disampaikan dalam kesempatan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi hardware telah semakin berkembang, kini sebuah perangkat komputer biasa sekalipun mampu dimanfaatkan sebagai server di jaringan, tentunya menggunakan software dan sistem operasi yang sesuai.Meskipun demikian, untuk mampu menyediakan layanan yang beragam dan beban yang tinggi di internet misalnya, tetap dibutuhkan perangkat komputer khusus yang memang didesain sebagai server. Software tersebut bernama XAMPP. Software ini menyediakanb paket aplikasi yang merangkum beberapa aplikasi server sekaligus.&lt;br /&gt;XAMPP merupakan kependekan dari :&lt;br /&gt;X : multi platform, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris&lt;br /&gt;A : Apache HTTP Server&lt;br /&gt;M : MySQL Database Server&lt;br /&gt;P : PHP Scripting Language&lt;br /&gt;P : Perl Scripting Language&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4929294369204679664?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4929294369204679664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/pengantar-xampp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4929294369204679664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4929294369204679664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/05/pengantar-xampp.html' title='Pengantar XAMPP'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6644230682789429475</id><published>2011-03-22T16:36:00.002+08:00</published><updated>2011-03-22T20:59:42.224+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Register</title><content type='html'>Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses, dan dibentuk oleh 16 titik elektronis di dalam chip mikroprosessor itu sendiri. Dengan adanya tempat-tempat penampungan data sementara ini, proses pengolahan akan bisa dilakukan secara jauh lebih cepat dibandingkan apabila data-data tersebut harus diambil langsung dari lokasi-lokasi memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Register yang dibahas di sini adalah register-register yang terdapat pada mikroporsesor keluarga Intel dari 80386-80486, yang mana terdiri dari : general purpose register (register serbaguna), pointer register (register pointer), index register (register indeks), segment register (register segmen), dan flag register (register status). Register-register tersebut semuanya menggunakan register 32-bit, kecuali register segmen yang hanya memiliki lebar 16-bit. Selain sebagai register 32-bit, register lain (selain register segmen) dapat digunakan sebagai register 16-bit, dan khusus untuk register serbaguna dapat digunakan untuk register 8-bit. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mikroprosesor 16-bit, semua registernya adalah 16-bit, kecuali register serbaguna yang dapat berfungsi sebagai register 16-bit dan 8-bit. Sedangkan pada masa mikroprosesor 8-bit register-registernya adalah register 8-bit, kecuali register status yang lebarnya 16-bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah penjelasan dari masing-masing register di atas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. General Purpose Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;General purpose register adalah register yang dipakai untuk keperluan-keperluan umum pemrograman. Setiap register ini dapat dialamati sebagai register 32-bit, register 16-bit, dan register 8-bit.&lt;br /&gt;Berikut adalah register serbaguna serta fungsi-fungsi khususnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a) Accumulator Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Accumulator register merupakan register serbaguna yang berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;a. tempat penyimpanan sementara hasil suatu operasi aritmatika atau logika;&lt;br /&gt;b. tempat memasukkan nomor layanan interupsi, untuk keperluan pemesanan sebuah layanan interupsi;&lt;br /&gt;c. tempat menyimpan bilangan yang dikalikan dan setengah bagian terkecil dari suatu perkalian; dan&lt;br /&gt;d. tempat menyimpan setengah bagian terkecil sebuah bilangan yang akan dibagi dan hasil bagi suatu pembagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b) Base Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Base register adalah register serbaguna yang berfungsi sebagai tempat menyimpan alamat offset data yang terletak di memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c) Counter Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Counter register adalah register serbaguna yang berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;a. pencacah untuk operasi loop;&lt;br /&gt;b. pencacah untuk operasi shift dan rotate; dan&lt;br /&gt;c. pencacah untuk operasi string.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;d) Data Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Data register merupakan register serbaguna yang berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;a. tempat menyimpan setengah bagian terbesar hasil suatu perkalian bilangan 16-bit dan 32-bit;&lt;br /&gt;b. tempat menyimpan setengah bagian terbesar suatu bilangan yang akan dikenai operasi pembagian, serta sisa suatu pembagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pointer Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pointer register ini sebenarnya dapat berfungsi sebagai register serbaguna, akan tetapi register ini lebih sering digunakan untuk menunjukkan alamat sebuah data di lokasi memori. Penunjukan alamat ini biasanya dibutuhkan pada saat operasi perpindahan data dari atau ke memori, operasi stack, dan penunjukan alamat suatu instruksi yang akan dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah register-register yang termasuk dalam kategori pointer register beserta fungsi-fungsi khususnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a) Stack Pointer Register (SP dan ESP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berpasangan dengan register SS, ditulis sebagai “SS:SP”, stack pointer register berfungsi untuk:&lt;br /&gt;a. menunjukkan alamat stack memori pada operasi PUSH dan POP.&lt;br /&gt;b. menyimpan alamat instruksi berikutnya ketika memanggil suatu prosedur dan mengarahkan kembali control unit ketika prosedur yang dipanggil telah selesai dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b) Base Pointer Register (BP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berpasangan dengan register SS, ditulis sebagai “SS:BP”, base pointer register berfungsi untuk menunjukkan alamat sebuah data di suatu lokasi memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c) Instruction Pointer Register (IP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berpasangan dengan register CS, ditulis sebagai “CS:IP”, yang berfungsi untuk menunjukkan alamat instruksi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Index Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Pointer Register, Index Register ini dapat digunakan sebagai sebuah register serbaguna, akan tetapi lebih sering digunakan untuk menunjukkan alamat sebuah data di lokasi memori pada operasi-operasi string.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah register-register yang termasuk dalam kategori index register.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a) Source Index (SI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Source Index Register biasanya digunakan pada operasi string untuk mengakses alamat suatu data di dalam memori secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b) Destination Index (DI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari Destination Index Register juga sama seperti Source Index Register, yakni digunakan pada operasi string untuk mengakses alamat suatu data di dalam memori secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Segment Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari 4 register, yaitu code segment, data segment, stack segment, dan extra segment. Segment adalah bagian dari ruang memori yang berkapasitas 64 kilobyte (65536 byte) dan digunakan secara spesifik untuk menempatkan jenis-jenis data tertentu. Misalnya code segment digunakan oleh program dan instruksi-instruksi (code), data segment dialokasikan untuk data-data, stack segment dipakai untuk menyediakan ruang untuk stack, yang berfungsi untuk penyimpanan data dan alamat sementara pada saat program utama sedang mengerjakan program percabangan, dan extra segment sebagaimana halnya data segment juga dipergunakan sebagai penempatan data-data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah register-register yang termasuk kategori Segment Register yaitu:&lt;br /&gt;1. Code Segment (CS)&lt;br /&gt;Berfungsi untuk menunjukkan alamat instruksi berikutnya.&lt;br /&gt;2. Data Segment (DS)&lt;br /&gt;Berfungsi untuk menunjukkan alamat data operasi pemindahan data&lt;br /&gt;3. Extra Segment (ES)&lt;br /&gt;Merupakan register segment tambahan yang digunakan pada operasi-operasi string.&lt;br /&gt;4. Stack Segment (SS)&lt;br /&gt;a. Menunjukan alamat stack memori pada operasi push dan pop&lt;br /&gt;b. Menyimpan alamat instruksi berikutnya ketika memanggil suatu prosedur dan mengarahkan kembali eksekusi ke program utama.&lt;br /&gt;5. FS dan GS Register&lt;br /&gt;Merupakan register segmen tambahan pada 80836-80486 sehingga segmen memori yang dapat diakses oleh program menjadi lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;6. Flag Register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Flag Register berfungsi untuk menunjukkan status sesaat dari mikroprosesor. Bit-bit pada flag register akan mengalami perubahan, tergantung proses yang baru saja berlangsung. Bit-bit tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. C (carry): mengindikasikan ada/tidaknya bawaan (carry) setelah operasi pengurangan. C = 1 berarti ada bawaan, C = 0 berarti tidak ada bawaan. Bit C berfungsi mengidentifikasi kesalahan (error) pada beberapa program dan prosedur (procedure).&lt;br /&gt;2. P (parity): mengindikasikan jumlah bit dalam suatu data. P = 0 berarti paritasnya ganjil, P = 1 berarti paritasnya genap. Paritas dapat digunakan untuk pengecekan kesalahan pengiriman data.&lt;br /&gt;3. A (auxiliary carry): mengindikasikan ada/tidaknya bawaan (carry) pada bit ke-3 dan ke-4 setelah operasi pengurangan. A=1 berarti ada bawaan, A=0 berarti tidak ada bawaan. Bit A ini relatif jarang digunakan dalam pemrograman.&lt;br /&gt;4. Z (zero) : mengindikasikan apakah hasil suatu operasi aritmatika atau logika bernilai nol atau bukan. Bila Z = 1 berarti hasilnya nol dan Z = 0 berarti hasilnya bukan nol. Bit Z ini hampir sama dengan bit C, yakni berfungsi untuk mengidentifikasi kesalahan dalam suatu program.&lt;br /&gt;5. S (sign) : mengindikasikan apakah hasil suatu operasi aritmatika atau logika positif atau negatif. Bila S = 1 berarti hasil negatif dan S = 0 berarti hasilnya positif.&lt;br /&gt;6. T (trap) : bila di set 1, dimungkinkan melakukan debugging (penelusuran kesalahan).&lt;br /&gt;7. I (interrupt) : mengendalikan operasi interupsi perangkat keras. Bila I = 1 berarti pin INTR enable (bisa digunakan), bila I = 0 berarti INTR disable (tidak bisa digunakan). Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan instruksi STI (mengeset I=1) dan CLI (mereset I=0).&lt;br /&gt;8. D (direction) : mengendalikan arah pencacahan (increment atau decrement) DI dan SI pada operasi string. Bila D = 1 arah pencacahan adalah turun (decrement), bila D = 0 pencacahan naik (increment). Untuk mengendalikannya bisa dengan instruksi STD (mengeset D=1) dan CLD (mereset D=0).&lt;br /&gt;9. O (overflow) : mengindikasikan apakah hasil operasi penjumlahan atau pengurangan melampaui kapasitas mesin atau tidak.&lt;br /&gt;10. IOPL (input-output privilege level) : digunakan untuk operasi protected mode untuk memilih tingkat keistimewaan (privilege level) piranti masuk-keluaran.&lt;br /&gt;11. NT (nested task) : mengindikasikan apakah operasi yang sedang dilakukan digandeng (nested) dengan operasi lain pada operasi protected mode.&lt;br /&gt;12. RF (resume) : digunakan saat debugging untuk mengendalikan kelanjutan eksekusi.&lt;br /&gt;13. VF (virtual mode) : memilih operasi virtual mode pada operasi protected mode.&lt;br /&gt;14. AC (alignment check) : untuk mengecek apakah suatu data word atau doubleword dialamati ke memori yang bukan data word atau bukan doubleword.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6644230682789429475?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6644230682789429475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/register.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6644230682789429475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6644230682789429475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/register.html' title='Register'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2682366787406285831</id><published>2011-03-22T16:21:00.002+08:00</published><updated>2011-03-22T16:36:02.488+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Digital Image Processing - Scaling Operator</title><content type='html'>Operator  scaling digunakan untuk memperbesar atau memperkecil ukuran tampilan citra digital. Image reduction, yang biasanya dikenal dengan subsampling, dilakukan dengan mengganti sekelompok nilai pixel dengan satu nilai pixel saja yang dipilih dari kelompok tersebut, atau dengan melakukan interpolasi beberapa nilai pixel yang berada dalam area ketetanggaan tertentu (pixel neighborhood). &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan sebuah citra yang lebih kecil dari foto originalnya, kita bisa menumerisasi foto tersebut dengan resolusi yang kurang detail. Untuk mendapatkan sebuah resolusi yang n kali kurang detail, artinya sebuah citra yang jumlah pixelnya n kali lebih sedikit ke arah tinggi dan lebar, sebuah pixel akan menjadi pengganti dari n x n pixel dari citra dengan resolusi yang lebih detail. Metode yang paling sederhana untuk mengurangi jumlah pixel sebuah citra, adalah dengan membagi citra tersebut dalam blok-blok berukuran n x n dan menghitung rata-rata nilai warna untuk blok tersebut. Nilai rata-rata itulah yang akan menjadi nilai warna satu pixel pengganti dari blok pixel sebelumnya. Ada juga metode lain yang lebih bagus, dimana nilai rata-rata pixel dihitung dari blok tertentu selain blok n x n. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Image shrinking dapat dilakukan dengan mengganti sekelompok pixel dengan sebuah pixel dari kelompok tersebut&lt;/span&gt;, misalnya secara random, untuk mewakili kelompok pixel tersebut. Sedangkan image shrinking dengan metode interpolasi melakukan interpolasi untuk menentukan sebuah pixel pengganti dari sekelompok pixel, misalnya dengan menghitung nilai rata-rata dari sekelompok pixel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sebuah citra berukuran n kali lebih kecil bisa dikembalikan ke ukuran &lt;br /&gt;asalnya dengan mengganti setiap pixel dengan sebuah blok n x n pixel yang memiliki nilai warna yang sama. Hal tersebut akan memberikan efek yang sama ketika citra tersebut ditampilkan dengan pixel berukuran n kali lebih besar, misalnya pada sebuah monitor dengan resolusi n kali kurang detail. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pixel replication menambah jumlah pixel dengan cara sederhana&lt;/span&gt; yaitu mereplikasi nilai pixel awal yang terdapat pada citra digital input. Sebuah pixel menjadi beberapa pixel dengan nilai yang sama. Jumlah pixel pada citra digital output tergantung dari faktor penskalaan (scaling factor) yang diinginkan. Sedangkan metode interpolasi menentukan nilai pixel pengganti dengan menginterpolasi terlebih dahulu nilai-nilai pixel awal pada citra digital input. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembesaran ini, dimana sebuah pixel menjadi sebuah blok pixel dengan nilai warna yang sama, disebut dengan nearest neigborhood interpolation, pixel-pixel baru menggunakan nilai warna dari pixel tetangga terdekatnya. Terdapat teknik interpolasi lain yang lebih baik, misalnya interpolasi bilinear dan interpolasi kubik, yang memperhitungkan transisi nilai warna secara linear dalam setiap arah ketetanggan pixel-pixel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2682366787406285831?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2682366787406285831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/digital-image-processing-scaling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2682366787406285831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2682366787406285831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/digital-image-processing-scaling.html' title='Digital Image Processing - Scaling Operator'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-9086208349291314885</id><published>2011-03-22T16:11:00.002+08:00</published><updated>2011-03-22T16:21:41.419+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Algoritma Counting Sort</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Counting Sort&lt;/span&gt; adalah algoritma pengurutan efektif dan efisien yang melakukan pengurutan dengan ide dasar meletakkan elemen pada posisi yang benar, dimana penghitungan posisi yang benar dilakukan dengan cara menghitung (counting) elemen-elemen dengan nilai lebih kecil atau sama dengan elemen tersebut. Contoh sederhana saja jika terdapat 12 elemen yang lebih kecil daripada x, maka x akan mendapatkan posisinya di posisi 13.&lt;br /&gt;Tentu saja, sedikit modifikasi harus dilakukan agar metode ini dapat menangani kasus di mana terdapat elemen elemen lain yang nilainya sama dengan x. Dimana tentu saja kita tidak dapat menempatkan semua elemen yang nilainya sama dengan x di posisi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keungggulan Algoritma &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Counting Sort&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan dari algoritma counting sort adalah  dapat mengurutkan dengan waktu yang lebih singkat, karena tidak membandingkan dengan elemen lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelemahan Algoritma &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Counting Sort&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan algoritma counting sort adalah menggunakan array yang terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Procedure CountingSort (Input/output T:array [1..N] of integer)&lt;br /&gt;{Mengurutkan Tabel T integer [1..N] dengan pencacahan, dimana range atau rentang nilainya [1..k] dengan hasil akhir T terurut menaik , dengan asumsi:Nilai N (jumlah elemen T) dan k diketahui &lt;br /&gt;Asumsi : Nilai N (jumlah elemen T) dan k diketahui, rentang nilai untuk elemen T integer antara 1..k  }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamus &lt;br /&gt;C : array [1..k] of integer {Tabel array pencacahan}&lt;br /&gt;i, j : Integer {indek perulangan}&lt;br /&gt;c : Integer {jumlah elemen T yang sudah diisi pada pembentukan kembali}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Algoritma &lt;br /&gt;for i = 1 to k do  {Loop 1}&lt;br /&gt;    C[ i ]  &lt;--  0;&lt;br /&gt;endfor&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;for i = 1 to N do  {Loop 2}&lt;br /&gt;    C[ T[ i ] ] &lt;-- C[ T [ i ] ] + 1&lt;br /&gt;endfor&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C  &lt;--  0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;for  i = 1 to k do  {Loop 3}&lt;br /&gt;     if  C[ i ] &lt; &gt; 0 then &lt;br /&gt;  for  j = 1 to C[ i ] do  {Loop 4}&lt;br /&gt;       C &lt;-- C + 1&lt;br /&gt;       T[C] &lt;--  i&lt;br /&gt;  endfor;&lt;br /&gt;     endif;&lt;br /&gt;endfor;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-9086208349291314885?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/9086208349291314885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/algoritma-counting-sort.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9086208349291314885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9086208349291314885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2011/03/algoritma-counting-sort.html' title='Algoritma Counting Sort'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-8971861141106486808</id><published>2010-05-26T11:33:00.001+08:00</published><updated>2010-05-26T11:36:32.232+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Firefox 3.6.3</title><content type='html'>Fitur :&lt;br /&gt;1. User Experience&lt;br /&gt;2. Performance&lt;br /&gt;3. Security&lt;br /&gt;4. Customization&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_firefox/download/fb92033cc9d269773269fbd98cc4dbf6/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-8971861141106486808?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/8971861141106486808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/firefox-363.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8971861141106486808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8971861141106486808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/firefox-363.html' title='Firefox 3.6.3'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-466645969570627746</id><published>2010-05-26T11:32:00.002+08:00</published><updated>2010-05-26T11:33:20.020+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>iMesh 10.0</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_imesh/download/45702ce20ce17efe4691b776acd77990/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-466645969570627746?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/466645969570627746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/imesh-100.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/466645969570627746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/466645969570627746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/imesh-100.html' title='iMesh 10.0'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3339903597856978122</id><published>2010-05-26T11:08:00.003+08:00</published><updated>2010-05-26T11:26:56.741+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Platform dan Arsitektur Java</title><content type='html'>Sebagai sebuah platform, Java terdiri atas dua bagian utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1). Java Virtual Machine (JVM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Virtual Machine (JVM) adalah sebuah spesifikasi untuk sebuah komputer abstrak. JVM terdiri dari sebuah kelas pemanggil dan sebuah interpreter Java yang mengeksekusi kode arsitektur netral. Kelas pemanggil memanggil file .class dari kedua program Java dan Java API untuk dieksekusi oleh interpreter Java. Interpreter Java mungkin sebuah perangkat lunak interpreter yang menterjemahkan satu kode byte pada satu waktu, atau mungkin sebuah just-intime (JIT) kompiler yang menurunkan bytecode arsitektur netral kedalam bahasa mesin untuk host computer.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2). Java Application Programming Interface (Java API)&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arsitektur Java&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan arsitektur Prosesor Java berfungsi sebagai Java Virtual Machine. Hardware ini berupa prosesor Java yang akan mengeksekusi Java instruction set secara langsung tanpa perlu ada tahapan konversi ke native instruction set sebagaimana yang terjadi bila aplikasi Java tersebut dijalankan dengan general procesor. Diharapkan waktu eksekusi aplikasi Java menjadi lebih pendek. Rancangan mempertimbangkan karakteristik bahasa Java untuk memperoleh rancangan akhir yang dapat memperpendek waktu eksekusi aplikasi Java, seperti mempercepat proses method calls, mempercepat context switching dan handling errors saat terjadi interupsi dan exception, dukungan kecepatan eksekusi Java instruction set yang beroperasi di stack, serta kemudahan dalam melakukan proses rekursi. Hardware diharapkan tidak kompleks sehingga bisa lebih murah dan konsumsi power yang lebih rendah. Rancangan arsitektur prosesor Java didasari pada arsitektur stack machine. Terdapat hardware stack khusus yang digunakan untuk subroutin return addres, parameter passing dan tempat penyimpanan sementara semua variabel lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sun membagi arsitektur Java membagi tiga bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Enterprise Java (J2EE) untuk aplikasi berbasis web, aplikasi system tersebar dengan beraneka ragam klien dengan kompleksitas yang tinggi. Merupakan superset dari Standar Java &lt;br /&gt;2). Standar Java (J2SE), ini adalah yang biasa dikenal sebagai bahasa Java. Micro Java (J2ME) merupakan subset dari J2SE dan salah satu aplikasinya yang banyak dipakai adalah untuk wireless device / mobile device.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fitur_Fitur dalam Java&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Sederhana dan Ampuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak sistem pemrograman memiliki puluhan cara untuk mengerjakan satu hal. Jika suatu bahasa cukup terbuka sehingga orang dapat melihat lebih mendalam, kita bebas dan dapat melakukan apa saja dengan cara kita. Mungkin cara ini menawarkan kinerja yang sangat memuaskan bagi programmer yang ahli dan teliti, tetapi kebebasan tersebut harus dibayar mahal dengan kerumitan dan cukup sulit untuk dimengerti. Dengan Java, hanya ada sedikit cara untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Java memberi Anda kemampuan untuk menuangkan ide Anda dalam cara berorientasi objek yang mudah dan jelas, tanpa harus melihat proses bagian dalam sistem yang sering kali berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java dirancang agar mudah dipelajari dan digunakan secara efektif. Java tidak menyediakan fitur-fitur rumit bahasa pemrograman level tinggi, serta banyak pekerjaan pemrograman yang mulanya harus dilakukan manual, sekarang dapat dikerjakan oleh Java secara otomatis. Java tidak mendukung fitur-fitur rumit berikut ini :&lt;br /&gt;• Explicit pointer manipulation&lt;br /&gt;• Implicit type casting&lt;br /&gt;• Structure atau Unions&lt;br /&gt;• Operator Overloading&lt;br /&gt;• Templates&lt;br /&gt;• Header Files&lt;br /&gt;• Multiple Inheritance&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2. Bahasa Berorientasi Objek (OOP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Java dipengaruhi bahasa-bahasa terdahulu, namun Bahasa Java bukan turunan langsung dari bahasa manapun, dan juga tidak dirancang untuk kompatibel secara kode sumber dengan bahasa-bahasa sebelumnya. Bahasa Java sepenuhnya baru. Kebijakan ini memberi kebebasan perancang Java. Kebebasan ini menghasilkan rancangan Bahasa Java yang bersih, berguna, serta sekaligus menerapkan pendekatan pragmatic terhadap objek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java merupakan penyeimbangan antara mazhab berorientasi objek “murni” yang memandang “semua harus objek / semua adalah objek” dan mazhab pragmatis yang menerapkan pragmatis “stay out my way” (model hacker “jangan ikut campur”). Model objek Java adalah sederahana dan mudah dikembangkan, namun sejalan dengan itu, bilangan dan tipe data sederahana lain dianggap sebagai non-objek berkinerja tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Object Oriented Programming&lt;/span&gt; (OOP) adalah cara ampuh dalam pengembangan dan pengorganisasian perangkat lunak. Pada OOP, program computer sebagai sekelompok objek yang berinteraksi. Deskripsi ringkas OOP adalah mengorganisasikan program sebagai kumpulan komponen, disebut objek. Objek- Objek ini ada secara independent, mempunyai aturan-aturan berkomunikasi dengan objek lain dan untuk memerintahkan objek lain guna meminta informasi tertentu atau meminta objek lain mengerjakan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan sistem berorientasi-objek lain memilih hirarki objek yang kaku dan susah diatur, atau memilih menggunakan model objek dinamik yang tidak memiliki kinerja tinggi dan kelengkapan. Java sekali lagi memiliki keseimbangan, menyediakan, menyediakan mekanisme peng-class-an sederhana, dengan model antarmuka dinamik yang intuitif hanya jika diperlukan. Java tidak mengijinkan pewarisan jamak namun menyelesaikan kebutuhan pewarisan jamak dengan fasilitas yang lebih elegan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3. Bahasa Statically Typed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seluruh objek dalam program harus dideklarasikan lebih dahulu sebelum digunakan. Ini memungkinkan kompilator Java menentukan dan melaporkan terjadinya pertentangan (ketidakkompatibelan) tipe yang merupakan barikade awal untuk mencegah kesalahan yang tidak perlu (seperti mengurangkan variable bertipe integer dengan variable bertipe string). Kebaikan lain dari fitur ini adalah kode program dapat dioptimasi untuk menghasilkan program berkinerja tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4. Bahasa Dikompilasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjalankan program di bahasa Java, program dikompilasi menggunakan Java compiler. Kompilasi akan menghasilkan file bytecode yang serupa fungsinya dengan file kode mesin dan dapat dieksekusi disembarang Java Interpreter. Java Interpreter membaca file “bytecode” dan menerjemahkan perintah “bytecode” menjadi perintah-perintah bahasa mesin yang dapat dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;5. Bahasa yang Aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu prinsip kunci perancangan Java adalah keselamatan dan keamanan. Bahasa Java (implementasinya) telah memperoleh pengalaman aspek keamanan dari Java Applet. Cara kerja applet adalah sebagai berikut : Saat web browser mengetahui adanya Java Applet dihalaman web yang sedang diinterpretasi (atau web rendering), maka browser akan melakukan download applet dan keseluruhan halaman web. Applet itu kemudian dijalankan dikomputer dimana browser berada. Hal ini tentu dapat menjadi sangat berbahaya, banyak aksi buruk yang dapat dilakukan applet terhadap computer yang mengeksekusinya. Untuk itu Java telah memberi pengamanan terhadap applet dengan model pengamanan berlapis.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java menggunakan model pengamanan tiga lapis (three-layer security model) untuk melindungi system dari untrusted Java code.&lt;br /&gt;~ Bytecode verifier membaca bytecode sebelum dijalankan dan menjamin bytecode memenuhi aturan-aturan dasar bahasa Java.&lt;br /&gt;~ Class loader menangani pemuatan kelas Java ke runtime interpreter.  &lt;br /&gt;~ Manajer keamanan menangani keamanan tingkat aplikasi dengan mengendalikan apakah program berhak mengakses sumber daya seperti sistem file, port, jaringan, proses eksternal dan sistem windowing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Java juga menyediakan beragam teknik pengamanan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Java tidak mengenal pointer. Peniadaan pointer merupakan langkah besar pengamanan. Bagi pemrogram handal, operasi pointer merupakan anugrah besar untuk optimasi program dan pembuatan program yang efisien serta mengagumkan. Namun juga dapat menjadi petaka yang besar, pointer merupakan sarana luar biasa untuk pengaksesan tak diotorisasi. Dengan peniadaan operasi pointer, Java dapat menjadi bahasa yang lebih aman.&lt;br /&gt;b. Program Java dikompilasi menjadi serangkaian bytecode. Sebelum Java dijalankan, terdapat Java verifier yang memeriksa bytecode untuk menjamin ketiadaan kode yang mencurigakan.&lt;br /&gt;c. Java mempunyai beberapa pengaman terhadap applet. Untuk mencegah program bertindak mengganggu disk pemakai applet tidak diperbolehkan melakuukan open, read, atau write terhadap file di sistem pemakai secara sembarangan. Karena Java applet dapat membuka jendela browser yang baru, maka jendela mempunyai Java logo dan teks indentifikasi terhadap jendela yang dibuka. Hal ini mencegah jendela pop-up menipu sebagai yang lain seperti untuk meminta nama pemakai dan password. Java telah menerapkan keamanan yang ketat namun fleksibel. Keamanan berdasar suatu file kebijakan sehingga dapat diatur dan dikendalikan untuk memperoleh kemampuan maksimal bagi program mandiri dan applet yang dipercaya (trusted code). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;6. Bahasa Independen terhadap Platform&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Platform independence adalah kemampuan program bekerja di sistem operasi atau sistem komputer berbeda. Bahasa Java merupakan bahasa yang secara sempurna tidak bergantung pada platform. Tipe variabel Java mempunyai ukuran yang sama di semua platform sehingga variabel bertipe integer (int, long) berukuran sama tidak peduli dimana program Java dikompilasi. Juga terhadap penggunaan Java applet di web adalah sama sekali tidak memerlukan perubahan sedikit pun terhadap file .class yang dihasilkan agar dapat dieksekusi di platform manapun. Begitu telah tercipta file  .class dengan menggunakan kompilator Java di platform manapun, maka file .class tersebut juga dapat dijalankan di platform manapun. Jadi dimanapun dibikin, dimanapun dapat dijalankan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;7. Bahasa Multithreading&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Thread adalah untuk menyatakan program komputer melakukan lebih dari satu tugas di satu waktu yang sama. Java menyediakan kakas untuk menulis program multithread, program mempunyai lebih dari satu thread eksekusi pada saat yang sama sehingga memungkinkan program menangani beberapa tugas secara konkruen. Semua aplikasi pasti sedikitnya mempunyai satu thread yang merepresentasikan jalur utama eskekusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;8. Bahasa yang Didukung Garbage Collector&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program Java melakukan garbage collection yang berarti pemrogram tidak perlu menghapus sendiri objek-objek yang tidak digunakan lagi. Fasilitas ini mengurangi beban pengelolan memori oleh pemrogram dan mengurangi atau mengeliminasi sumber kesalahan terbesar yang terdapat di bahasa yang memungkinkan kesalahan alokasi dinamis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;9. Bahasa yang Tegar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java interpreter memeriksa semua akses sistem yang dilakukan. Program Java tidak dapat menyebabkan crash terhadap sistem. Java mempunyai mekanisme execption-handling yang ampuh. Exception handling menyediakan cara untuk memisahkan antara bagian penanganan kesalahan dengan bagian kode normal sehingga menuntun ke struktur kode program yang lebih bersih dan menjadikan aplikasi menjadi lebih tegar. Ketika kesalahan yang serius ditemukan, program Java menciptakan execption. Exception dapat ditangkap dan dikelola program tanpa resiko membuat sistem menjadi down.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bahasa yang Mampu Diperluas&lt;br /&gt;Program Java mendukung native method, yaitu fungsi ditulis di bahasa lain, biasanya C/C++. Dukungan native method memungkinkan pemrogram menulis fungsi yang dapat dieksekusi lebih cepat dibanding fungsi ekivalen di Java. Native method secara dinamis akan di-link ke program Java, yaitu diasosiasikan dengan program saat jalan. Bahasa mempunyai banyak fitur modern yang ampuh untuk pengelolaan sistem kompleks.  Namun perlu diingat bahwa bahasa Java tetap hanya bahasa pemrograman sekedar kakas. Seluruh kakas pengembangan tetap memerlukan pengembang (pemrogram) yang mampu menggunakannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga beberapa fitur yang ditawarkan Java API antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1). Applet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program Java yang dapat berjalan di atas browser, yang dapat membuat halaman HTML lebih dinamis dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2). Java Networkin&lt;/span&gt;g&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan API (Application Programming Interface) yang menyediakan fungsi – fungsi untuk aplikasi – aplikasi jaringan, seperti penyediaan akses untuk TCP, UDP, IP Adrress dan URL. Tetapi Java Networking tidak menyediakan akses untuk ICMP dikarenakan alasan sekuriti dan pada kondidi umum hanya administrator ( root ) yang bisa memanfaatkan protokol ICMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;3). Java Database Connectivity (JDBC)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JDBC menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk mengakses database seperti Oracle, MySQL, PostgreSQL, Microsoft SQL Server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;4). Java Security&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Security menyediakan sekumpulan API untuk mengatur security dari aplikasi Java baik secara high level atau low level, seperti public/private key management dan certificates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;5). Java Swing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Swing menyediakan sekumpulan API untuk membangun aplikasi – aplikasi GUI (Graphical User Interface) dan model GUI yang diinginkan bisa bermacam – macam, bisa model Java, model Motif/CDE atau model yang dependent terhadap platform yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6). Java RMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java RMI menyediakan sekumpulan API untuk membangun aplikasi – aplikasi Java yang mirip dengan model RPC (Remote Procedure Call) jadi object - object Java bisa di call secara remote pada jaringan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;7). Java 2D/3D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java 2D/3D menyediakan sekumpulan API untuk membangun grafik – grafik 2D/3D yang menarik dan juga akses ke printer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8). Java Server Pages&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkembang dari Java Servlet yang digunakan untuk menggantikan aplikasi – aplikasi CGI, JSP (Java Server Pages) yang mirip ASP dan PHP merupakan alternatif terbaik untuk solusi aplikasi Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9). JNI (Java Native Interface)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JNI menyediakan sekumpulan API yang digunakan untuk mengakses fungsi – fungsi pada library (*.dll atau *.so) yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang lain seperti C,C++, dan Basic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;10). Java Sound&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Sound menyediakan sekumpulan API untuk manipulasi sound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11). Java IDL + CORBA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java IDL (Interface Definition Language) menyediakan dukungan Java untuk implementasi CORBA (Common Object Request Broker) yang merupakan model distributed-Object untuk solusi aplikasi besar di dunia networking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12). Java Card&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Card utamanya digunakan untuk aplikasi – aplikasi pada smart card, yang sederhana wujudnya seperti SIM Card pada handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;13). JTAPI (Java Telephony API)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Java Telepony API menyediakan sekumpulan API untuk memanfaatkan devices – devices telepony, sehingga akan cocok untuk aplikasi – aplikasi CTI (Computer Telephony Integration) yang dibutuhkan seperti ACD (Automatic Call Distribution), PCPBX dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3339903597856978122?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3339903597856978122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/platform-dan-arsitektur-java.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3339903597856978122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3339903597856978122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/platform-dan-arsitektur-java.html' title='Platform dan Arsitektur Java'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3846164425578797193</id><published>2010-05-26T10:57:00.003+08:00</published><updated>2010-05-26T11:08:23.522+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>SEJARAH PERKEMBANGAN JAVA</title><content type='html'>Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Java diciptakan oleh suatu tim yang dipimpin oleh Patrick Naughton dan James Gosling dalam suatu proyek dari Sun Microsystem yang memiliki kode Green dengan tujuan untuk menghasilkan bahasa komputer sederhana yang dapat dijalankan di peralatan sederhana dengan tidak terikat pada arsitekture tertentu. Java dikembangkan oleh Sun Microsystem dan diterbitkan tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan,James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystem. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang. Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai “*7″ (Star Seven).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer. Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995. Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja “bapak java”, James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi “Java”. Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi awal Java ditahun 1996 sudah merupakan versi release sehingga dinamakan Java Versi 1.0. Java versi ini menyertakan banyak paket standar awal yang terus dikembangkan pada versi selanjutnya:&lt;br /&gt;• Java.lang : Peruntukan kelas elemen-elemen dasar. &lt;br /&gt;• Java.io : Peruntukan kelas input dan output, termasuk penggunaan berkas. &lt;br /&gt;• Java.util : Peruntukan kelas pelengkap seperti kelas struktur data dan kelas-kelas penanggalan. &lt;br /&gt;• Java.net : Peruntukan kelas TCP/IP, yang memungkinkan berkomunikasi dengan komputer lain menggunakan jaringan TCP/IP. &lt;br /&gt;• Java.awt : Kelas dasar untuk aplikasi antarmuka dengan pengguna (GUI) &lt;br /&gt;• Java.applet : Kelas dasar aplikasi antar muka untuk diterapkan pada penjelajah web. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3846164425578797193?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3846164425578797193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sejarah-perkembangan-java.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3846164425578797193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3846164425578797193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sejarah-perkembangan-java.html' title='SEJARAH PERKEMBANGAN JAVA'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2688940438508363943</id><published>2010-05-26T10:47:00.002+08:00</published><updated>2010-05-26T10:54:20.374+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKJ'/><title type='text'>Internet Protocol versi 6 (IPv6)</title><content type='html'>Seperti diketahui saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, misalnya perkembangan komputer. Sekarang ini komputer bukan lagi termasuk barang mewah, melainkan hampir menjadi suatu kebutuhan. Bahkan ada yang memiliki komputer lebbih dari satu buah. Hal ini cukup beralasan mengingat semenjak adanya komputer, tugas-tugas yang bersifat administratif seperti mengetik menjadi lebih mudah dan praktis. Selain digunakan untuk membantu dalam hal administrasi, komputer juga dapat digunakan sebagai sarana untuk berhubungan dengan orang-orang tanpa dibatasi oleh tempat, waktu, dan keadaan, yang tentunya juga dibantu dengan adanya internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui internet, orang-orang dapat berhubungan darimana saja dan kapan saja. Adanya yang mengatakan bahwa internet bagai dunia tanpa tuan, yang berarti bisa berbuat apa saja dan bebas. Meskipun demikian, agar benar-benar bisa terhubung antar jaringan tersebut, diperlukan suatu aturan yang sebelumnya telah disepakati. Dengan aturan ini, orang-orang bisa terhubung dalam sebuah jaringan. Aturan-aturan ini dikenal dengan istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internet Protocol&lt;/span&gt; (IP). Dari sejak berkembang, IP telah mengalami banyak perubahan serta penyempurnaan. Berbagai macam versi IP muncul dan dikembangkan. Setiap versi memiliki karakteristik tertentu serta kelebihan yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan yang dimiliki dari IP versi sebelumnya dan meningkatkan kecepatan konektivitas. Akan tetapi pada bahasan selanjutnya dalam paparan ini dibatasi pada IP versi 6 (IPv6) saja.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;IP versi 6 atau yang dikenal dengan IPv6 merupakan sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6 serta didesain sebagai pengganti dari Internet protocol versi 4 (IPv4) yang didefinisikan dalam RFC 791. Kelebihan yang dimiliki IPv6 dibandingkan dengan IPv4 terletak pada jumlah alamatnya. Pada IPv4 hanya memiliki panjang 32 bit sedangkan IPv6 memiliki 128 bit, yang mana secara kalkulasi sama dengan 2128 = 3,4 x 1038 host yang bisa terhubung dalam jaringan tersebut di dunia. Jumlah ini sangat berbeda jauh dengan jumlah alamat yang disediakan IPv4 yang berjumlah sekitar 4 milyar, tapi secara kenyataan tidak sampai jumlah tersebut karena ada limitasi dan pada implementasinya hanya berjumlah beberapa ratusan juta saja. IPv6 dikembangkan bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun IPv6 merupakan pengembangan dari IPv4, akan tetapi ada hal-hal yang masih dipertahanka, misalnya adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6 tidak ada subnet mask melainkan hanya ada FP saja.&lt;br /&gt;Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan dalam kategori berikut :&lt;br /&gt;1. Kapasitas Perluasan Alamat&lt;br /&gt;2. Penyederhanaan Format Header&lt;br /&gt;3. Peningkatan dukungan untuk header pilihan dan header tambahan (Options and &lt;br /&gt;   extention header)&lt;br /&gt;4. Kemampuan pelabelan aliran paket&lt;br /&gt;5. Autentifikasi dan kemampuan privasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Dengan demikian, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Misalnya contoh alamat IPv6 (biner) berikut 00011101111100100000000001101111111110111011001100000000000000000000001010111100000000001101111010011100010110100010111100111011. Selanjutnya biner tersebut dibagi menjadi 8 blok dengan masing-masing ukuran 16 bit sehingga menjadi 0001110111110010 0000000001101111 1111101110110011 0000000000000000 0000001010111100 0000000011011110 1001110001011010 0010111100111011. Oleh karena setiap blok terdiri dari 16 bit, maka dikonversi ke dalam bentuk hexadesimal serta dipisahkan dengan tanda titik dua (:), sehingga biner tersebut menjadi 1DF2:006F:FBB3:0000:02BC:0222:9C5A:2F3B. Alamat tersebut dapat disederhakan dengan menghilangkan angka 0 pada awal dan menyisakan digit terakhir. Sehingga alamat tersebut menjadi 1DF2:6F:FBB3:0:2BC:222:9C5A:2F3B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak digunakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu alamat/angka panjang prefiks. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut : 3FFE:2900:D005:F28B::/64. (64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alamat Unicast&lt;/span&gt;, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alamat Multicast&lt;/span&gt;, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alamat Anycast&lt;/span&gt;, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2688940438508363943?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2688940438508363943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/internet-protocol-versi-6-ipv6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2688940438508363943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2688940438508363943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/internet-protocol-versi-6-ipv6.html' title='Internet Protocol versi 6 (IPv6)'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-205723055401171931</id><published>2010-05-25T21:39:00.000+08:00</published><updated>2010-05-25T21:40:07.814+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Program Menghitung Luas Daerah Segitiga Dengan Java</title><content type='html'>List program :&lt;br /&gt;//Menghitung luas daerah segitiga&lt;br /&gt;class TriangleArea{&lt;br /&gt; public static void main(String args[]) {&lt;br /&gt;  double t, b, a, c;//pendeklarasian variabel dengan tipe double&lt;br /&gt;  t  = 10;   //tinggi segitiga&lt;br /&gt;  a  = 6;    //alas segitiga&lt;br /&gt;  b  = 0.5;   //konstanta&lt;br /&gt;  c  = b * a * t;   //menghitung luas segitiga&lt;br /&gt;  //menampilkan tinggi segitiga&lt;br /&gt;  System.out.println("Tinggi segitiga = "+t);&lt;br /&gt;  //menampilkan alas segitiga&lt;br /&gt;  System.out.println("Alas segitiga   = "+a);&lt;br /&gt;  //menampilkan luas segitiga&lt;br /&gt;  System.out.println("Luas segitiga   = "+c);&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-205723055401171931?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/205723055401171931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/program-menghitung-luas-daerah-segitiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/205723055401171931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/205723055401171931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/program-menghitung-luas-daerah-segitiga.html' title='Program Menghitung Luas Daerah Segitiga Dengan Java'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4242823269651021100</id><published>2010-05-25T21:37:00.000+08:00</published><updated>2010-05-25T21:39:00.663+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Program Menghitung Luas Daerah Lingkaran Dengan Java</title><content type='html'>List program :&lt;br /&gt;//Menghitung luas daerah lingkaran&lt;br /&gt;class CircleArea{&lt;br /&gt; public static void main(String args[]) {&lt;br /&gt;  double pi, r, a; //pendeklarasian variabel dengan tipe double&lt;br /&gt;  r  = 10;         //jari-jari lingkaran&lt;br /&gt;  pi = 3.14;  //nilai pi&lt;br /&gt;  a  = pi * r * r; //menghitung luas lingkaran&lt;br /&gt;  //menampilkan jari-jari lingkaran&lt;br /&gt;  System.out.println("Jari-jari lingkaran = "+r);&lt;br /&gt;  //menampilkan luas lingkaran&lt;br /&gt;  System.out.println("Luas lingkaran      = "+a); &lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4242823269651021100?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4242823269651021100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/program-menghitung-luas-daerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4242823269651021100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4242823269651021100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/program-menghitung-luas-daerah.html' title='Program Menghitung Luas Daerah Lingkaran Dengan Java'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5984369341212422112</id><published>2010-05-25T21:33:00.001+08:00</published><updated>2010-05-25T21:36:13.660+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Asumsi yang Terkait Dengan Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Pelajar akan belajar jika mereka terlibat aktif dengan materi pelajaran:&lt;/span&gt; keterlibatan ini bisa secara kognitif, emosi dan fisik, tergantung pada materinya. Bisa penuh perenungan atau juga penuh perdebatan. Bisa dimulai dengan kehidupan nyata atau pengalaman hidup para pelajar, atau juga lewat statistik dan riset terbaru. Saat ada keterlibatan, pelajar bukan hanya belajar materi, namun juga memiliki kegairahan dan semangat kreatif dari seseorang yang menjadi penentu pembelajaran mereka sendiri. Kita melakukan apa yang kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Tugas pembelajaran meningkatkan akuntabilitas:&lt;/span&gt; pengajar memiliki tanggung jawab untuk merancang tugas pembelajaran yang mengajarkan dengan materi yang sesuai.  Tugas pengajar orang dewasa adalah menghasilkan suatu rancangan dan lingkungan yang memaksimalkan pembelajaran, yaitu dialog yang berpusat pada pembelajaran. Hasilnya adalah suatu sistem pembelajaran yang memperlihatkan akuntabilitas karena baik pengajar maupun pelajar akan tahu apakah mereka sudah memahami pengajaran atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Pelajar memiliki kapasitas untuk belajar:&lt;/span&gt; pelajar datang dengan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Asumsi ini berhubungan dengan teori proyeksi dalam psikologi: sebagai pengajar, cara kita melihat para pelajar sangat ditentukan oleh persepsi diri sendiri. Karena kita memiliki asumsi bahwa sebagai pengajar kita memiliki kemampuan untuk belajar, hal yang sama juga kita terapkan kepada pelajar yang datang untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;d. Materi yang baru dapat dimunculkan lewat tugas pembelajaran:&lt;/span&gt; tugas pebelajaran bukanlah tambahan, ataupun sekedar ujian untuk materi yang sedang dipelajari. Tugas pembelajaran adalah bagian dari suatu rencana terpadu utuk membagikan materi yang baru dalam bermacam cara, dan secara otomatis melibatkan pelajar. Membangun sebuah dialog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5984369341212422112?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5984369341212422112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/asumsi-yang-terkait-dengan-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5984369341212422112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5984369341212422112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/asumsi-yang-terkait-dengan-pembelajaran.html' title='Asumsi yang Terkait Dengan Pembelajaran'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4091357245048744574</id><published>2010-05-25T21:25:00.002+08:00</published><updated>2010-05-25T21:32:15.351+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKJ'/><title type='text'>Jaringan Komputer</title><content type='html'>Jaringan komputer (computer network) dapat diartikan sebagai dua atau lebih komputer yang dihubungkan dengan menggunakan sebuah sistem komunikasi, melalui media transmisi atau media komunikasi hingga dapat saling berbagi data, aplikasi, dan berbagai perangkat keras.&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar dari jaringan komputer dan komunikasi data sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Komunikasi data lebih cenderung pada keandalan dan efesiensi transfer sejumlah &lt;br /&gt;   bit-bit dari satu titik ke tujuannya.&lt;br /&gt;2. Jaringan komputer menggunakan teknik komunikasi data, teapi lebih mementingkan &lt;br /&gt;   arti dari tiap bit dalam proses pengiriman hingga diterima ditujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Perlunya Jaringan Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awalnya komputer didefinisikan sebagai sistem yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga manusia sebagai brainware-nya. Namun saat ini, sebuah sistem komputer didefinisikan sebagai perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan, manusia tetap berdiri sebagai si pengelola yang membangun sistem, memberikan perintah, dan menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Manfaat Jaringan Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dalam suatu jaringan komputer. Manfaat-manfaat tersebut sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Jaringan komputer memungkinkan seseorang untuk mengakses file yang dimilikinya, &lt;br /&gt;   atau file orang lain yang telah diijinkan untuk diakses, dimana pun dan kapan pun.&lt;br /&gt;2. Jaringan komputer memungkinkan proses pengiriman data berlangsung secara cepat &lt;br /&gt;   dan efisien.&lt;br /&gt;3. Jaringan komputer memungkinkan adanya sharing hardware antar client-nya.&lt;br /&gt;4. Jaringan komputer memungkinkan seseorang berhubungan dengan orang lain di &lt;br /&gt;   berbagai negara dengan menggunakan komunikasi via teks, gambar, audio, dan vidio &lt;br /&gt;   secara real time.&lt;br /&gt;5. Jaringan komputer dapat menekan biaya operasional, seperti pemakaian kertas, dan &lt;br /&gt;   pembelian hardware.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Tipe Jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tipe jaringan komputer sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Peer to peer (workgroup).&lt;br /&gt;   Pada jaringan tipe ini semua komputer berkududukan sama, dapat bertindak sebagai &lt;br /&gt;   sebuah PC client (information requestor) maupun PC server (information provider).&lt;br /&gt;2. Client server (domain).&lt;br /&gt;   Pada jaringan tipe ini terdapat sebuah PC server yang berfungsi untuk mengatur &lt;br /&gt;   dan membagikan informasi ke setiap PC client yang terhubung dengannya. Server&lt;br /&gt;  (pelayan) menyediakan sarana pada client (pemakai jasa) untuk mengambil data, &lt;br /&gt;   sharing perangkat keras, dan mengonfigurasi security pada suatu jaringan.&lt;br /&gt;3. Dump terminal&lt;br /&gt;   Model jaringan ini menjadikan seluruh sistem terpusat ke server (sistem operasi, &lt;br /&gt;   aplikasi, storage, dan media lainnya akan terpusat di server). Hanya ada LAN card &lt;br /&gt;   yang sudah dikonfigurasi agar waktu dinyalakan dapat langsung tersambung ke &lt;br /&gt;   server.&lt;br /&gt;   Pada sisi client yang menggunakan tipe jaringan ini, berupa komputer lama yang &lt;br /&gt;   sudah tidak terpakai lagi, atau juga bisa membeli perangkat khusus yang ditujukan &lt;br /&gt;   untuk tipe jaringan model ini. Diantara contoh perangkat yang sering dipakai &lt;br /&gt;   antara office station, office star, dan optoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jenis-Jenis Jaringan Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. LAN&lt;br /&gt;Lokal Area Network biasanya menghubungkan antar-komputer satu dengan komputer lainnya, atau bisa juga node satu dengan node lannya. Daerah jangkauan LAN yang tidak terlalu jauh, misalnya saja dalam suatu ruangan atau dalam satu area dengan radius antara 100 m sampai 2.000 m, tergantung dari kabel yang digunakan. Kecepatan pada jaringan lokal relatif tinggi, mulai dari 1, 10, 100 sampai 1.000 Mbps.&lt;br /&gt;b. Inter-Network&lt;br /&gt;Inter-network atau disebut juga inter jaringan adalah pengembangan dari jaringan lokal. Misalnya pada suatu kantor besar, komputer setiap departemen akan digabungkan menjadi satu dengan departemen yang lainnya, berarti administrator jaringan menggabungkan dua jaringan lokal yang ada.&lt;br /&gt;c. MAN (Metropolitan Area Network)&lt;br /&gt;Jaringan MAN adalah jaringan yang dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain, dengan radius sekitar 10 – 50 km dan masih berada pada kota yang sama. Misalnya suatu perusahaan memiliki cabang masih dalam satu kota. Ada dua cara untuk membuat jaringan ini yaitu dengan bantuan jasa perusahaan telekomunikasi dan bisa dengan menggunakan teknologi wireless.&lt;br /&gt;d. WAN (Wide Area Network)&lt;br /&gt;Jaringan komputer ini merupakan gabungan dari ketiga jaringan di atas, yang mana telah mengalami pengembangan infrastruktur jaringan sehingga jarak cakupannya semakin jauh. Jika dilihat dari segi fungsi, sebenarnya hampir sama dengan fungsi jaringan pada MAN. Untuk jaringan ini sangat diperlukan bantuan dari perusahaan yang spesialisasi bergerak di bidang komunikasi (misalnya Telkomsel atau Indosat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4091357245048744574?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4091357245048744574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4091357245048744574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4091357245048744574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/jaringan-komputer.html' title='Jaringan Komputer'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-9222872335474409034</id><published>2010-05-25T21:20:00.002+08:00</published><updated>2010-05-25T21:25:47.585+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>SEKOLAH SEBAGAI INSTRUMEN PENDIDIKAN</title><content type='html'>Seperti diketahui, dewasa ini dunia pendidikan mulai mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan masyarakat umum hingga pemerintah. Saat ini banyak lulusan SMA yang melanjutkan studi ke sebuah lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), dan nantinya akan menjadi seorang guru. Hal ini karena semenjak adanya program sertifikasi guru. Saat ini seorang guru benar-benar dituntut untuk memiliki suatu kompetensi khusus dan sejumlah kualifikasi lain yang dipersyaratkan, sehingga ia bisa dikatakan sebagai seorang guru profesional. Terlebih lagi semenjak adanya paradigma dari guru mengajar siswa menjadi guru membelajarkan siswa, sehingga dari sini tampak bahwa guru bukan lagi sebagai informator tetapi sebagai fasilitator.&lt;br /&gt;Selama ini, banyak yang hanya melihat bahwa keberhasilan dari sebuah pendidikan terletak pada siswa dan guru yang profesional. Padahal jika ditinjau lebih jauh, bukan hanya dua faktor tersebut yang memegang peran terhadap keberhasilan suatu pendidikan. Banyak hal yang mempengaruhinya, misalnya ketersediaan sarana-prasarana, sumber daya alam, sumber daya manusia yang akan mengelola, mekanisme kerja, lingkungan (ipoleksosbudhankam). Faktor-faktor ini berperan ketika proses pendidikan sedang terjadi. Semua faktor tersebut ada yang bersifat negatif dan ada yang bersifat positif. Salah satu dari faktor yang memiliki peran cukup esensial ditinjau dari keberadaannya adalah sekolah. Sekolah merupakan sebuah wadah untuk menampung ketika proses pendidikan terjadi/berlangsung, serta merupakan unit terkecil, yang mana dinaungi oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai organisasi pendidikan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, dalam paparan ini akan dibahas mengenai sekolah sebagai sebuah instrumen pendidikan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bab VII pasal 42 ayat 2, yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang bisa digunakan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.  Prasarana ini misalnya sekolah. Sekolah merupakan sebuah wadah yang digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan proses pendidikan. dalam proses pendidikan, terjadi berbagai kegiatan serta interaksi. Jika ditinjau, maka sekolah merupakan ujung tombak pelaksana oraganisasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, serta merupakan sebagai organisasi mikro (Soetjipto, 2004). Sehingga dapat dikatakan bahwa sekolah sebagai organisasi mikro merupakan unit pelaksana teknis dan organisasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;Oleh karena sekolah sebagai sebuah organisasi, tentunya sekolah memiliki berbagai unsur. Unsur-unsur tersebut meliputi : 1) unsur kepemimpinan, 2) unsur tata usaha, 3) unsur urusan, 4) unsur instalasi, 5) unsur pelaksana, dan 6) unsur siswa. (Muljani, dalam Soetjipto, 2004).&lt;br /&gt;Unsur kepemimpinan dalam sebuah sekolah terdiri dari kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Pemimpin sekolah berfungsi sebagai penanggung jawab semua kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, mereka memiliki kedudukan tertinggi dalam organisasi sekolah. Selain itu, jika dilihat dari organisasi pendidikan secara keseluruhan, maka kepala sekolah merupakan pejabat fungsional dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Agar dapat melaksanakan fungsinya, maka kepala sekolah memiliki tugas : a) merencanakan, menyusun, membimbing, dan mengawasi kegiatan administrasi pendidikan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan, b) mengintergrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan dari unit-unit kerja yang ada di lingkungan sekolah, c) menjalin hubungan dan kerja sama dengan orang tua siswa, lembaga pemerintahan, serta masyarakat, dan d) melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan administrasi di sekolah kepada atasan. Wakil kepala sekolah memiliki peran untuk membantu tugas-tugas kepala sekolah serta mewakili kepala sekolah apabila berhalangan.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, secara teknis administratif, pemimpin sekolah dibantu oleh unsur tata usaha. Kegiatan tata usaha ini antara lain meliputi pekerjaan-pekerjaan surat-menyurat dan kearsipan, pelaksanaan pengusulan pegawai, pengurusan kenaikan pangkat, dan kesejahteraan pegawai, pekerjaan pencatatan keuangan sekolah, serta proses pengadaan, perbaikan, pemeliharaan dan pengamanan semua sarana dan prasarana sekolah.&lt;br /&gt;Unsur urusan merupakan bagian dari organisasi sekolah yang dijabat oleh guru. Penunjukan unit ini dilakukan oleh kepala sekolah, dengan tugas membantu penyelenggaraan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah dalam bidang-bidang pengajaran, kesiswaan, bimbingan dan penyuluhan, pengabdian masyarakat, dan kokulikuler. Keberadaan urusan ini tergantung tiap sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;Urusan instalasi membantu kegiatan administrasi pendidikan di sekolah dengan jalan menyediakan layanan penunjang bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran di sekolah. Unsur ini meliputi perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Unsur pelaksana secara langsung melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Unsur pelaksana sekolah meliputi ketua prodi, guru bidang studi, guru kelas, dan wali kelas.&lt;br /&gt;Dalam sebuah pendidikan, yang menjadi fokus utama adalah siswa. Hal ini dikatakan demikian karena semua kegiatan yang dilakukan oleh setiap unsur dalam organisasi sekolah bermuara pada siswa sebagai peserta didik.&lt;br /&gt;Selain unsur-unsur di atas, sekolah juga merupakan salah satu bagian dari Tri Pusat Pendidikan. Hal ini mengingat bahwa manusia akan tetap belajar sepanjang hayat, dan akan tetap mendapat pengaruh dari tiga lingkungan pendidikan utama, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan. Sebagai Tri Pusat Pendidikan, sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Hal ini disebabkan bahwa dengan semakin pesatnya perkembangan IPTEK, maka keluarga tidak mungkin lagi bisa memenuhi semua kebutuhan dan aspirasi generasi muda. Semakin maju suatu masyarakat, maka peran sekolah semakin penting, terutama dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan. Dengan kata lain, sekolah sebagai pusat pendidikan adalah sekolah yang mencerminkan masyarakat yang maju karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan dalam sebuah sekolah hendaknya menyeimbangkan dan menyelaraskan antara aspek budaya, penguasaan pengetahuan, dan pemilikan keterampilan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan di atas, diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang bisa digunakan untuk &lt;br /&gt;   menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;2. Sekolah sebagai organisasi mikro merupakan unit pelaksana teknis dan organisasi &lt;br /&gt;   Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;3. Oleh karena sekolah sebagai sebuah organisasi, tentunya sekolah memiliki berbagai &lt;br /&gt;   unsur. Unsur-unsur tersebut meliputi : 1) unsur kepemimpinan, 2) unsur tata &lt;br /&gt;   usaha, 3) unsur urusan, 4) unsur instalasi, 5) unsur pelaksana, dan 6) unsur &lt;br /&gt;   siswa.&lt;br /&gt;4. Sekolah juga merupakan salah satu bagian dari Tri Pusat Pendidikan. Hal ini &lt;br /&gt;   mengingat bahwa manusia akan tetap belajar sepanjang hayat, dan akan tetap &lt;br /&gt;   mendapat pengaruh dari tiga lingkungan pendidikan utama, yaitu keluarga, sekolah, &lt;br /&gt;   dan lingkungan.&lt;br /&gt;5. Sekolah sebagai pusat pendidikan adalah sekolah yang mencerminkan masyarakat yang &lt;br /&gt;   maju karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengetahuan dan teknologi, serta &lt;br /&gt;   pendidikan dalam sebuah sekolah hendaknya menyeimbangkan dan menyelaraskan antara &lt;br /&gt;   aspek budaya, penguasaan pengetahuan, dan pemilikan keterampilan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anonim. 2008. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Guru Dan Dosen&lt;/span&gt;. Jakarta:  Indonesia Legal Center Publishing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lestawi, M.Si., Drs. I Nengah, et al. 2007. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Buku Ajar Profesi Pendidikan&lt;/span&gt;. Denpasar: IHDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Soetjipto. 2004. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Profesi Keguruan&lt;/span&gt;. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirtarahardja, Prof. Dr. Umar. 2000. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengantar Pendidikan&lt;/span&gt;. Jakarta: PT. Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-9222872335474409034?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/9222872335474409034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sekolah-sebagai-instrumen-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9222872335474409034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9222872335474409034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sekolah-sebagai-instrumen-pendidikan.html' title='SEKOLAH SEBAGAI INSTRUMEN PENDIDIKAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6962341141175353377</id><published>2010-05-14T10:53:00.003+08:00</published><updated>2010-05-14T10:59:50.394+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Contoh-Contoh Pendekatan Pembelajaran</title><content type='html'>Dalam memilih pendekatan yang hendak digunakan dalam proses pembelajaran, guru terlebih dahulu memikirkan kira-kira pendekatan mana yang cocok untuk diterapkan. Memang ada banyak macam-macam pendekatan yang bisa digunakan oleh guru. Hanya saja diantara pilihan tersebut, guru harus bisa memilah dan memilih pendekatan yang terbaik dan cocok, sehingga tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan bisa tercapai secara optimal.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Erman Suherman (2003) mengemukakan empat jenis pendekatan yakni: 1) Pendekatan Konstruktivisme. Dalam pendekatan ini, para siswa diberdayakan oleh pengetahuannya yang berada dalam diri mereka. Mereka akan berbagi strategi dan penyelesaian, debat dengan siswa lainnya, berpikir secara kritis tentang cara terbaik untuk menyelesaikan masalah; 2) Pendekatan Pemecahan Masalah. Ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung, guru terlebih dahulu mnghadapkan siswa pada sebuah masalah, dan menugaskan siswa untuk mencari solusi yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, hingga akhirnya siswa memperoleh pengetahuan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut; 3) Pendekatan Open-Ended. Pada pendekatan ini sebenarnya hampir mirip dengan pendekatan pemecahan masalah, hanya saja dalam pendekatan ini siswa dihadapkan pada suatu permasalahan yang sifatnya terbuka, dalam artian memungkinkan adanya banyak alternatif jawaban. Sehingga dari jawaban-jawaban tersebut, siswa diarahkan untuk memahami konsep atau pengetahuan yang harus dimiliki; dan 4) Pendekatan Realistik. Dalam hal ini siswa diberikan permasalahan yang bersifat realistik, yang berarti permasalahan-permasalahan yang bisa dipecahkan oleh siswa berdasarkan daya nalarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Aswan Zain, et al (2006) memberikan contoh pendekatan yang dibagi menjadi empat, yaitu:&lt;br /&gt;1. Pendekatan Individual: pendekatan yang dilakukan oleh guru dengan memahami &lt;br /&gt;   karakter atau watak dari setiap siswa. Karakter siswa dalam sebuah kelas tentu &lt;br /&gt;   berbeda-beda. Agar benar-benar memahami karakter siswa ini, guru harus melakukan &lt;br /&gt;   pendekatan secara individu. Dengan pendekatan ini, guru akan lebih mudah memahami &lt;br /&gt;   karakter siswa, disamping juga persoalan kesulitan belajar siswa lebih mudah &lt;br /&gt;   dipecahkan, meskipun terkadang pendekatan kelompok diperlukan.&lt;br /&gt;2. Pendekatan Kelompok: pendekatan kelompok ini suatu waktu bisa dipergunakan dan &lt;br /&gt;   perlu digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial siswa. Dengan &lt;br /&gt;   pendekatan ini diharapkan dapat ditumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada &lt;br /&gt;   diri setiap siswa.&lt;br /&gt;3. Pendekatan Bervariasi: dalam belajar, siswa memiliki motivasi yang berbeda-beda, &lt;br /&gt;   termasuk juga permasalahan yang dihadapi siswa bervariasi. Guna mengatasi hal &lt;br /&gt;   ini, pendekatan yang digunakan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi. Hal ini &lt;br /&gt;   berdasarkan konsep bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa dalam &lt;br /&gt;   belajar bermacam-macam, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap &lt;br /&gt;   kasus tersebut.&lt;br /&gt;4. Pendekatan Edukatif: setiap tindakan, sikap, perbuatan yang dilakukan guru harus &lt;br /&gt;   bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik siswa agar menghargai norma &lt;br /&gt;   hukum, susila, sosial, dan agama. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membina &lt;br /&gt;   watak siswa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6962341141175353377?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6962341141175353377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/contoh-contoh-pendekatan-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6962341141175353377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6962341141175353377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/contoh-contoh-pendekatan-pembelajaran.html' title='Contoh-Contoh Pendekatan Pembelajaran'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6271387809331190055</id><published>2010-05-14T10:44:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T10:53:52.506+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Dampak Negatif Sistem Informasi</title><content type='html'>Seperti diketahui, bahwa sistem informasi memiliki banyak manfaat. Meskipun demikian, ternyata sistem informasi juga memiliki dampak negatif. Berikut adalah contoh dampak negatif, terutama lebih mengarah pada teknologi informasi.&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Information Anxiety&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam &lt;br /&gt;   memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak &lt;br /&gt;   jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa &lt;br /&gt;   terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima. Sebagai &lt;br /&gt;   contoh banyaknya kasus penipuan dengan hadiah yang cukup menggiurkan, sehingga &lt;br /&gt;   tidak jarang banyak yang terjebak oleh informasi tersebut.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dehumanization&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Hilangnya penghargaan atas nilai seseorang sebagai individu, digantikan dengan &lt;br /&gt;   sederet angka identitas.&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Health Issues&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Stress yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan aplikasi berbasis &lt;br /&gt;   teknologi informasi pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik terutama pada &lt;br /&gt;   ponsel, pengaruh radiasi layar monitor, masalah persendian akibat kesalahan &lt;br /&gt;   penggunaan keyboard dan mouse, masalah ergonomis, dsb.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lost of Privacy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Identitas digital yang dimiliki setiap orang membuat keberadaan orang tersebut &lt;br /&gt;   selalu terdeteksi. Selain itu pemantauan CCTV secara kontinu akan  mengganggu &lt;br /&gt;   privasi dan kesehatan kita. Contoh : Di Inggris ada 4,2 juta CCTV. 1 juta &lt;br /&gt;   diantaranya ada di London, secara rata-rata seorang warga London akan tertangkap &lt;br /&gt;   di 300 CCTV per hari.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cookies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Semakin banyak informasi yang kita tampilkan dan share di internet, dengan atau &lt;br /&gt;   tanpa kita sadari yang membuat peluang penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak &lt;br /&gt;   berwenang. Contoh : Facebook, Twitter, Friendster.&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Digital Gap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Semakin nyata adanya kesenjangan antara kelompok yang menguasai TI dengan &lt;br /&gt;   kelompok yang tidak menguasai TI, baik dalam keseharian maupun dalam pekerjaan. &lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Possible Massive Unemployment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Implementasi TI secara besar-besaran dapat membawa dampak peningkatan jumlah &lt;br /&gt;   pengurangan tenaga kerja, baik melalui PHK maupun menyempitnya peluang kerja bagi &lt;br /&gt;   tenaga kerja yang tidak menguasai TI. Padahal belum tentu orang-orang yang tidak &lt;br /&gt;   menguasai TI tidak memiliki kompetensi yang handal.&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Impact of Globalization on Culture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Semakin menipisnya nilai-nilai budaya lokal akibat pengaruh globalisasi. &lt;br /&gt;   Contohnya melalui internet, kita bisa mengunduh (download) lagu. Hanya saja, dari &lt;br /&gt;   lagu yang diunduh tersebut, hampir tidak ada jenis lagu daerah. Sebagian besar &lt;br /&gt;   adalah lagu-lagu modern dan bahkan lagu asing. Hal ini tentunya akibat dari &lt;br /&gt;   perkembangan globalisasi, sehingga tidak jarang orang-orang (apalagi anak muda) &lt;br /&gt;   menjadi malu jika masih melestarikan hal-hal kuno, seperti misalnya lagu daerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6271387809331190055?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6271387809331190055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/dampak-negatif-sistem-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6271387809331190055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6271387809331190055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/dampak-negatif-sistem-informasi.html' title='Dampak Negatif Sistem Informasi'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-8570271225738112211</id><published>2010-05-14T10:36:00.001+08:00</published><updated>2010-05-14T10:38:22.906+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>1978: 8088 Mikroprosesor (II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y3k7aHHsI/AAAAAAAAACA/P5VcdAVhnyI/s1600/8088M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 85px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y3k7aHHsI/AAAAAAAAACA/P5VcdAVhnyI/s320/8088M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470949492398694082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Intel 8088 adalah prosesor mikro buatan Intel berbasis pada 8086, dengan 16-bit register dan menggunakan 8-bit external data bus. intel 8088 merupakan prosesor yang digunakan pada IBM PC.&lt;br /&gt;8088 ditargetkan pada sistem yang ekonomis, diikuti oleh penggunaan desain 8-bit. Jalur bus yang lebar dalam circuit boards masih sangatlah mahal ketika ini di luncurkan.Queue yang ungul dari 8088 adalah 4 bytes, sebagai penggunaan dalam 8086 6 bytes. Pengolah PC yang mampu berjalan di clock frequency 4.77 MHz.Suatu clone populer dengan menggunakan 8088 adalah Model D, dimana tombol pilihan dapat berjalan pada clock 4.77 MHZ atau 7.16 MHZ.&lt;br /&gt;Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-8570271225738112211?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/8570271225738112211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1978-8088-mikroprosesor-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8570271225738112211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8570271225738112211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1978-8088-mikroprosesor-ii.html' title='1978: 8088 Mikroprosesor (II)'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y3k7aHHsI/AAAAAAAAACA/P5VcdAVhnyI/s72-c/8088M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5907666375811222937</id><published>2010-05-14T10:33:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T10:35:56.425+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>1978: 8086 Mikroprosesor (I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y204ug1oI/AAAAAAAAAB4/nhBjFWOBis4/s1600/8086M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 82px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y204ug1oI/AAAAAAAAAB4/nhBjFWOBis4/s320/8086M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470948667045238402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Intel 8086 merupakan sebuah chip mikroprosesor 16-bit rancangan Intel pada tahun 1978 yang membangkitkan penggunaan arsitektur x86. Tidak lama kemudian, Intel 8088 diperkenalkan dengan bus 8-bit external, yang memungkinkan penggunaan chipset yang murah.&lt;br /&gt;Intel 8086 dirancang berdasarkan Intel 8080 dan Intel 8085 dengan set register yang mirip, tetapi dikembangkan menjadi 16 bit. "Bus Interface Unit" memberikan rangkaian instruksi ke "Execution Unit" melalui sebuah prefetch queue 6 byte, jadi pemberian dan pelaksanaan dilakukan bersamaan- sebuah bentuk pipelining primitif (instruksi 8086 bervariasi dari 1 sampai 4 byte).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5907666375811222937?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5907666375811222937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1978-8086-mikroprosesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5907666375811222937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5907666375811222937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1978-8086-mikroprosesor.html' title='1978: 8086 Mikroprosesor (I)'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y204ug1oI/AAAAAAAAAB4/nhBjFWOBis4/s72-c/8086M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-8751440614587992762</id><published>2010-05-14T10:31:00.001+08:00</published><updated>2010-05-14T10:33:34.242+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>1974: 8080 Mikroprosesor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y2ZD-eOYI/AAAAAAAAABw/pShaWQsHVv8/s1600/8080M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 65px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y2ZD-eOYI/AAAAAAAAABw/pShaWQsHVv8/s320/8080M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470948189028628866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada masukan ke-empatnya ke pasar mikroprosesor, Intel melepas CPU yang memulai revolusi mikrokomputer Intel 8080. Intel 8080 adalah mikroprosesor awal yang dapat digunakan secara penuh yang dirancang dan diproduksi oleh Intel. CPU 8-bit ini dirilis pada April 1974 dan berjalan pada 2 MHz, dan pada umumnya dianggap menjadi rancangan mikroprosesor pertama yang benar-benar dapat digunakan.&lt;br /&gt;Intel 8080 adalah mikroprosesor yang menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis&lt;br /&gt;1. Clock speed : 2 MHz&lt;br /&gt;2. Program dan penyimpanan data yang terpisah (yaitu, sebuah arsitektur Harvard). &lt;br /&gt;3. 16 bit bus address&lt;br /&gt;4. 8 bit bus data&lt;br /&gt;5. Jumlah transistor : 4500&lt;br /&gt;6. Packaging: 40 pin CerDIP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-8751440614587992762?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/8751440614587992762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1974-8080-mikroprosesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8751440614587992762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8751440614587992762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1974-8080-mikroprosesor.html' title='1974: 8080 Mikroprosesor'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-y2ZD-eOYI/AAAAAAAAABw/pShaWQsHVv8/s72-c/8080M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-8063212181368403292</id><published>2010-05-14T10:17:00.001+08:00</published><updated>2010-05-14T10:21:11.760+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>1972: 8008 Mikroprosesor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yzd3aKoNI/AAAAAAAAABo/Ku0gdsQffQs/s1600/8008M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yzd3aKoNI/AAAAAAAAABo/Ku0gdsQffQs/s320/8008M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470944973019586770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Intel 8008 merupakan sebuah mikroprosesor terdahulu yang dirancang dan dibuat oleh Intel dan diproduksi pada bulan april tahun 1972. Hal itu bermula dari pemberian dari Computer Terminal Corporation untuk digunakan pada terminal yang dapat diprogram ulang (programmable terminal) pada Datapoint 2200, tetapi karena pembuatan chip terlambat(delivered late) dan tidak memuaskan kemampuannya menurut CTC, sehingga chip tidak digunakan pada 2200. Sebuah kesepakatan dibuat antara Intel dan CTC yang mengijinkan Intel untuk memasarkan kepada pelanggan lain. Set perintah dari 8008 pada CPU Intel CISC adalah berdasarkan rancangan milik CTC.&lt;br /&gt;  Chip tersebut (terbatas oleh 18 chip CerDIP package-nya) memiliki 8 bit bus tunggal dan memerlukan jumlah logika eksternal yang besar untuk mendukungnya. Sebagai Contoh, Alamat 14-Bit, Yang bisa mengakses 16 KB memori, diperlukan untuk beberapa logika pada suatu Memory Address Register (MAR) eksternal. Itu bisa mengakses 8 port masukan dan 24 port keluaran.&lt;br /&gt;  Versi awal dari 8008 berjalan pada 0.3 MHz, lebih lambat dari pendahulunya yaitu 0.8 MHz. Meskipun lebih lambat dalam hal melakukan perintah per detiknya dari 4-bit Intel 4004 dan Intel 4040, sebuah fakta bahwa 8008 memproses 8 bit data sekali dan secara signifikan dapat mengakses lebih banyak RAM sesungguhnya memberikan 3 sampai 4 kali kekuatan sebenarnya dari chip 4-bit. Sangat baik untuk digunakan pada pengontrol dan terminal CRT, tapi hal tersebut terlalu sulit digunakan untuk hampir semua tugas. Beberapa awal disain komputer telah didasarkan pada itu.&lt;br /&gt;  Spesifikasi teknis&lt;br /&gt;1. Clock speed : 300 kHz&lt;br /&gt;2. Program dan penyimpanan data yang terpisah (yaitu, sebuah arsitektur Harvard). &lt;br /&gt;3. 14 bit bus address(multiplexed)&lt;br /&gt;4. 8 bit bus data&lt;br /&gt;5. Jumlah transistor : 3300&lt;br /&gt;6. Packaging: 18 pin CerDIP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-8063212181368403292?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/8063212181368403292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1972-8008-mikroprosesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8063212181368403292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8063212181368403292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1972-8008-mikroprosesor.html' title='1972: 8008 Mikroprosesor'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yzd3aKoNI/AAAAAAAAABo/Ku0gdsQffQs/s72-c/8008M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6437052687104029002</id><published>2010-05-14T10:04:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T10:16:26.506+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>1971: 4004 Mikroprosesor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yyReaKNtI/AAAAAAAAABg/PlkYfOVf1fE/s1600/4004M.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yyReaKNtI/AAAAAAAAABg/PlkYfOVf1fE/s320/4004M.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470943660638615250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Intel 4004 adalah sebuah CPU 4-bit yang merupakan mikroprosesor chip tunggal pertama di dunia. Pada waktu itu, desain CPU lainnya seperti F14 CADC pada tahun 1970 merupakan implementasi dari chip-chip gabungan (multi-chip).&lt;br /&gt;4004 dirilis dalam kemasan CERDIP 16-kaki pada tanggal 15 November 1971. 4004 merupakan prosesor komputer pertama yang dirancang dan diproduksi oleh produsen chip Intel. Orang yang merancang chip tersebut adalah Ted Hoff dan Federico Faggin dari Intel dan Masatoshi Shima dari Busicom.&lt;br /&gt;Rancangan aslinya berasal dari perusahaan Jepang yang bernama Busicom, untuk digunakan pada kalkulator produksinya. 4004 juga disediakan dengan sebuah chip pendukung (misal, ROM program digabung bersama untuk menggunakan alamat program 12-bit 4004, yang mengijinkan akses memori 4 kilobyte dari bus alamat 4-bit bila semua 16 ROM dipasang).&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis&lt;br /&gt;1.  Clock speed : 740 kHz&lt;br /&gt;2.  Program dan penyimpanan data yang terpisah (yaitu, sebuah arsitektur Harvard). &lt;br /&gt;    Berlainan dengan rancangan arsitektur Harvard lainnya yang menggunakan bus yang &lt;br /&gt;    terpisah. 4004, karena ingin mengurangi jumlah pin, menggunakan sebuah bus 4-bit &lt;br /&gt;    tunggal dimultiplex untuk mentransfer : &lt;br /&gt;3.  12-bit bus address&lt;br /&gt;4.  Instruksi 8 bit, dengan memori terpisah&lt;br /&gt;5.  4-bit bus data&lt;br /&gt;6.  Set instruksi yang terdiri dari 46 instruksi (di mana 41 diantaranya memiliki &lt;br /&gt;    lebar 8 bit dan 5 lebar 16 bit)&lt;br /&gt;7.  Set register terdiri dari 16 register masing-masing 4 bit&lt;br /&gt;8.  Tumpukan subroutine internal memiliki kedalaman 3 tingkat.&lt;br /&gt;9.  Jumlah transistor : 2250&lt;br /&gt;10. Packging : 16 pin CerDIP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6437052687104029002?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6437052687104029002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1971-4004-mikroprosesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6437052687104029002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6437052687104029002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/1971-4004-mikroprosesor.html' title='1971: 4004 Mikroprosesor'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-yyReaKNtI/AAAAAAAAABg/PlkYfOVf1fE/s72-c/4004M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7438326824682637308</id><published>2010-05-14T09:44:00.004+08:00</published><updated>2010-05-14T10:02:44.406+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pengertian Pendidikan</title><content type='html'>Pendidikan, seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasan pun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Berikut ini adalah beberapa pengertian tentang pendidikan yang di dapat dari berbagai sumber. &lt;br /&gt;1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan &lt;br /&gt;   proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya &lt;br /&gt;   untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, &lt;br /&gt;   kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan &lt;br /&gt;   masyarakat.&lt;br /&gt;2. Pendidikan menurut pengertian Yunani adalah pedagogik, yaitu ilmu menuntun anak. &lt;br /&gt;3. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, &lt;br /&gt;   tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. &lt;br /&gt;4. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai erziehung yang setara dengan educare, &lt;br /&gt;   yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. &lt;br /&gt;5. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok &lt;br /&gt;   orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, &lt;br /&gt;   proses perbuatan, dan cara mendidik. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)&lt;br /&gt;6. Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani &lt;br /&gt;   anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak &lt;br /&gt;   yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. (Ki Hajar Dewantara)&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. &lt;br /&gt;  Di bawah ini dikemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan &lt;br /&gt;   pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai kebudayaan &lt;br /&gt;   tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3 &lt;br /&gt;   bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok, diteruskan misalnya &lt;br /&gt;   nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab dan lain-lain. Yang kurang cocok, &lt;br /&gt;   diperbaiki misalnya tata cara pesta perkawinan, dan yang tidak cocok, diganti &lt;br /&gt;   misalnya pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks &lt;br /&gt;   melalui pendidikan formal. &lt;br /&gt;     Dengan menyadari bahwa sistem pendidikan itu merupakan subsistem dari sistem &lt;br /&gt;   pembangunan nasional maka misi pendidikan sebagai transformasi budaya harus &lt;br /&gt;   sinkron dengan beberapa pernyataan GBHN yang memberikan tekanan pada upaya &lt;br /&gt;   pelestarian dan pengembangan kebudayaan, yaitu sebagai berikut&lt;br /&gt;   (BP.7.Pusat,1990:109-110). &lt;br /&gt;   a. Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, rasa &lt;br /&gt;      dan karsa bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;   b. Kebudayaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa harus tetap &lt;br /&gt;      dipelihara, dibina, dan dikembangkan sehingga mampu menjadi penggerak bagi &lt;br /&gt;      perwujudan cita-cita bangsa di masa depan. &lt;br /&gt;   c. Perlu ditumbuhkan kemampuan masyarakat untuk mengangkat nilai-nilai sosial &lt;br /&gt;      budaya daerah yang luhur serta menyerap nilai-nilai dari luar yang positif dan &lt;br /&gt;      yang diperlukan bagi pembaruan dalam proses pembangunan. &lt;br /&gt;   d. Perlu terus diciptakan suasana yang mendorong tumbuh dan berkembangnya &lt;br /&gt;      disiplin nasional serta sikap budaya yang mampu menjawab tantangan pembangunan &lt;br /&gt;      dengan dikembangkan pranata sosial yang dapat mendukung proses pemantapan &lt;br /&gt;      budaya bangsa. &lt;br /&gt;   e. Usaha pembaruan bangsa perlu dilanjutkan di segala bidang kehidupan, bidang &lt;br /&gt;      ekonomi, dan sosial budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan &lt;br /&gt;   yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta &lt;br /&gt;   didik. &lt;br /&gt;     Sistematis oleh karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap-tahap &lt;br /&gt;   bersinambungan (prosedural) dan sistemik oleh karena berlangsung dalam semua &lt;br /&gt;   situasi dan kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi (lingkungan rumah, &lt;br /&gt;   sekolah, dan masyarakat). &lt;br /&gt;     Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi &lt;br /&gt;   mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa, dan bagi mereka yang &lt;br /&gt;   sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir disebut pendidikan diri sendiri &lt;br /&gt;  (zelf vorming). Kedua-duanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan. &lt;br /&gt;     Bagi mereka yang sudah dewasa tetap dituntut adanya pengembangan diri agar &lt;br /&gt;   kualitas kepribadian meningkat serempak dengan meningkatnya tantangan hidup yang &lt;br /&gt;   selalu berubah. Dalam hubungan ini dikenal apa yang disebut pendidikan sepanjang &lt;br /&gt;   hidup. Pembentukan pribadi mencakup pembentukan cipta, rasa, dan karsa (kognitif, &lt;br /&gt;   afektif, dan psikomotor) yang sejalan dengan pengembangan fisik. &lt;br /&gt;     Dalam posisi manusia sebagai makhluk serba terhubung, pembentukan pribadi &lt;br /&gt;   meliputi pengembangan penyesuaian diri terhadap lingkungan, terhadap diri &lt;br /&gt;   sendiri, dan terhadap Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pendidikan sebagai penyiapan warga Negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang &lt;br /&gt;   terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Bagi &lt;br /&gt;   kita warga negara yang baik diartikan selaku pribadi yang tahu hak dan kewajiban &lt;br /&gt;   sebagai warga Negara, hal ini ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 &lt;br /&gt;   yang menyatakan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum &lt;br /&gt;   dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tak ada &lt;br /&gt;   kecualinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing &lt;br /&gt;   peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar &lt;br /&gt;   berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan kerja pada calon luaran. &lt;br /&gt;   Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok &lt;br /&gt;   dalam kehidupan manusia. &lt;br /&gt;     UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas &lt;br /&gt;   pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam GBHN (BP. 7 Pusat, &lt;br /&gt;   1990:70-96) sebagai arah dan kebijaksanaan pembangunan umum butir 22 dinyatakan &lt;br /&gt;   mengembangkan SDM dan menciptakan angkatan kerja Indonesia yang tangguh, mampu, &lt;br /&gt;   dan siap bekerja sehingga dapat mengisi semua jenis, tingkat lapangan kerja dalam &lt;br /&gt;   pembangunan nasional. &lt;br /&gt;     Selanjutnya dalam butir 23 dinyatakan meningkatkan pemerataan lapangan kerja &lt;br /&gt;   dan kesempatan kerja serta memberikan perhatian khusus pada penanganan angkatan &lt;br /&gt;   kerja usia muda. Butir 10 tentang tenaga kerja berisi pernyataan sebagai berikut.&lt;br /&gt;   a. Arah pembangunan ketenagakerjaan ialah pada peningkatan harkat, martabat, dan &lt;br /&gt;      kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;   b. Meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan yang terpadu dan menyeluruh yang &lt;br /&gt;      bersifat nasional.&lt;br /&gt;   c. Menyempurnakan sistem informasi ketenagakerjaan yang mencakup penyediaan dan &lt;br /&gt;      permintaan tenaga kerja. &lt;br /&gt;   d. Meningkatkan upaya perlindungan tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja &lt;br /&gt;      wanita &lt;br /&gt;   Isi dari butir tersebut mencakup: &lt;br /&gt;   Pengadaan tenaga kerja, penyediaan kesempatan lapangan kerja, perencanaan &lt;br /&gt;   terpadu, penyempuranaan sistem informasi untuk penyediaan dan pemasaran tenaga&lt;br /&gt;   kerja, dan perlindungan tenaga kerja. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Definisi Pendidikan Menurut GBHN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     GBHN 1988 (BP 7 Pusat, 1990:105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional &lt;br /&gt;   sebagai berikut : Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa &lt;br /&gt;   Indonesia dan berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan &lt;br /&gt;   untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan &lt;br /&gt;   manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang &lt;br /&gt;   Maha Esa, berkualitas, dan mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan &lt;br /&gt;   masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan &lt;br /&gt;   bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. &lt;br /&gt;     Definisi tersebut menggambarkan terbentuknya manusia yang utuh sebagai tujuan &lt;br /&gt;   pendidikan. Pendidikan memperhatikan kesatuan aspek jasmani dan rohani, aspek &lt;br /&gt;   diri (individualitas) dan aspek sosial, aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, &lt;br /&gt;   serta segi serba keterhubungan manusia dengan dirinya (konsentris), dengan &lt;br /&gt;   lingkungan sosial dan alamnya (horizontal), dan dengan Tuhannya (vertikal).  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7438326824682637308?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7438326824682637308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/pendidikan-seperti-sifat-sasarannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7438326824682637308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7438326824682637308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/pendidikan-seperti-sifat-sasarannya.html' title='Pengertian Pendidikan'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-897364935846140802</id><published>2010-05-14T09:35:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T09:44:11.504+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Virus'/><title type='text'>Trojan Horse</title><content type='html'>Trojan adalah program kecil yang secara efektif memberikan remote control kepada hacker untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Beberapa hal umum yang dapat dilakukan oleh Trojan adalah seperti berikut.&lt;br /&gt;1.  Membuka dan menutup CD-ROM&lt;br /&gt;2.  Menangkap atau mengambil screenshot dari komputer seseorang&lt;br /&gt;3.  Merekam semua penekanan tombol pada keyboard dan mengirimkan hasilnya kepada &lt;br /&gt;    hacker&lt;br /&gt;4.  Akses penuh ke semua file dan drive pada komputer korban&lt;br /&gt;5.  Kemampuan untuk menggunakan komputer korban sebagai jembatan untuk melakukan &lt;br /&gt;    aktivitas hacking lainnya&lt;br /&gt;6.  Menonaktifkan keyboard dan mouse&lt;br /&gt;7.  Menghapus file&lt;br /&gt;8.  Mengambil dan mengirim file&lt;br /&gt;9.  Menjalankan program-program aplikasi&lt;br /&gt;10. Menampilkan gambar&lt;br /&gt;11. Mengintip program-program yang sedang dijalankan&lt;br /&gt;12. Menutup program-program yang dijalankan&lt;br /&gt;13. Mematikan komputer&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jenis-jenis Trojan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trojan hampir sama halnya dengan virus dan worm, yakni memiliki varian yang lumayan banyak dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Ada sumber yang mengatakan saat ini telah beredar tidak kurang dari 650 buah Trojan. Bahkan ada pendapat lain yang mengatakan jumlahnya sudah mencapai ribuan. Jumlah yang disebutkan tersebut berdasarkan dari jumlah Trojan yang berhasil terdeteksi keberadaannya, sedangkan untuk yang tidak terdeteksi bisa jadi jumlahnya sangat banyak dan dapat dipastikan jumlahnya akan terus bertambah.&lt;br /&gt;Dari berbagai macam Trojan yang telah beredar, dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri-cirinya. Menurut Dancho Danchev, Trojan dapat diklasifikasikan menjadi delapan jenis yakni :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Trojan Remote Access&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trojan Remote Access merupakan trojan yang paling populer saat ini. Banyak hacker menggunakannya dengan alasan fungsi yang banyak dan sangat mudah dalam penggunaannya. Prosesnya adalah menunggu seseorang menjalankan trojan yang berfungsi sebagai server dan jika hacker telah memiliki IP Address korban, maka ia dapat mengendalikan komputer korban secara penuh dari jarak jauh. Contoh jenis trojan Remote Access adalah Back Orifice (BO) dan Deep Back Orifice (Deep BO) yang dibuat oleh kelompok hacker yang bernama “cDc”, yang mana trojan ini terdiri dari BOSERVE.EXE yang dijalankan dikomputer korban dan BOGUI.EXE yang dijalankan oleh penyerang untuk mengakses komputer korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Trojan Password Sender&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari trojan ini adalah mengirimkan password yang berada pada komputer korban atau di Internet ke suatu e-mail khusus yang telah disiapkan sebelumnya. Contoh password yang disadap musalnya untuk ICQ, IRC, FTP, HTTP, POP3, Telnet dan aplikasi lain yang memerlukan user untuk login dengan password. Kebanyakan torjan jenis ini menggunakan port 25 untuk mengirimkan e-mail. Jenis ini sangat berbahaya jika komputer terdapat password yang sangat penting. Contoh jenis trojan ini adalah Brutus yang diciptakan akhir tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Trojan File Transfer Protocol (FTP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trojan FTP merupakan trojan yang paling sederhana dan dianggap sebagai trojan yang ketinggalan  zaman. Hal ini karena ia hanya memiliki satu fungsi yang dapat dijalankan yakni membuka port 21 di komputer korban yang mempermudah seseorang memiliki FTP client untuk memasuki komputer korban tanpa password serta melakukan download ataupun upload file.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Keylogger&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keylogger termasuk dalam jenis trojan yang sederhana dan ada juga yang menggunakan itstilah Spyware. Keylogger ini memiliki fungsi merekam atau mencatat ketukan tombol saat korban melakukan pengetikan dan menyimpannya dalam bentuk logfile. Apabila diantara ketukan tersebut adalah mengisi username dan password, maka keduanya dapat diperoleh oleh hacker dengan membaca logfile. Trojan ini dapat dijalankan saat komputer online maupun offline. Hasil dari logfile ini ada yang dikirimkan melalui e-mail yang telah khusus disiapkan oleh hacker. Contoh dari keylogger ini adalah Spyagent, Magic Latern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Trojan Penghancur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trojan ini merupakan satu-satunya trojan yang memiliki fungsi menghancurkan dan menghapus file. Trojan penghancur ini termasuk jenis trojan sederhana dan mudah dalam penggunaannya, namun memiliki kemampuan yang sangat berbahaya. Sekali terinfeksi maka sebagian bahkan semua file sistem akan hilang. Trojan ini secara otomatis menghapus semua file sistem pada komputer korban (contohnya file dengan ekstensi *.dll, *.ini, atau *.exe). Trojan diaktifkan oleh penyerang atau bekerja seperti sebuah logic bomb dan mulai bekerja dengan waktu yang telah ditentukan oleh pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Trojan Denial of Service (DoS) Attack&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trojan DoS Attack saat ini termasuk yang paling populer. Trojan ini memiliki kemampuan untuk menjalankan Distributed DoS (DDoS), jika memiliki korban yang cukup. Gagasan utamanya adalah jika penyerang memiliki 200 korban pemakai ADSL yang telah terinfeksi, kemudian mulai menyerang korban secara serempak. Sehingga hasilnya adalah lalu lintas data yang sangat padat karena permintaan yang bertubi-tubi dan melebihi kapasitas bandwidth korban. Hal tersebut menyebabkan akses Internet menjadi tertutup. Wintrinoo adalah suatu tool DDoS yang populer baru-baru ini. Jika penyerang telah menginfeksi pemakai ADSL, maka beberapa situs utama Internet akan collaps.&lt;br /&gt;Variasi yang lain dari sebuah trojan DoS adalah trojan mail-bomb. Tujuan utamanya adalah untuk menginfeksi sebanyak mungkin komputer dan melakukan penyerangan secara serempak ke alamat e-mail yang spesifik maupun alamat lain yang spesifik dengan target yang acak dan muatan/isi yang tidak dpat disaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Trojan Proxy/Wingate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan corak yang menarik diterapkan oleh pembuat trojan untuk mengelabui korban dengan memanfaatkan suatu Proxy/Wingate server yang disediakan untuk seluruh dunia atau hanya untuk penyerang saja. Trojan Proxy/Wingate digunakan pada Telnet yang tanpa nama, ICQ, IRC, dan untuk mendaftarkan domain dengan nomor kartu kredit yang telah dicuri serta untuk aktivitas lain yang tidak sah. Trojan ini melengkapi penyerang dengan keadaan tanpa nama dan memberikan kesempatan untuk berbuat segalanya terhadap komputer korban dan jejak yang tidak dapat ditelusuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Software Detection Killer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa trojan telah dilengkapi dengan kemampuan melumpuhkan fungsi software pendeteksi, tetapi ada juga program yang berdiri sendiri dengan fungsi yang sama. Contoh software pendeteksi yang dapat dilumpuhkan fungsinya adalah Zone Alarm, Norton Antivirus, BlackICE Defender, dan program antivirus atau firewall yang lain. Ketika software pendeteksi dilumpuhkan, penyerang akan memiliki akses penuh ke komputer korban, melaksanakan beberapa aktivitas yang tidak sah, dan menggunakan komputer korban untuk menyerang komputer yang lain. Contoh trojan ini adalah AntiPC Trojan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber Trojan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemakai komputer/internet yang memiliki pengetahuan terbatas seputar asal muasal Trojan. Mereka beranggapan bahwa trojan berasal dari proses download dan menjalankan server.exe. sebenarnya banyak jalan atau sumber trojan untuk menginfeksi komputer seseorang yang berawal dari menggunakan trojan untuk aktivitas yang tidak sah&lt;br /&gt;Komputer korban dapat disusupi trojan dengan berbagai macam cara atau berasal dari sumber-sumber tertentu. Sumber-sumber tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. IQC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ICQ adalah media komunikasi yang populer. Namun, sebenarnya ICQ merupakan media yang sangat mungkin mengakibatkan komputer seseorang terkena Trojan, terutama sewaktu seseorang mengirimkan file. Terdapat bug pada ICQ yang memungkinkan seseorang mengirimkan file *.exe ke orang lain, tetapi file tersebut akan seperti file *.bmp atau *.jpg atau jenis file lain sesuai keinginan. Hal ini sangat berbahaya. Pengirim dapat mengirimkan file *.exe tapi dengan bentuk *.jpg atau *.bmp dan mengatakan bahwa itu foto si pengirim. Penerima akan menerima file tersebut dan menjalankannya dengan rasa aman, karena file yang diterima berupa file gambar. Jika pengirim adalah seorang penyerang, maka dengan mudah menyusupkan file trojan ke dalam komputer penerima (korban). Hal inilah yang menyebabkan orang ragu menggunakan ICQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. IRC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Media yang digemari banyak orang adalah chatting menggunakan IRC (Internet Relay Chat). Seperti halnya ICQ, IRC merupakan media penyebaran trojan yang efektif. Cara yang digunakan juga hampir sama dengan ICQ, yaitu dengan cara mengirimkan file-file tertentu yang menarik bagi pemakai IRC dan di dalam file tersebut telah disisipkan program trojan. Tawaran dari pengirim yang sekaligus sebagai penyerang misalnya dengan hal-hal yang bersifat pornografi, software untuk melakukan akses internet secara bebas, hacking program Hotmail. Target utama penyerang biasanya adalah pemakai baru internet (newbies) maupun pemakai lama tapi belum mengetahui tentang keamanan dalam ber-internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Attachment (Lampiran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Attachment dalam e-mail juga merupakan media penyebaran trojan. Banyak hacker menggunakan media ini, karena ini merupakan salah satu media yang efektif untuk menyerang korban secara massal dengan cara mengirimkan e-mail. Attachment yang dikirimkan berisi hal-hal yang menarik misalnya pornografi, layanan bebas ber-internet, password. Selain dengan cara tersebut, penyerang juga menggunakan cara lain yaitu dengan menyadap e-mail address dan attachment dari seseorang yang sedang mengirimkan e-mail ke temannya. Setelah disadap oleh penyerang, attachment disisipi program trojan dan kemudian dikirimkan ke target e-mail. Penerima e-mail akan merasakan bahwa e-mail yang dikirimkan berasal dari temannya dan tanpa ragu-ragu membuka attachment yang telah tersisipi trojan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-897364935846140802?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/897364935846140802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/trojan-horse.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/897364935846140802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/897364935846140802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/trojan-horse.html' title='Trojan Horse'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4854388925311123237</id><published>2010-05-14T09:31:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T09:35:00.419+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Virus'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Virus Komputer</title><content type='html'>Seperti halnya manusia yang memiliki sejarah, virus pun demikian. Berikut adalah sejarah mengenai virus sejak hadirnya virus pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Elk Cloner (1981)&lt;br /&gt;Virus pertama kali ditemukan pada tahun 1981, terdapat pada komputer Apple II, bernama Elk Cloner . Virus ini menampilkan beberapa rangkaian kata seperti berikut :&lt;br /&gt;It will get on all your disks&lt;br /&gt;It will infiltrate your chips&lt;br /&gt;Yes it’s Cloner!&lt;br /&gt;It will stick to you like glue&lt;br /&gt;It will modify ram too&lt;br /&gt;Send in the Cloner!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Virdem (1986)&lt;br /&gt;Pada tahun 1986 dua orang bersaudara dari Pakistan menganalisis tentang boot sector sebuah disket dan mengembangkan sebuah metode untuk menginfeksi dengan sebuah virus dan diberi nama “Brain”. Karena penyebaran serta perkembangannya terjadi pada sistem operasi MS-DOS, maka virus tersebut termasuk jenis virus stealth yang pertama. Pemikiran tersebut dicetuskan dari eksperimen Fred Cohen dan virus Apple II. Pada tahun yang sama lahir Trojan yang pertama dalam bentuk program Shareware, yaitu Trojan PC-Write.&lt;br /&gt;Masih pada tahun yang sama, seorang programer bernama Ralph Burger mengetahui bahwa sebuah program dapat membuat duplikat dirinya sendiri. Caranya dengan menambahkan kodenya ke dalam fiel eksekusi DOS. Virus pertamanya diberi nama “Virdem”. Hal ini kemudian pada sebuah forum komputer “Underground” pada bulan Desember 1986. Virdem merupakan virus file yang pertama yang mana ia akan menulis dirinya pada awal file *.COM atau pada drive A:\. Terdapat beberapa keluarga Virdem dengan efek yang berbeda-beda, misalnya Virdem.1542 memiliki kemampuan menghapus layar, Virdem.824 menampilkan pesan “Datum falsch. Bitte DATE aufrufen”, serta masih banyak lagi jenis videm yang lain dengan kemampuan yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lehigh (1987)&lt;br /&gt;Pada tahun 1987 virus file mulai bermunculan. Kebanyakan virus tersebut menyerang file dengan ekstensi *.COM, khususnya Command.com. serangan pertama terhadap file Command.com dilakukan virus Lehigh. Pada masa itu pembuatan virus juga menyerang file *.EXE, seperti virus Suriv-02. Dengan penyebaran yang cepat worm menyerang komputer mainframe milik IBM sepanjang tahun itu dan dikenal dengan nama “The IBM Chrismast Worm”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MacMag (1988)&lt;br /&gt;MacMag merupakan virus pada Macintosh yang pertama kalinya. Pada tahun itu juga Worm Internet menyebabkan krisis pada Internet dan mematikan banyak komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. AIDS Trojan (1989)&lt;br /&gt;Pada tahun ini terkenal dengan trojan yang bernama AIDS Trojan yang mana memiliki karakter menahan simpanan data. Virus tersebut menyebar sebagai program informasi AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Exchange (1990)&lt;br /&gt;Virus exchange pertama (VX) BBS berawal dari Bulgaria. Pembuat virus tersebut dapat menukar kode dan mengubah tujuannya. Masih pada tahun yang sama, buku tentang penulisan virus yang ditulis oleh Mark Ludwig diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tequila (1991)&lt;br /&gt;Tequila adalah virus polymorphic yang pertama. Virus ini berasal dari Switzerland. Ia dapat mengubah diri sebagai usaha untuk menghindari deteksi dari antivirus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Toolkit Pembuat Virus (1992)&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 “the Dark Avenger Mutation Engine (DAME)” menjadi toolkit pertama yang dapat digunakan untuk mengubah virus menjadi virus polymorphic. Pada tahun ini “Virus Creation Laboratory (VCL)” menjadi perangkat pembuat virus yang pertama. Media lainnya yang terkenal adalah Michelangelo.&lt;br /&gt;Hingga saat ini toolkit virus terus berkembang dengan berbagai macam versi, misalnya “The Walrus Macro Virus Generator (WMVG)” merupakan toolkit untuk membuat virus macro, bahkan ada yang beranggapan bahwa membuat sebuah virus ibarat membuat mie instant, tinggal direbus air secukupnya jadilah sebuah bak mie siap saji dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Concept (1995)&lt;br /&gt;Tahun 1995 merupakan tahunnya virus, namun meskipun begitu belum sampai mencetak hits alias belum menjadi masalah yang terlalu serius. Virus-virus yang muncul diantaranya NightFall, Nostardamus, Nutcracker, Bisexual, DieHard2. Akan tetapi, pada tahun ini penyebaran virus menjadi lebih cepat. Virus macro pertama mulai dikembangkan untuk menyerang Microsoft Word yang bernama Concept.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Staog (1996)&lt;br /&gt;Semenjak berkembang, virus lebih banyak menyerang sistem operasi Windows. Sehingga banyak orang beranggapan bahwa Windows bukanlah sebuah sistem operasi yang kebal terhadap virus. Akibatnya banyak orang beralih menggunakan sistem operasi Linux, karena jarang bahkan tidak pernah terdengan kabar Linux terkena serangan virus. Namun setelah banyak orang migrasi menggunakan Linux, tahun 1996 anggapan bahwa Linux merupakan sistem operasi yang kebal virus terpatahkan, karena Linux mendapat serangan sebuah virus yang bernama Staog. Sehingga muncul anggapan selama ada sistem operasi maka virus pasti akan tetap ada.&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama juga merupakan epidemi virus bagi Windows 3.x. Muncul Boza yang dirancang khusus menyerang file-file Windows 95. Laroux adalah virus macro bagi Microsoft Excel. Staog dan Boza dibuat oleh kelompok yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Strange Brew (1998)&lt;br /&gt;Strange Brew adalah virus Java pertama dan Back Orifice yang dibuat oleh kelompok yang bernama “The Cult of  The Dead Cow (cDc)” adalah trojan yang pertama yang dirancang sebagai tool kendali jarak jauh (remote administrator) yang mengijinkan seseorang mengambil alih komputer seseorang mengambil alih komputer orang lain via internet. Virus macro untuk Microsoft Access mulai muncul juga pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Melissa (1999)&lt;br /&gt;Melissa adalah hasil kombinasi virus yang pertama antara virus Macro Ms. Word dan Worm untuk menggunakan buku alamat Outlook dan Outlook Express yang dapat mengirimkan dirinya kepada yang lain melalui email. Virus ini muncul pada bulan Maret. Corner adalah virus pertama yang menyerang file-file Ms. Project. Tristate adalah multi program pertama macro virus yang menyerang file Ms. Word, Excel, dan Powerpoint. Bubbleboy adalah worm pertama yang akan aktif ketika seorang pengguna membuka pesan email dari Microsoft Outlook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Love Letter (2000)&lt;br /&gt;Pada bulan Mei, worm Love Letter (Surat Cinta) menjadi worm yang menyebar paling cepat pada saat itu. Worm ini dibuat oleh seorang anak muda asal Makati, Filipina yang bernama Oneil de Gusmann bersama kelompok hacker yang bernama Grammersoft. Untuk menyebarkan worm ini, ia menggunakan jasa trojan Barok hasil ciptaannya. Worm ini mematikan semua sistem email di seluruh dunia. Agustus 2000 muncul trojan pertama yang dikembangkan untuk Palm PDA yang disebut Liberty. Streams menjadi bukti pertama dari rencana konsep virus NTFS Alternate Data Streams yang terjadi pada awal September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Worm Gnuman (2001)&lt;br /&gt;Worm Gnuman muncul pada akhir Februari. Worm ini menutupi dirinya dari sistem file sharing Gnutela. Pada bulan Maret diluncurkan sebuah bukti rancangan virus untuk menyerang dua sistem operasi sekaligus, yaitu Windows dan Linux. Pada awal Agustus, worm PeachyPDF-A menjadi worm pertama yang menyebar menggunakan software Adobe pada file *.PDF. Ini hanya terjadi pada full version bukan pada viewer PDF yang free. Pada tahun yang sama, lahir berbagai virus lainnya, seperti worm Nimda, Sircam, CodeRed, dan BadTrans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. LFM-926 (2002)&lt;br /&gt;Awal Januari 2002 virus LMF-926 muncul sebagai virus pertama yang menyerang file Shockwave Flash (*.SWF). Dalam tahun yang sama, lahir berbagai worm lain, seperti Sharp-A worm yang dibuat oleh seorang wanita, Donut, SQLSpider, Benjamin, dan Perrun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4854388925311123237?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4854388925311123237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sejarah-perkembangan-virus-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4854388925311123237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4854388925311123237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/sejarah-perkembangan-virus-komputer.html' title='Sejarah Perkembangan Virus Komputer'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1291055469090169094</id><published>2010-05-14T09:25:00.002+08:00</published><updated>2010-05-14T09:31:41.795+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Virus'/><title type='text'>Definisi dan Jenis-Jenis Virus Komputer</title><content type='html'>Ada banyak definisi mengenai virus. Ada yang mendefinisikan virus sebagai suatu software yang bersifat merusak dan memiliki kemampuan memperbanyak diri. Definisi lainnya menyatakan bahwa virus adalah sebuah program yang dapat menempel pada program lain dan memiliki kemampuan memperbanyak diri. Ada yang secara spesifik menyebutkan bahwa virus adalah program yang mereproduksi kodenya sendiri dengan menempelkan diri pada file eksekusi (*.exe atau *.com) yang dijalankan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak definisi mengenai virus, dapat disimpulkan bahwa virus adalah suatu program yang dapat mereplikasi diri dalam sebuah kode program dengan maksud melakukan sesuatu di dalam sistem komputer tanpa disadari oleh pengguna komputer, dan biasanya menyebabkan kerusakan pada komputer yang terinfeksi.&lt;br /&gt;Pada dasarnya jenis virus yang ada banyak sekali. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan definisi yang berbeda pula. Jenis-jenis virus tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Virus File&lt;br /&gt;Virus file menempel pada file program, umumnya file *.EXE atau *COM. Virus file menggunakan teknik yang berbeda untuk menginfeksi file program lainnya. Virus file ini juga dapat menginfeksi file *.SYS, *.DRV, *.BIN, *.OVL dan *.OVY.&lt;br /&gt;Kebanyaka virus file mengawasi semua kegiatan pengguna komputer dan menginfeksi file program lainnya. Virus file lainnya tersebut menginfeksi melalui “serangan langsung” agar virus menginfeksi satu atau beberapa file program ketika pengguna komputer menjalankan file tersebut. Jenis virus ini dapat berpindah dari satu media ke semua jenis medi penyimpanan dan menyebar dalam sebuah jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Virus Sistem&lt;br /&gt;Virus sistem ini juga dikenal sebagai virus boot. Hal ini karena sering terdapat pada disket tanpa sepengetahuan user. Ketika seorang user mulai menghidupkan komputer (atau juga me-restart), virus sistem akan menginfeksi Master Boot Sector dan System Boot Sector jika disket yang terinfeksi berada dalam Floppy Disc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Virus Dropper&lt;br /&gt;Dropper adalah program yang dibuat atau dimodifikasi untuk menginstall sebuah virus pada komputer yang menjadi target serangan. Prinsip dropper sama seperti sebuah amplop yang di dalamnya terdapat virus. Jadi yang menyebar adalah virus, bukan dropper. Di dalam dropper bisa saja terdapat beberapa jenis virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Virus Companion&lt;br /&gt;Vir$us jenis ini sebenarnya hampir sama dengan virus file, namun bedanya adalah ia akan mencari file *EXE untuk membuat sebuah file *.COM dan menyalinnya untuk meletakkan virus itu sendiri. Alasan dari proses tersebut adalah file *.COM berjalan sebelum file *.EXE. Program tersebut akan berjalan seperti biasa dan semuanya kelihatan normal bagi pengguna komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Virus Multipartition&lt;br /&gt;Virus ini merupakan hasil kombinasi dari dari berbagai jenis virus yang berbeda. Virus jenis ini dapat menginfeksi area booting dan file eksekusi dan dapat menginfeksi melalui sebuah jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Virus Macro&lt;br /&gt;Virus ini memiliki tingkah laku yang sama dengan kebanyakan virus, namun virus macro ini dibuat dengan bahasa pemrograman suatu aplikasi bukannya bahasa pemrograman suatu sistem operasi, misalnya macro yang terdapat pada Microsoft Word.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Virus Polymorphic&lt;br /&gt;Mungkin virus polymorphic ini bisa dikatakan sebagai virus yang pintar karena virus ini dapat mengubah strukturnya setelah melaksanakan tugas sehingga sulit dideteksi oleh antivirus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Virus Stealth&lt;br /&gt;Virus stealth adalah jenis virus yang dirancang dapat menyembunyikan diri agar sulit dideteksi. Virus ini menggunakan suatu cara yang cerdik, yakni dengan memodifikasi struktur file untuk menyembunyikan kode program tambahan di dalamnya. Ukuran-ukuran file tidak berubah setelah virus menginfeksi file tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1291055469090169094?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1291055469090169094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/definisi-dan-jenis-jenis-virus-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1291055469090169094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1291055469090169094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/definisi-dan-jenis-jenis-virus-komputer.html' title='Definisi dan Jenis-Jenis Virus Komputer'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-582615098961915031</id><published>2010-05-14T08:52:00.004+08:00</published><updated>2010-05-14T09:25:37.089+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>RANGKAIAN LOGIKA DIGITAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komputer Digital&lt;/span&gt; adalah :&lt;br /&gt; Sebuah sistem digital yang melaksanakan bermacam-macam tugas komputasional.  Dalam computer digital, manipulasi informasi biner dilakukan oleh rangkaian-rangkaian logika yang disebut gerbang-gerbang (gates).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gates&lt;/span&gt; adalah :&lt;br /&gt; Blok-blok piranti keras (hardware) yang menghasilkan sinyal-sinyal biner, 1 atau 0, jika persyaratan-persyaratan input logika dipenuhi.  Hubungan input dan output dari variabel biner untuk setiap gerbang dapat disajikan dalam sebuah tabel yang disebut “tabel kebenaran” (truth table).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG AND&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan And Logic Function, artinya outputnya memiliki nilai 1 jika input A dan input B keduanya merupakan bilangan biner 1.  Dalam hal lain outputnya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG OR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan fungsi inclusive OR, artinya outputnya adalah 1 jika salah satu atau kedua input A dan B bernilai 1.  Dalam hal lain outputnya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG INVERTER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian inverter mengubah logika sensor sebuah sinyal biner.  Rangkaian ini menghasilkan fungsi NOT atau komplemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG NAND (NOT AND)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fungsi NAND adalah logika komplemen dari AND.&lt;br /&gt;GERBANG NOR (NOT OR)&lt;br /&gt;Fungsi NOR adalah logika komplemen dari OR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG EXCLUSIVE OR (XOR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fungsi logika ganjil (odd function).  Gerbang ini menghasilkan logika biner 1 apabila  input A dan B dijumlahkan bernilai ganjil.  Dalam hal lain outputnya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GERBANG EXCLUSIVE NOR (XNOR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fungsi logika genap (even function).  Gerbang ini menghasilkan logika biner 1 apabila  input A dan B dijumlahkan bernilai genap.  Dalam hal lain outputnya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tabel Gerbang Logika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-ymAJnaeTI/AAAAAAAAABY/7yfA3qoT6Ng/s1600/Gates.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-ymAJnaeTI/AAAAAAAAABY/7yfA3qoT6Ng/s320/Gates.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470930168859752754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-582615098961915031?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/582615098961915031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/rangkaian-logika-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/582615098961915031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/582615098961915031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/rangkaian-logika-digital.html' title='RANGKAIAN LOGIKA DIGITAL'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S-ymAJnaeTI/AAAAAAAAABY/7yfA3qoT6Ng/s72-c/Gates.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5260569487879161470</id><published>2010-03-24T08:25:00.001+08:00</published><updated>2010-03-24T08:25:35.176+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>A transformational model for Organizational Memory Systems management with privacy concerns</title><content type='html'>Collaborative activities such as coordination, decision-making and negotiation critically depend on historical information of an organization. This information is usually part of isolated legacy information systems, therefore, it can be inconsistent, redundant and difficult to retrieve and link. Previous research in CSCW has proposed the use of Organizational Memory Systems (OMS) to accumulate, organize, preserve, link and share diverse information coming from various sources, and thus support such collaborative activities. However, there is a need to provide a low-cost feeding process, to embed privacy mechanisms and to support information retrieval capabilities for all users of the OMS, in order to make these solutions useful to a broad range of organizations. As a way to deal with this need, this paper presents a transformational model able to: (a) facilitate the feeding of an OMS based on information stored in legacy information systems, (b) ease the information retrieval process, and (c) embed automatic mechanisms to evolve the information stored in the OMS, through a document privacy lifecycle. This is a low-cost solution that can be implemented using OpenSource technologies.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5260569487879161470?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5260569487879161470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/transformational-model-for.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5260569487879161470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5260569487879161470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/transformational-model-for.html' title='A transformational model for Organizational Memory Systems management with privacy concerns'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3108513296531183247</id><published>2010-03-24T08:23:00.000+08:00</published><updated>2010-03-24T08:24:44.676+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Fine-grained updates in database management systems for flash memory</title><content type='html'>The growing storage capacity of flash memory (up to 640GB) and the proliferation of small mobile devices such as PDAs and mobile phones makes it attractive to build database management systems (DBMSs) on top of flash memory. However, most existing DBMSs are designed to run on hard disk drives. The unique characteristics of flash memory make the direct application of these existing DBMSs to flash memory very energy inefficient and slow. The relatively few DBMSs that are designed for flash suffer from two major short-comings.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;First, they do not take full advantage of the fact that updates to tuples usually only involve a small percentage of the attributes. A tuple refers to a row of a table in a database. Second, they do not cater for the asymmetry of write versus read costs of flash memory when designing the buffer replacement algorithm. In this paper, we have developed algorithms that address both of these short-comings. We overcome the first short-coming by partitioning tables into columns and then group the columns based on which columns are read or updated together. To this end, we developed an algorithm that uses a cost-based approach, which produces optimal column groupings for a given workload. We also propose a heuristic solution to the partitioning problem. The second short-coming is overcome by the design of the buffer replacement algorithm that automatically determines which page to evict from buffer based on a cost model that minimizes the expected read and write energy usage. Experiments using the TPC-C benchmark [S.T. Leutenegger, D. Dias, A modeling study of the TPC-C benchmark, in: Proceedings of ACM SIGMOD, 1993, pp. 22-31] show that our approach produces up to 40-fold in energy usage savings compared to the state-of-the-art in-page logging approach. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3108513296531183247?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3108513296531183247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/fine-grained-updates-in-database.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3108513296531183247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3108513296531183247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/fine-grained-updates-in-database.html' title='Fine-grained updates in database management systems for flash memory'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-981602455367384956</id><published>2010-03-24T08:18:00.001+08:00</published><updated>2010-03-24T08:21:41.706+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>High performance scheduling mechanism for mobile computing based on self-ranking algorithm</title><content type='html'>Due to the rapidly increasing number of mobile devices connected to the Internet, a lot of research is being conducted to maximize the benefit of such integration. The main objective of this article is to enhance the performance of the scheduling mechanism of the mobile computing environment by distributing some of the responsibilities of the access point among the available attached mobile devices. To this aim, we investigate a scheduling mechanism framework that comprises an algorithm that provides the mobile device with the authority to evaluate itself as a resource. The proposed mechanism is based on the "self ranking algorithm" (SRA), which provides a lifetime opportunity to reach a proper solution. This mechanism depends on an event-based programming approach to start its execution in a pervasive computing environment. Using such a mechanism will simplify the scheduling process by grouping mobile devices according to their self-ranking value and assigning tasks to these groups. Moreover, it will maximize the benefit of the mobile devices incorporated with the already existing Grid systems by using their computational power as a subordinate value to the overall power of the system. Furthermore, we evaluate the performance of the investigated algorithm extensively, to show how it overcomes the connection stability problem of the mobile devices. Experimental results emphasized that the proposed SRA has a great impact in reducing the total error and link utilization compared with the traditional mechanism. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mobile computing and commerce are spreading rapidly, replacing or supplementing wired computing. Moreover, the wireless infrastructure upon which mobile computing is built may reshape the entire information technology (IT) field. Therefore, it is fair to say that nowadays, mobile devices have a remarkable high profile in the most common communication devices. Individuals and organizations around the world are deeply interested in using wireless communication, because of its flexibility and its unexpected and fast development. The first solution to the need for mobile computing was to make computers small enough so they could be easily carried. First, the laptop computer was invented; later, smaller and smaller computers, such as 3G, personal digital assistants (PDAs) and other handhelds, appeared. Portable computers, from laptops to PDAs and others, are called mobile devices. In recent years, a great development took place on the Internet and with mobile technologies. Consequently, the next step will be merging these two technologies, leading to the Wireless Internet. The Wireless Internet will be much more than just Internet access from mobile devices; the Wireless Internet will be almost invisible, as people will use mobile services and applications directly. On the other hand, these services and applications will be acting as our agents, conducting searches and communicating with other services and applications to satisfy our needs. Not only will the integration of mobile technology and the Internet paradigm reinforce the development of the new context-aware applications, but it also will sustain traditional features, such as user preferences, device characteristics, properties of connectivity and the state of service and usage history. Furthermore, the context includes features strictly related to user mobility, such as a user's current geospatial location (time and/ or space). As direct use of existing Internet applications in a mobile environment is usually unsatisfactory, services and applications need to take into account the specific characteristics of mobile environments. The next section will provide an overview of mobile devices as well as the present relation model between mobile devices and the Grid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Devices' Development&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The number of individuals and organizations relying on wireless devices is continually increasing. Table 1 represents a statistical study of current and future increase in the sales of wireless equipment and the considerable growth in the sales of mobile phones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Table 1 shows the rapid growth in sales rates of wireless equipment, and they serve the purpose of being a good metric of the flourishing future of mobile computing. From 2001 to 2005, investments on mobile devices are expected to increase by 41% and reach $31 billion. In 2004, the laptops on the market reached 39.7 million. On the other hand, not only did the number of mobile devices and wireless equipment increase, but also the computational power and memory storage. As a result, mobile computing and wireless Internet became a very important research area. This article will approach it from the computational Grid viewpoint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Devices and the Computational Grid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The interaction between mobile devices and the computational Grid, such as depicted in Figure 1, can be classified into two models:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Mobile as a user of Grid resources: The development in the computational power of mobile devices, such as smart phones, PDAs, and so forth, will be limited due to its size, battery life, bandwidth and storage of data. However, when this integration occurs, all of the huge computational power and stored data of the Grid will be available to the mobile client. The mobile clients send their requests to the access point (AP), which can be considered as the Grid gateway; the scheduler is responsible for finding a suitable resource to perform the incoming request (Sanver, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Mobile as a Grid resource: When one mobile device is considered a resource, it will be a very inferior and low-ranking resource compared with a personal computer (PC). Meanwhile, because of the large number of mobile devices that can be used, it can be a worthwhile computational power. Also, because of its large geographical distribution, it can be considered a very excellent data collector, which can be used in many applications, such as geographical information systems, weather news, and so forth. Relatively, there are two approaches to integrate the mobile device into the existing Grid; the first is that all the information of every mobile device is recorded in the scheduler, so every device is considered to be one Grid resource. The second approach is one in which the information of the mobile devices is hidden from the scheduler; it considers all the devices connected to an access point as one Grid resource, and the access point responsible for scheduling tasks on the mobile devices is also connected to it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This article introduces SRA, which will be used to build a mobile computing scheduling mechanism. Before introducing the proposed algorithm, an overview about related work in the scheduling mechanism in the Grid is given, followed by a detailed description of the targeted problem at hand and a proposed framework. Moreover, the proposed SRA will be introduced, along with the simulation used to state the proposed algorithm and, finally, the results of that simulation will be analyzed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RELATED WORK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before elaborating on the problem, five of the most recent systems, especially on scheduling algorithms, are studied (He, 2003; Buyya, 2003; Somasundara, 2004; Berman &amp; Casanova, 2005). Although the researchers have very different parameters and concepts, all of them have two main objectives. The first is to increase the utilization of the system, while the second is to find a suitable resource (as the economic cost, quality of services [QoS], deadline, etc.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Table 2 shows a comparison between the most recent systems. Undoubtedly, one of the common problems that face any system when dealing with a large number of resources is "Load Balancing." Due to the fact that the ranking value of the resources is different, each of these systems endeavors to solve the problem, as illustrated in Table 2. Another problem is how the system will deal with the mobility of clients and resources. Noticeable is the limitation of research that takes into account the mobility of the resources (Nurmi, 2004; Park, 2003). The study of these five systems shows that they are based on different parameters to rank the resource, but the most popular are QoS and the economic cost (He, 2003; Buyya, 2003). The expressions used in Table 2 are explained here:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Backfilling: A technique that tries to fill the gaps in the scheduling operation by executing the low-priority functions in the low-ranking resources that have not been used for a long time. This increases the system's overall utilization and makes a kind of load balancing between the resources (Somasundara, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Resource usage accounts (quotas): Each resource must be assigned to certain functions according to its usage account. Preventing the resource from not being used can be caused by the presence of high QoS resources. This approach gives the scheduler force more functions to be assigned to a certain resource by maximizing its quota (In, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Job proxy: Created when the mobile user submits a job, it is responsible for the interaction between the mobile device and the system. It can also simulate mobile action in case of mobile disconnecting. It does this until the mobile is connected again. If the mission is accomplished and the mobile is still disconnected, it stores the result for a certain time-out duration (Park, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* QoS guided: The QoS Guided scheduler has a kind of intelligence as not to consume the high QoS resource in performing the jobs that need low QoS. It does this to save its power to the other tasks that need this high QoS (He, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCHEDULING AND THE CONNECTION STABILITY PROBLEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The new approach in the computing area is Internet computing. It uses the already existing infrastructure of the Internet and builds its own Grid using devices interconnected to the Internet (Frontier, 2004). This is a very economical approach, because there is no need to build a special infrastructure. On the other hand, a lot of questions and issues raise, such as: "Do we need to build a new infrastructure of a grid to integrate the mobile devices as a grid user or as a grid resource?" and "What about the already existing grid projects?" (Gradwell, 2003; Dail, 2002; Frey, 2001; Berman, 2005). Figure 2 shows how the already existing infrastructure can be ordered and organized to create an infrastructure that helps to integrate the mobile devices with existing Grid systems like Condor, GriPhyN and Grid2003. This infrastructure aims at using huge computational power due to the large number of Internet users. It also aims at using the different services and resources available in the already existing Grid projects. Above all, the main objective is to use the Internet network to connect the mobile devices to the other parts of this infrastructure and to put all these services and computational power available to the mobile device. Finally, it aims at increasing the computational power and number of services of the system by integrating the large number of mobile devices distributed around the world (Saxena, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most important problem that can face any Grid system is to develop a scheduling mechanism to manage such integration. The previous scheduling mechanisms depended on QoS (He, 2003), cost (Buyya, 2002; Barmouta, 2003) or a hybrid between other parameters (In, 2004; Takefusa, 2001) to select the best scheduling decision. Due to this integration and the mobility of the device, a new parameter appeared. This parameter represents the stability of the connection established between the devices and the access point; in other words, the rate of disconnecting and the rate of reconnecting. All of the already existing systems make the scheduler monitor and evaluate the performance and availability of its attached resources. This was acceptable with PCs, but because of the huge number of mobile devices expected to attach to the scheduler, a very high overload on the scheduler can happen. So, the scheduler slows down more and more as the number of the attached resources increases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plan of Solution&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To overcome the overhead resulted from collecting the data at the access point scheduler and storing the historical ones of the mobile device performance, an SRA will be investigated. This algorithm has two key points: The first is to provide the mobile device with the authority to evaluate and rank itself and remove this task from the central point (scheduler). Second is considering the mobility of the resource as important metrics in such an environment. Therefore, the main aim of this algorithm is to calculate a ranking value for each attached mobile device that may be considered as a metric of the mobile performance. Moreover, it will be used to classify the mobile devices into groups to make the process of scheduling simpler and faster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSED FRAMEWORK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figure 3 depicts the framework and system components relationship for the given organization in Figure 2. The following design guidelines must be adhered to: (1) Use opportunistic schedulers introduced in the Condor (Somasundara, 2004), because it is an excellent idea to make a good load balance between high-ranking resources and low-ranking ones (e.g., mobile devices); (2) Use the mobile proxy introduced in Park (2003), but we changed its name from job proxy to our proposed name "mobile proxy" which will be the interface between the mobile client and the other components of the system; and (3) Use multi-schedulers because of the distribution of the considered infrastructure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposed Framework Entities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the following, the entities participating in the given framework are defined and their functions explained, as well as how they interact with each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* The Task Farming Engine (TFE): Responsible for partitioning the requested job into small tasks that will be assigned to resources to perform them using the scheduler and dispatcher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* The Scheduler: Responsible for resource discovery, resource trading, resource selection and tasks assignment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* The Dispatcher: Responsible for the actual assigning of tasks to the resources decided by the scheduler, monitoring execution of the tasks and controlling the process of collecting the different partitions of the job. Finally, it sends the overall result to the job requester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Grid Information System (GIS): Can be considered as the resources characteristics database used by the scheduler to find a suitable resource to perform the requested tasks using the resource QoS, cost, rank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dedicated Scheduler: Each resource is assigned to one dedicated scheduler who has all rights to use the resource at any time except if the resource owner needs his resource. This monopoly may lead to non-functioning of some resources because they are in the resources' list of certain Dedicated Schedulers, besides other high-ranked resources. So, these high-ranked resources will be preferred to the scheduler. This problem may be resolved by the temporary claiming of the resource to another type of scheduler named opportunistic scheduler." This problem causes holes in the scheduling operation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Opportunistic scheduler: When the dedicated scheduler claims some of its resources because they were idle for a long time or they had a low-ranking value, which made them useless for a long time. The opportunistic scheduler tries to use this resource to execute some small tasks that may end before the dedicated scheduler needs the resource again. This operation is named "Backfilling." Note that this method will maximize utilization of the overall system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If a mobile client is connected to an access point, the first step is to create a mobile proxy object, which will be considered as a simulation of the mobile device. So, it may store the hardware specification of the mobile and its current location, and it may also monitor the movement of the mobile from one access point to another. This mobile proxy information will be the base knowledge on which the scheduler builds its work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figure 4 depicts a request-processing scenario. If the mobile client makes a request, this request will be stored in the mobile proxy. Then, it goes to a scheduler using the scheduling mechanism, trying to find a suitable resource to perform this request from its local connected resources. If the access point scheduler does not find a suitable resource, it forwards this request to a higher-level scheduler, which usually has static PCs with more computational power. This scheduler uses the GIS to find a suitable resource. When the resource is located, the dispatch assigns the requested task to this resource. When the task is performed, the outcome returns to the mobile proxy, which is responsible for sending the result to the mobile client in its current location.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSED SRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The idea of the SRA is to reduce the dependability on the access point scheduler and distribute this overhead among the attached mobile devices. This can be done by making every mobile able to evaluate itself. Then, the access point can use this ranking value in the process of scheduling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The trigger to start this algorithm execution depends on the event-based programming approach. The events that were taken into account are: (1) the event of disconnecting the mobile device and its scheduler, because this event means the end of the last connected period; (2) the event of reconnecting the mobile device to its scheduler, because this event means the end of the last disconnected period; and (3) the event of finishing a task, because this event changes the value of the mobile utilization. The self ranking value (R) has two parts: First is the Connectivity metric ("[M.sub.CD]), which can be considered as a metric of performance and connectivity of the mobile device, as well. The second part is the utilization metric (U), which can be considered as a metric of the success of the mobile device in performing the assigned task. When the mobile client has a new ranking value, this value must be sent to the mobile proxy to be entered as a parameter in the scheduling process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The considered parameters to be used in the SRA are: the average number of time units being connected continually ([C.sub.average]), the average number of time units being disconnected continually ([D.sub.average]) and the previous utilization history metric (U). The calculated values of [C.sub.average] and [D.sub.average] will be used as a key to the proposed ranking map, which is used to calculate the first part of the rank value that measures the mobile performance and connectivity. The overall ranking value is assumed to be between 1 and 10. This part represents 80% of this value; this percentage can be changed according to the schedulers' administrators. Figure 5 shows the rank metric map, which is based on two roles, first as the [C.sub.average] value increases, the rank must increase also. Second, as [D.sub.average] value increases, the rank must decrease. The [C.sub.average] and [D.sub.average] is used to calculate values. It works as a coordinator of the connectivity metric (MCD) on the rank metric map. The second part of the ranking value is the metric of the utilization of the mobile devices. So, it is calculated by the ratio between the number of the successful tasks and the number of all tasks. Summation of the two parts will generate the overall ranking value of the mobile device. Figure 6 shows the proposed algorithm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figure 6. SRA for determining mobile device ranking value&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0 Imports the prestored values:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[t.sub.s]: the start of the last reconnection event. [t.sub.e]: the end of the connection period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[T.sub.u]: Time unite defined by the scheduler [N.sub.c]: number of reconnecting event occurring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[N.sub.D]: number of disconnecting event occurring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[C.sub.average]: The average number of time units to being connecting continually&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[D.sub.average]: The average number of time units to being connecting continually&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[N.sub.S]: the number of successfully performed tasks N: total number of tasks assigned to the device.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Wait for incoming event and check it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 If the event is Disconnecting Event at time (t) then:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Replace the prestored value [t.sub.e] with the new value t : [t.sub.e] = t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Calculate the Connection Period [P.sub.c] by using the stored value of [t.sub.s] and [t.sub.e]: [P.sub.c] = [t.sub.e] -[t.sub.s]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Calculate number of time units [X.sub.c] of the connection period [P.sub.c] by using [T.sub.u] provided by the Scheduler : Xc = Pc/Tu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Calculate the new value of [C.sub.average] by using the prestored value of [C.sub.average] and the prestored [N.sub.c]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caverage(new) Caverage (old) * Nc Xc/NC 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 [N.sub.c] = [N.sub.c] + 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6 Calculate the connectivity metric [M.sub.CD] by using the new calculated [C.sub.average] and the prestored [D.sub.average] as coordinates of a point in the "rank metric map".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 if the event is reconnecting Event at time (t) then:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Replace the prestored value [t.sub.s] with the new t :[t.sub.s] = t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Calculate the disconnection Period [P.sub.D] by using the stored value of [t.sub.s] and [t.sub.e]: [P.sub.D] = [t.sub.s] - [t.sub.e]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Calculate number of time units [S.sub.D] of the disconnection period [P.sub.D] by using [T.sub.u] provided by the Scheduler:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XD PD/Tu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Calculate the new value of [D.sub.average] by using the prestored value of [D.sub.average] and the prestored [N.sub.D]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daverage(new) Daverage (old) * ND XD/ND 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 [N.sub.D] = [N.sub.D] +1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Calculate the connectivity metric [M.sub.CD] by using the new calculated [D.sub.average] and the prestored [C.sub.average] as coordinates of a point in the "rank metric map".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if the event is Task finish notification Event at time (t) then:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 if this is a success notification then: [N.sub.S] - [N.sub.S] + 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 N=N+1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Calculate the Utilization metric U using the stored values of [N.sub.S] and N : U=([N.sub.S]/N) * 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally Using the [M.sub.CD] and U values to calculate the Rank Value R as the following:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R = [M.sub.CD] + U&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMULATION MODEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validation of the proposed algorithm is done via simulation. The investigated simulation program is composed of three modules. The first is responsible for generating a random movement path for the mobile devices, while the second is responsible for tracking the generated path, and this will be done through the access point. Finally, the third is responsible for tuning critical parameters values and collecting outputs parameters, which are required to calculate [C.sub.average] and [D.sub.average].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Device Movement Mechanism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The mobile device movement path that will be generated is based on a mechanism that guarantees a random path as follows:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Generate random black-and-white areas as shown in Figure 7a. White areas imply that there is an available connection between the mobile device and the scheduler access point; black areas depict disconnection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Divide the whole area into small rectangular areas, as shown in Figure 7b.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Generate a point within each rectangle at a random position, as shown in Figure 7c.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Save the position of the generated points in an array.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Select one point from the previous array in random fashion to be the starting point of the movement path, as shown in Figure 7d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Select one of the possible eight directions shown in Figure 8 for the next hop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Continue the movement towards the previous selected direction for a random number of hops.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Repeat steps 6 and 7 until the required length of movement path is acquired.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Store all the selected points in steps 6, 7 and 8 to represent a path for mobile device movement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Repeat steps 2-9 to generate another mobile movement path.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figure 9 illustrates some examples of the generated random mobile movement paths based on the previous mechanism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AP and Monitoring the Mobile Device&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This module simulates the AP monitoring of the mobile device movement process. In such a process, the AP sends an "Are you alive?" message. If there is an available connection, the mobile device responses with an "I'm alive" message. The time between sending and receiving is called the response time [T.sub.r]; this time can be determined experimentally. The AP waits for another threshold time [T.sub.th] before sending the next monitoring message. On the other hand, if there is no response for [T.sub.r], the access point will send a message again. According to the response of the previous simulation, the AP reports the mobile device status. Figure 10 shows this process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this point, we have to notice that reducing [T.sub.th] will lead to more accurate results, but on the other hand, the number of messages will increase. This means high-link usage, which is considered from the application point of view to be a bad usage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameters Setting, Collecting, and Calculating&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The different parameters, which are required for comparing the self-ranking against the traditional AP ranking from a network utilization and accuracy point of view, are calculated in this module.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, the speed of the mobile device movement and [T.sub.th] and [T.sub.r] is tuned. Some parameters from the first and second modules are collected and stored, including: the length of the generated path, the number of connections and disconnections during the movement on the path, the total number of "Are you alive?" messages, and the number of messages with and without response. So, [C.sub.average] and [D.sub.average] can be calculated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERFORMANCE ANALYSIS AND DISCUSSION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Based on the previous discussion, on the change of the number of mobile devices used during the experiment (50, 75 and 100 mobiles) or on the change of the value of [T.sub.th] (2, 4 and 6 seconds), various experiments are performed. Two factors were constant: the length of the movement path, which was selected to be relatively long (10000 hop); and [T.sub.r], which was selected to be relatively small (0.5 second). Each of these experiments will be repeated for different movement speeds, from low mobility (with average movement speed of 2 m/s) to high mobility (with average movement speed of 30 m/s).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The average error in calculating the [C.sub.average] and [D.sub.average] has been calculated for each experiment at each used speed, and their summation represents the total error in the experiment. Also, the number of network messages exchanged between AP and the mobile device, in both the AP monitoring and self monitoring, has been counted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figures 11, 12, and 13 show that the percentage of the total error increases rapidly as the movement speed of mobile device increases. This result is expected, because as movement speed increases, the ability of AP to sense the change in the mobile connectivity will be more and more limited. Also, the figures show that when the value of [T.sub.th] increases, the percentage of the total error increases also, while the number of exchanged network messages decreases. This result is expected, because [T.sub.th] represents the time between two monitoring messages; as this time increases, that means reduction in the ability of AP to sense the change in mobile connectivity. The figures show the comparison between the number of exchanged messages between AP and mobile devices in the case of self monitoring and case of AP monitoring. Note that, in the case of AP monitoring, the number approximately doubled more than 70 times compared to the case of self-monitoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONCLUSION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This article points out an overview of the issues of mobile devices integration with the existing Grid. It shows that when some authorization is impeded within the mobile client, every mobile can evaluate its own performance. The traditional method makes an overhead on the scheduler to perform a historical evaluation to the mobile performance, which makes it busy in a secondary task and leaves its main task of scheduling. So, the SRA will be the base of a scheduling mechanism that will schedule the tasks on the mobile devices. The originality of the proposed mechanism concentrates on mobile cooperating with services at the AP. Using such a mechanism will lead to minimizing the calculation time consumed in mobile ranking and evaluating before starting the scheduling process. Moreover, it will lead also to minimizing the amount of stored data at the scheduler and simplifying the scheduling process by grouping the mobile devices according to their self-ranking value and assigning tasks to these groups. Finally, it will result in maximizing the profit of the mobile devices integrated with the already existing Grid systems by using their computational power as an addition to the system's overall power. In brief, the outcome will be maximizing system utilization and making the system more flexible to integrate any new devices without any need to increase the system complexity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this article, we present the newly emerging technical issues for realizing this mobile Grid system, and particularly focus on the job scheduling algorithm to achieve more reliable performance. However, there are still challenging problems, such as limited energy, device heterogeneity, security and so on. We will tackle these issues in future works and develop a prototype of a mobile Grid system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENCES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barmouta, A., &amp; Buyya, R. (2003, April 22-26). GridBank: A Grid Accounting Services Architecture (GASA) for distributed systems sharing and integration. In Proceedings of the Parallel and Distributed Processing Symposium (IPDPS 2003), Nice, France (p. 245). IEEE Computer Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berman, F., &amp; Casanova, H. (2005). New Grid scheduling and rescheduling methods in the GrADS project. International Journal of Parallel Programming, 32(2-3), 209-229.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buyya, R., Abramson, D., &amp; Giddy, J. (2002). Economic models for resource management and scheduling in Grid computing. Concurrency and Computation: Practice and Experience (CCPE) Journal, 14(13-15), 1507-1542.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buyya, R., &amp; Murshed, M. (2002). GridSim: A toolkit for the modeling and simulation of distributed resource management and scheduling for Grid computing. Concurrency and Computation: Practice and Experience (CCPE) Journal, 14(13-15), 1175-1220.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buyya, R., Murshed, M., &amp; Abramson, D. (2003, June 24-27). A deadline and budget constrained cost-time optimization algorithm for scheduling task farming applications on global Grids. In Proceedings of the International Conference on Parallel and Distributed Processing Techniques and Applications (PDPTA'02), Las Vegas, NV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dail, H., Casanova, H., &amp; Berman, F. (2002). A decoupled scheduling approach for the GrADS program development environment. In Proceedings of the 2002 ACM/IEEE Conference on Supercomputing. Conference on High Performance Networking and Computing, Baltimore, MD (pp. 1-14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frey, J. (2001, August 7-9). Condor-G: A computation management agent for multi-institutional Grids. In Proceedings of the Tenth IEEE Symposium on High Performance Distributed Computing (HPDC10), San Francisco, CA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frontier. (2004). The premier Internet computing platform (White Paper). Retrieved from http:// www.parabon.com/clients/ clientWhitePapers.jsp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gradwell, P. (2003). Overview of Grid scheduling systems. Retrieved from http://www.peter.me.uk/phd/writings/ computing-economy-review.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He, X. (2003). A QoS guided scheduling algorithm for Grid computing [Spcial issue Grid computing]. Journal of Computer Science and Technology (JCS&amp;T), 18(4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In, J.-u., &amp; Avery, P. (2004, April). Policy based scheduling for simple quality of service in Grid computing. In Proceedings of the 18th International Parallel and Distributed Processing Symposium (IPDPS 2004), Santa Fe, NM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurmi, D., Wolski, R., &amp; Brevik, J. (2004). Model based checkpoint scheduling for volatile resource environments (Technical Report). Santa Barbara: University of California Santa Barbara, Department of Computer Science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Park, S.-M., Ko, Y.-B., &amp; Kim, J.-H. (2003, December 15-18). Disconnected operation service in mobile Grid computing. In Proceedings of Service-Oriented Computing--ICSOC 2003: First International Conference, Trento, Italy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanver, M., Durairaju, S.P., &amp; Gupta, A. (2004). Should one incorporate mobileware in parallel and distributed computation? In Proceedings of the 10th International Conference on High Performance Computing (HiPC 2003), Hyderabad, India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saxena, N. (2005, April 3-7). New hybrid scheduling framework for asymmetric wireless rnvironments with request repetition. In Proceedings of the Third International Symposium on Modeling and Optimization in Mobile, Ad Hoc, and Wireless Networks (WiOpt'05), Riva del Garda, Trentino, Italy (pp. 368-376).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saxena, N., Basu, K., Das, S.K., &amp; Pinotti, C.M. (2005, April). A dynamic hybrid scheduling algorithm with clients' departure for impatient clients in heterogeneous environments. In Proceedings of the 19th IEEE International Parallel and Distributed Processing Symposium (IPDPS'05), Rhodes Island, Greece.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somasundara, A.A., Ramamoorthy, A., &amp; Srivastava, M.B. (2004, December 5- 8). Mobile element scheduling for efficient data collection in wireless sensor networks with dynamic deadlines. In Proceedings of the 25th IEEE International Real-Time Systems Symposium (RTSS'04), Lisbon, Portugal (pp. 296-305).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistio, A., Yeo, C.S., &amp; Buyya, R. (2003, June). Visual modeler for Grid Modeling and Simulation (GridSim) toolkit. In Proceedings of the International Conference on Computational Science (ICCS 2003), Part III, Melbourne, Australia (pp. 1123-1132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takefusa, A. (2001, August). A study of deadline scheduling for client-server systems on the computational Grid. In Proceedings of the 10th IEEE Symposium on High Performance and Distributed Computing (HPDC'01), San Francisco, CA (p. 406).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu, D. (2003, November 13-15). Divisible load scheduling for Grid computing. In Proceedings of the 16th International Conference on Parallel and Distributed Computing Systems (PDCS 2003), Marina del Rey, CA. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-981602455367384956?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/981602455367384956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/high-performance-scheduling-mechanism.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/981602455367384956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/981602455367384956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/high-performance-scheduling-mechanism.html' title='High performance scheduling mechanism for mobile computing based on self-ranking algorithm'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1075639162958186919</id><published>2010-03-22T19:20:00.001+08:00</published><updated>2010-03-22T19:24:19.450+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Intel Itanium 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dTIbLmy9I/AAAAAAAAABI/Wwzl_fy8K5g/s1600-h/Intel+Itanium2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dTIbLmy9I/AAAAAAAAABI/Wwzl_fy8K5g/s320/Intel+Itanium2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451417278155770834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena Intel Itanium yang pertama merupakan produk gagal, maka dikembangkan prosesor Itanium 2 yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari prosesor Itanium yang terdahulu. Itanium 2 telah memperbaiki semua kekurangan dari Itanium versi terdahulu dan memang ditujukan untuk server perusahaan ketimbang untuk alat komputasi kelas high-end.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itanium 2 yang pertama dikenalkan tahun 2002 dengan code-name McKinley yang merupakan hasil pengembangan dari Intel dan HP. Intel Itanium 2 McKinley berisi 221 juta transistor dimana 25 juta diantaranya dipergunakan untuk unit logic. Intel tidak sendirian dalam pasar server kelas enterprise, AMD pada tahun 2003 memperkenalkan Opteron yang mengimplementasikan arsitektur 64-bit. Opteron dapat dengan cepat diterima pasar karena menyediakan opsi upgrade yang mudah dari arsitektur x86. Intel membalasnya dengan mengeluarkan x86-64 prosesor Xeon-nya pada tahun 2004. Pada tahun 2003, Intel memperkenalkan anggota dari Itanium 2 yang baru, yaitu Madison yang menggunakan proses fabrikasi 130 nm dan merupakan dasar semua prosesor Itanium 2 baru hingga prosesor Montecito.&lt;br /&gt;Pada Maret 2005 Intel mengumumkan sedang mengerjakan prosesor Itanium 2 yang baru dengan code-nama Tukwilla yang akan dikenalkan pada tahun 2007. Tukwilla akan memiliki 4 core prosesor dan mengganti BUS Itanium dengan Common System Interface yang baru, dimana akan dipakai juga oleh prosesor Xeon. Walaupun dijanjikan pada tahun 2007, Tukwilla baru dikenalkan pada akhir 2008. &lt;br /&gt;Pada November 2005 perusahaan yang menggunakan server Itanium dan sejumlah vendor software terkemuka bergabung dalam Itanium Sollutions Alliance dalam rangka memperkenalkan dan mengembangkan arsitektur Itanium. Pada tahun 2006 Intel memperkenalkan Montecito dengan nama pasar Itanium 2 9000 series, sebuah dual core prosesor dengan performa dua kali lipat lebih baik dan hemat energi sampai 20 persen. Lalu pada November 2007, Itanium 2 9100 series dikenalkan dengan code name Montvale. Baru pada 8 Februari 2010 Intel memperkenalkan Itanium 9300 series dengan code name Tukwilla. Tukwilla memakai proses fabrikasi 65 nm dengan 2 sampai 4 core, cache yang dapat mencapai hingga 24 MiB, Hyper Threading Technology dengan memory controller. Mengimplementasikan double-device data correction untuk memperbaiki memoy errors dan menerapkan QPI (Quick Path Interconnect) untuk menggantikan arsitektur BUS Itanium, dimana memiliki kecepatan transfer interprocessor hingga 96 GB/s dan bandwith memori sampai 34 GB/s.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1075639162958186919?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1075639162958186919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-itanium-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1075639162958186919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1075639162958186919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-itanium-2.html' title='Intel Itanium 2'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dTIbLmy9I/AAAAAAAAABI/Wwzl_fy8K5g/s72-c/Intel+Itanium2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4118133068545587402</id><published>2010-03-22T19:14:00.001+08:00</published><updated>2010-03-22T19:19:46.226+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Intel Itanium (Merced)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dSB6s7d2I/AAAAAAAAABA/EscKMNZxlIs/s1600-h/Intel+Itanium.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dSB6s7d2I/AAAAAAAAABA/EscKMNZxlIs/s320/Intel+Itanium.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451416066846324578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti Intel Xeon yang merupakan prosesor dengan mikroarsitektur yang digunakan juga prosesor Intel lainnya, Intel Itanium merupakan prosesor yang menggunakan arsitektur yang sama sekali beda. Intel Intanium merupakan prosesor 64-bit dengan arsitektur Itanium yang dulunya disebut dengan IA-64. Hampir sama dengan Intel Xeon, Intel Itanium ditujukan untuk penggunaan di server-server perusahaan atau untuk sistem dengan komputasi tingkat tinggi. Intel Itanium meninggalkan semua arsitektur yang telah lebih dahulu dikenal dan digunakan secara luas seperti x86.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1989, HP menemukan bahwa arsitektur reduced instruction set computer (RISC) dapat mencapai limit pada satu instruksi dalam satu siklus. Sesuai dengan penemuan tersebut, para peneliti HP mengembangkan arsitektur baru bernama explicity parallel instruction computing (EPIC) yang dapat membuat prosesor untuk mengeksekusi lebih dari satu (multiple) instruksi dalam satu clock cycle. EPIC menerapkan very long instruction world (VLIW), dimana sebuah instruksi yang berupa satu kata dapat berisi instruksi yang majemuk. Dengan EPIC, kompiler dapat menentukan instruksi mana yang dapat dieksekusi dalam waktu yang bersamaan, sehingga tidak diperlukan mekanisme yang rumit untuk menentukan instruksi mana yang akan dieksekusi secara paralel. Tujuan penelitian ini ada dua, yaitu yang pertama untuk memeriksa kode yang berkaitan dengan eksekusi secara paralel dan yang kedua adalah untuk menyederhanakan desain prosesor serta mengurangi konsumsi energi dengan cara mengurangi kebutuhan runtime.&lt;br /&gt;Menyadari kekurangannya dalam bidang mikroprosesor dan tidak efektifnya jika pengembangan dilakukan sendiri, maka HP bermitra dengan Intel pada tahun 1994 untuk mengembangkan arsitektur IA-64 yang berasal dari EPIC. Intel bersedia untuk membantu pengembangan IA-64 dengan harapan bahwa mikroprosesor yang akan dilahirkan dari arsitektur tersebut akan menjadi standar tersendiri dan digunakan secara luas di sistem perusahaan. Bahkan Compaq dan Silicon Graphics memutuskan untuk meninggalkan arsitektur yang mereka kembangkan sendiri yaitu ALPHA dan MIPS untuk bermigrasi ke IA-64.&lt;br /&gt;Beberapa OS terkenal mulai dikembangkan untuk menggunakan arsitektur mikroprosesor tersebut, diantaranya Microsoft Windoes, Linux dan UNIX. Pada tahun 1997 mulai kelihatan kesulitan dalam pengembangan arsitektur tersebut, sangat sulit untuk mengimplementasikan kompilernya. Untuk itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam tentang arsitektur ini. Pada 4 Oktober 1999 barulah Intel mengumumkan nama resmi untuk prosesor barunya yaitu Intel Itanium yang mirip dengan kata Titanic (kapal legendaris yang tenggelam pada tahun 1912).&lt;br /&gt;Pada Juni 2001, Intel melepaskan produknya yaitu Intel Itanium (Merced) ke pasaran. Performa yang ditawarkan tidak dapat dibandingkan dengan prosesor RISC dan CISC. Karena performa yang kurang memuaskan, biaya produksi yang tinggi dan sedikitnya ketersediaan software yang ada maka Intel Itanium ini kurang sukses di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4118133068545587402?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4118133068545587402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-itanium-merced.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4118133068545587402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4118133068545587402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-itanium-merced.html' title='Intel Itanium (Merced)'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dSB6s7d2I/AAAAAAAAABA/EscKMNZxlIs/s72-c/Intel+Itanium.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3158543818507380530</id><published>2010-03-22T19:10:00.002+08:00</published><updated>2010-03-22T19:14:49.554+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Intel Xeon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dQ4-YH-3I/AAAAAAAAAA4/Q5RhOacBxJM/s1600-h/Intel+Xeon+MP+7030.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dQ4-YH-3I/AAAAAAAAAA4/Q5RhOacBxJM/s320/Intel+Xeon+MP+7030.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451414813702355826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Xeon merupakan merk dagang dari Intel Corproration dari mikroprosesor x86 yang ditujukan untuk penggunaan di server dan workstation. Intel Xeon tidak memiliki arsitektur tersendiri seperti Intel Itanium, Xeon hanya perkembangan dari arsitektur yang telah dulu ditemukan dengan core yang sama, tetapi dengan peningkatan beberapa komponen untuk tujuan penggunaan server.&lt;br /&gt;Contohnya beberapa arsitektur yang digunakan Xeon adalah P6, NetBurst, Nehalem dan Core.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prosesor Xeon yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1998, yaitu Pentium II Xeon dengan code-name ‘Drake’ dan kode produk yang sama dengan Pentium II, yaitu 80523. Dimana saat itu Xeon ditujukan untuk menggantikan Pentium Pro dari Intel untuk kalangan server. Xeon saat itu mempunyai clock speed sebesar 450 MHz dengan L2 cache bervariasi antara 512 KB, 1 MB atau 2 MB. Karena cache tambahan yang memerlukan module yang lebih besar, maka Xeon membutuhkan slot yang lebih besar.&lt;br /&gt;Pada tahun 1999, Pentium II Xeon digantikan oleh Pentium III Xeon. Pentium III Xeon yang pertama kali diberi code-name Tanner dengan peningkatan cache controller. Lalu versi yang kedua dengan code-name Cascades. Pada saat ini, Xeon bukanlah merupakan merk dagang tersendiri dari Intel, Xeon merupakan keluarga dari Pentium prosesor. Diberi nama Xeon untuk membedakan penggunaannya untuk kalangan server.&lt;br /&gt;Pertengahan 2001 barulah Xeon benar-benar berdiri sendiri tanpa embel-embel Pentium. Pada saat ini, Xeon tidak lagi menggunakan mikroarsitektur Pentium, tetapi menggunakan arsitektur NetBurst. Walaupun begitu, Foster (code-name dari Intel Xeon pertama yang menggunakan NetBurst) tidaklah terlalu berbeda dari Pentium 4. Pada tahun 2002 Intel memperkenalkan versi 130 nm dari Xeon dengan code name Prestonia yang menerapkan teknologi Intel Hyper Threading dan memiliki 512 KB L2 cache yang berdasar pada core Northwood Pentium 4. Prestonia memiliki kinerja yang lebih baik dari para pendahulunya dan Athlon MP, hal itu menjadikan Prestonia sebagai top-selling prosesor untuk kalangan server dan workstation.&lt;br /&gt;Pada September 2006 prosesor dual core Xeon dengan code name Conroe diperkenalkan. Conroe merupakan prosesor Xeon yang pertama untuk single-CPU operation. Prosesor yang sama juga dikemas dalam merk yang berbeda, yaitu Core 2 Duo atau sebagai Pentium Dual Core dan Celeron dengan berbagai fitur yang ditiadakan. Conroe menggunakan soket LGA 775 dengan 1066 MHz FSB, menerapkan teknologi Enhanced Intel Speedstep Technology dan Intel Virtualization Technology tapi tidak mensupport Hyper-Threading. Prosesor Conroe dengan kode produk berakhiran -5 menggunakan FSB sebesar 1333 MHz. Produk yang hampir sama juga disebut dengan Wolfdale, yang hanya pembentukan ulang dari merk Intel Core 2 Duo dengan proses fabrikasi 45 nm. Wolfdale (tidak seperti proseor Intel Xeon lainnya) hanya mendukung single-CPU operation. Lalu untuk kebutuhan 64-bit dikeluarkan Wolfdale DP. Pada Juni 2006, Intel memperkenalkan dual core CPU dengan code name Woodcrest, yang merupakan prosesor pertama dengan arksitektur Intel Core. Prosesor ini diklaim memiliki performa 80% lebih baik dengan konsumsi daya lebih hemat 20% dari Pentium D.&lt;br /&gt;Pada CPU dengan quad core, Intel memperkenalkan Xeon 3200-series yang merupakan pengemasan ulang dari Core 2 Quad. Untuk Xeon dengan arsitektur Nehalem, prosesor Intel yang pertama diberi code name Lynfield (Xeon 3400-series). Prosesor yang sama juga dipasarkan untuk desktop kelas high-end dengan nama Core i5 dan Core i7. Untuk CPU Xeon 3500-series ‘Bloomfield’ menggunakan proses fabrikasi 45 nm dan menjadi dasar dari CPU desktop Intel Core i7. Seri yang lebih baru yaitu Xeon 5500-series diberi nama Gainestown.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3158543818507380530?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3158543818507380530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-xeon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3158543818507380530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3158543818507380530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/intel-xeon.html' title='Intel Xeon'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yLUaQByfMy8/S6dQ4-YH-3I/AAAAAAAAAA4/Q5RhOacBxJM/s72-c/Intel+Xeon+MP+7030.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5694567959910430054</id><published>2010-03-05T18:04:00.002+08:00</published><updated>2010-03-05T18:08:40.823+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>SetPoint 6.0</title><content type='html'>Logitech SetPoint adalah software yang digunakan untuk menginstal dan kontrol Logitech mouse dan keyboard pada Windows XP dan 2003. Ini berisi driver dan software yang memungkinkan Anda untuk mengambil manfaat penuh dari mouse dan keyboard Anda.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan SetPoint memungkinkan anda untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pengaturan Tombol Mouse - Anda dapat mengubah fungsi dari setiap tombol dan pengaturan yang berbeda untuk program yang berbeda.&lt;br /&gt;    * Gerakan Mouse - Anda dapat mengubah pengaturan gerakan dan kepekaan.&lt;br /&gt;    * Pengaturan Mouse Game - Gamer dapat mengubah pengaturan dalam game dengan sampai 5 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;presets&lt;/span&gt; resolusi yang berbeda, dan memiliki pengaturan terpisah untuk berbagai permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda juga menggunakan keyboard Logitech, SetPoint memungkinkan Anda untuk mengubah fungsi tombol dan pemetaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_logitech_setpoint/download/edd769c0b5809db08c03434d1596a7cc/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5694567959910430054?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5694567959910430054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/setpoint-60.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5694567959910430054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5694567959910430054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/setpoint-60.html' title='SetPoint 6.0'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3458310393136434859</id><published>2010-03-05T18:01:00.002+08:00</published><updated>2010-03-05T18:11:13.133+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Avast! Free Antivirus 5.0.418</title><content type='html'>Avast! Free Antivirus mewakili perlindungan antivirus gratis terbaik saat ini tersedia di pasar. Edisi ini adalah FREE OF CHARGE untuk non-komersial &amp; untuk di rumah (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;non-profit&lt;/span&gt;). Fitur-fiturnya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    * Anti-spyware built-in&lt;br /&gt;    * Web Shield&lt;br /&gt;    * Anti-rootkit built-in&lt;br /&gt;    * Automatic updates&lt;br /&gt;    * Strong self-protection&lt;br /&gt;    * Virus Chest&lt;br /&gt;    * Antivirus kernel&lt;br /&gt;    * System integration&lt;br /&gt;    * Simple User Interface&lt;br /&gt;    * Integrated Virus Cleaner&lt;br /&gt;    * Resident protection&lt;br /&gt;    * Support for 64-bit Windows&lt;br /&gt;    * P2P and IM Shields&lt;br /&gt;    * Internationalization&lt;br /&gt;    * Network Shield&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_avast_antivirus/download/d469b4ab028bdd0e9dd4f66c0110fc85/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3458310393136434859?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3458310393136434859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/avast-free-antivirus-mewakili.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3458310393136434859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3458310393136434859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/avast-free-antivirus-mewakili.html' title='Avast! Free Antivirus 5.0.418'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-680434275637998070</id><published>2010-03-05T17:54:00.000+08:00</published><updated>2010-03-05T18:00:02.546+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>NVIDIA Forceware 196.75 WHQL XP</title><content type='html'>ForceWare NVIDIA merilis perangkat lunak kekuatan penuh dan fitur dalam NVIDIA's desktop, gaming, platform, workstation, laptop, multimedia, dan produk mobile. Memberikan catatan terbukti kompatibilitas, reliabilitas, dan stabilitas dengan jangkauan terluas permainan dan aplikasi, perangkat lunak ForceWare memastikan pengalaman terbaik dengan perangkat keras NVIDIA Anda.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;* Incredible 3D dan video kinerja untuk semua aplikasi Anda.&lt;br /&gt;* Rock-solid stabilitas sistem, kompatibilitas yang lebih besar, dan kehandalan dengan NVIDIA Unified Driver Architecture (UDA).&lt;br /&gt;* Industry-fitur terkemuka untuk grafis, audio, video, komunikasi, penyimpanan, dan keamanan.&lt;br /&gt;* Robust dukungan produk selama lebih dari sepuluh sistem operasi yang unik.&lt;br /&gt;* Continual kinerja produk dan pembaruan fitur untuk kehidupan NVIDIA hardware Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software ini memerlukan Windows 2000, Windows XP, atau Windows 2003 Server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_nvidia_forceware_xp/download/386278afc7944b40f175682542cb7243/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-680434275637998070?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/680434275637998070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/nvidia-forceware-19675-whql-xp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/680434275637998070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/680434275637998070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/nvidia-forceware-19675-whql-xp.html' title='NVIDIA Forceware 196.75 WHQL XP'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3186873737500129807</id><published>2010-03-05T17:48:00.002+08:00</published><updated>2010-03-05T17:54:43.321+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Sistem Informasi Akademik</title><content type='html'>Kehadiran teknologi komputer dengan kekuatan prosesnya telah memungkinkan pengembangan sistem informasi manajemen berbasis komputer. Dengan memanfaatkan teknologi komputer, didapat manfaat berupa kemudahan menyimpan, mengorganisasi dan melakukan pengambilan terhadap berbagai data. Didukung dengan perangkat lunak dan konfigurasi perangkat keras yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem informasi manajemen yang handal dan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Umumnya kejadian yang sering terjadi pada perguruan tinggi ataupun akademi adalah keterbatasan pengolahan data yang dimulai dari pengolahan data untuk saringan ujian masuk calon mahasiswa, pengumuman hasil calon mahasiswa yang lulus, proses pendaftaran ulang, baik bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa yang telah menjadi mahasiwa dari perguruan tinggi tersebut. Kejadian diatas merupakan salah satu proses yang merupakan interaksi antara bagian internal perguruan tinggi ataupun akademis yang diwakilkan oleh pengolahan data ataupun administrasi data yang telah disusun sedemikian rupa dengan proses dan prosedur-prosedur tertentu. Diharapkan dengan adanya suatu sistem pengolahan data antara user yang merupakan mahasiswa dan pengolahan yang merupakan bagian dari sistem akademik yang menerima inputan dari mahasiswa dan mengolahnya untuk melakukan kegiatan transaksi kegiatan perkuliahan dan kegiatan administrasi antara mahasiswa dan perguruan tinggi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan yang sering terjadi pada bagian internal perguruan tinggi adalah banyaknya pengolahan data yang memerlukan pengolahan dalam waktu yang relative singkat. Sebagai contoh antara pengolahan data mahasiswa yang mengambil mata kuliah dan kelas yang dengan pengajar dosen. Pada data-data diatas akan di dapat data-data transaksi berupa, data absensi, data mata kuliah, data transkrip nilai, data jadwal ujian, data biaya pembayaran ( status pembayaran mahasiswa ), data dosen beserta atribut data gaji yang merupakan bagian dari sistem keuangan yang diterapkan pada sisi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum sistem informasi akademik dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Akademik yang menginginkan layanan pendidikan yang terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya.  Sistem Informasi Akademik sangat membantu dalam pengelolaan data nilai mahasiswa, mata kuliah, data staf pengajar (dosen) serta administrasi fakultas/jurusan yang sifatnya masih manual untuk dikerjakan dengan bantuan Software agar mampu mengefektifkan waktu dan menekan biaya operasional.&lt;br /&gt;Sistem informasi Akademik melakukan kegiatan proses administrasi mahasiswa dalam melakukan kegiatan administrasi akademik, melakukan proses pada transaksi belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa, melakukan proses administrasi akademi baik yang menyangkut kelengkapan dokumen dan biaya yang muncul pada kegiatan registrasi ataupun kegiatan operasional harian administrasi akademik. Proses pengolahan data keuangan dilakukan setiap kali terjadi transaksi keuangan yang dilakukan oleh mahasiswa, sehingga pada proses ini Sistem Informasi Akademi dapat melakukan update untuk data mahasiswa. Beberapa bagian yang bersangkutan dengan modul keuangan dapat diintegrasikan dibawah Sistem Informasi Akademik, modul keuangan dapat berupa kegiatan transaksi akutansi ataupun kegiatan transaksi kepegawaian yang merupakan proses yang terjadi pada kegiatan di Universitas ataupun Akademik .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Elemen-Elemen Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Tujuan dari Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umun tujuan dari sistem informasi akademik adalah memberikan informasi tentang kepentingan akademik misalnya saja: data mahasiswa, KRS, KHS, dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b. Masukan (input) dari Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Data Mahasiswa&lt;br /&gt;2. Data dosen&lt;br /&gt;3. Data Mata Kuliah.&lt;br /&gt;4. KRS&lt;br /&gt;5. Daftar Nilai Mahasiswa&lt;br /&gt;6. Data mahasiswa yang sudah lulus&lt;br /&gt;7. Data Keuangan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c. Keluaran (output) dari Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Daftar nama mahasiswa. &lt;br /&gt;2. Daftar nama dosen &lt;br /&gt;3. Jadwal Kuliah&lt;br /&gt;4. KHS, Absen Mahasiswa&lt;br /&gt;5. Daftar Nama Wisudawan&lt;br /&gt;6. Data mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;d. Proses dari Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Masukan data mahasiswa yang didapat dari mahasiswa yang bersangkutan saat registrasi ulang (pendaftaran) dengan keluaran daftar nama mahasiswa.&lt;br /&gt;2. Masukan data dosen yang didapat dari setiap Fakultas yang sudah dikoordinasi dengan jurusan yang memberikan keluaran berupa daftar nama baik itu dosen lama yang masih tetap aktif mengajar, serta daftar nama dosen  baru yang  mulai mengajar.&lt;br /&gt;3. Masukan data mata kuliah yang didapat dari setiap jurusan di lingkungan Universitas dengan memiliki keluaran jadwal kuliah dan jumlah sks tiap mata kuliah yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;4. Masukan KRS didapat dari pilihan mahasiswa untuk mata kuliah yang akan diambil dan dengan ketentuan yang berlaku. Masukan KRS ini memiliki keluaran absen mahasiswa per setiap mata kuliahnya.&lt;br /&gt;5. Masukan daftar nilai mahasiswa didapat dari setiap jurusan di lingkungan Universitas. Mahasiswa wajib mengisi KRS, karena itu merupakan salah satu syarat agar KHS dapat keluar.&lt;br /&gt;6. Masukan daftar nama mahasiswa yang telah lulus yang didapat dari setiap jurusan yang telah dikumpulkan pada fakultas setelah itu ke lembaga yang menghasilkan keluaran berupa daftar nama wisudawan.&lt;br /&gt;7. Masukkan data keuangan yang didapat dari puskom yang telah dikoordinasikan baik pada setiap jurusan melalui fakultas, dengan keluaran data mahasiswa yang masih aktif dan dapat mengikuti perkuliahan semester berikutnya. Proses pengolahan data keuangan dilakukan setiap kali terjadi transaksi keuangan yang dilakukan oleh mahasiswa, sehingga pada proses ini Sistem Informasi Akademi dapat melakukan update untuk data mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;e. Umpan Balik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap mahasiswa mengkoreksi apakah data yang telah mereka isi sama dengan data yang mereka terima karena bisa saja terjadi kesalahan pemasukan data. Jika terjadi kesalahan data mahasiswa maka mahasiswa dapat memperbaikinya dengan cara menginformasikannya ke fakultas dan fakultas yang akan mengurusnya ke lembaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Komponen Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi akademik mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu: komponen input, komponen model,  komponen basis data, dan komponen output. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Komponen Input Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi akademik mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengelolaan data misalnya nilai mahasiswa, mata kuliah, data staf pengajar (dosen) serta administrasi fakultas/jurusan, dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b. Komponen Model Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi akademik banyak digunakan untuk menghasilkan informasi – informasi tentang pengelolaan data mahasiswa, dosen, dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c. Komponen Basis Data Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Data yang digunakan untuk output berasal dari data base.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;d. Komponen Output Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem jurusan menyediakan informasi mengenai jurusan. Subsistem fakultas menyediakan informasi mengenai fakutlasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Manfaat Sistem Informasi Akademik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan penerapan Sistem Informasi Akademik ini adalah :&lt;br /&gt;1. Kemudahan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi tanpa harus melakukan interaksi langsung dengan bagian administrasi karena informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pencarian data melalui komputer yang terkoneksi secara internet.&lt;br /&gt;2. Kemudahan bagi bagian administrasi dikarenakan berkurangnya interaksi secara langsung dan lebih dilakukan interaksi terhadap data-data yang diinputkan oleh mahasiswa yang merupakan kebutuhan untuk proses pengolahan data&lt;br /&gt;3. Penyimpanan data yang terstruktur dikarenakan Sistem Informasi Akademik menggunakan database yang tersimpan didalam komputer.&lt;br /&gt;4. Updating informasi antara bagian administrasi akademik maupun dengan bagian keuangan yang merupakan validasi untuk status mahasiswa sehingga dapat melakukan kegiatan belajar mengajar , dimana terjadi interaksi data secara langsung tanpa memerlukan update data secara manual. Update data dari Sistem Keuangan dan Sistem Akademik merupakan proses penting dimana proses ini mengupdate status mahasiswa dalam interval waktu tertentu .&lt;br /&gt;5. Kemudahan bagi pengajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dimana pada komponen Front End Web dan komponen Back End Web dapat membantu para pengajar untuk menyampaikan informasi secara on-line dan menerima informasi secara on-line dari mahasiswa .&lt;br /&gt;6. Pada sistem ini dapat mereduksi waktu yang dilakukan pada Sistem Akademik secara manual .&lt;br /&gt;7. Pengolahan data keuangan yang lebih efektif dengan menggunakan aplikasi yang dapat mendukung proses keuangan dan proses kepegawaian&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3186873737500129807?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3186873737500129807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-akademik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3186873737500129807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3186873737500129807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-akademik.html' title='Sistem Informasi Akademik'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1103025861021368288</id><published>2010-03-05T17:43:00.002+08:00</published><updated>2010-03-05T17:48:43.233+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA</title><content type='html'>Tiap perusahaan memiliki system untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem informasi sumber daya manusia biasa disebut HRIS. Sering juga dipakai istilah HRMIS (Human Resource Management Information System). Dan HRMS (Human Resource Management System). Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. Sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ELEMEN SISTEM INFORMASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap perusahaan besar pastilah memiliki sistem informasi sumber daya manusia atau HRIS. Walaupun demikian nampaknya manajemen puncak kurang menekankan HRIS. Namun, peraturan pemerintah yang bertujuan memastikan persamaan dalam praktek personil perusahaan, mendesak manajemen puncak untuk memberikan perhatian yang layak pada HRIS. Menikmati status yang baru, HRIS mulai bermigrasi dari SI ke SDM, dengan memanfaatkan teknologi komputer mikro. HRIS telah melalui jalan yang panjang pada dekade yang lalu, dan banyak eksekutif yang sekarang memandangnya sama berharga dengan system informasi fungsional lain.&lt;br /&gt;Tujuan dari HRIS adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Sarana  untuk menyimpan data kepegawaian secara sistematis &lt;br /&gt;2. Untuk memudahkan pelacakan data karyawan berupa gaji, jabatan, tunjangan, dll &lt;br /&gt;3. Manajemen Data &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada HRIS sebuah perusahaan , masukan berupa &lt;br /&gt;•  Identitas diri pegawai, &lt;br /&gt;• Kemampuan dan ketrampilan pegawai untuk analisis jabatan &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Proses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses-Proses yang berkaitan dengan HRIS dalam suatu perusahaan adalah : &lt;br /&gt;•  Payroll&lt;br /&gt;Payroll adalah segala sesuatu mengenai uang dan transfer keuangan dan karena keuangan adalah kepemilikan tanggung jawab yang membutuhkan kepemilikan pada proses pada khususnya di organisasi jasa yang biasanya merupakan cost center pada perusahaan.&lt;br /&gt;•  Work Time (waktu kerja)&lt;br /&gt;•  Administrasi &lt;br /&gt;•  Sistem Informasi Manajemen SDM&lt;br /&gt;•  Perekrutan &lt;br /&gt;•  Pelatihan &lt;br /&gt;•  Kinerja Personel &lt;br /&gt;• Employee Self-Servic&lt;br /&gt;Fasilitas ini memungkinkan karyawan mengisi sendiri data-data kepersonaliaan sebatas wewenang yang diberikan, juga dapat mengisi pengajuan cuti, pembuatan jadwal kerja mingguan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keluaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keluaran HRIS dari sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Laporan Kepegawaian&lt;br /&gt;• Laporan Gaji Pegawai&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mekanisme Pengendalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah HRIS perusahaan, manajer HRD sebagai mekanisme pengendalian. HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umpan Balik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Umpan Balik Negatif &lt;br /&gt;Apabila seorang pegawai mengalami kinerja yang buruk terhadap posisi jabatan yang dipegangnya karena jabatan yang dipegangnya tidak sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki, maka bagian HRD akan memindahkan pegawai tersebut ke bagian yang lebih sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai atas persetujuan pimpinan perusahaan.&lt;br /&gt;• Umpan Balik Positif &lt;br /&gt;Meningkatkan kinerja pegawai (sebagai sumber daya) menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga tidak terjadi penyimpangan terhadap kinerja perusahaan. Dan kinerja tersebut diharapkan mampu memuaskan keinginan dari partner kerja perusahaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUBSISTEM SISTEM INFORMASI  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• SUBSISTEM INPUT &lt;br /&gt;Model HRIS meliputi tiga subsistem input : &lt;br /&gt;1. Subsistem Penggajian &lt;br /&gt;2. Subsistem Riset SDM &lt;br /&gt;3. Subsistem Intelijen SDM &lt;br /&gt;• SUBSISTEM OUTPUT &lt;br /&gt;Model HRIS meliputi empat subsistem output : &lt;br /&gt;1. Subsistem Perencanaan SDM&lt;br /&gt;2. Subsistem Perekrutan &lt;br /&gt;3. Subsistem Manajemen Kerja &lt;br /&gt;4. Subsistem Pelaporan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KLASIFIKASI SISTEM INFORMASI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HRIS termasuk ke dalam klasifikasi sistem informasi terbuka karena sebuah perusahaan akan mengadakan pertukaran informasi terhadap perusahaan lain sebagai mitra kerja. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KOMPONEN SISTEM INFORMASI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• PERANGKAT KERAS (HARDWARE) &lt;br /&gt;Perangkat keras berupa alat kantor seperti komputer, printer dll &lt;br /&gt;• PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) &lt;br /&gt;Perangkat lunak berupa program untuk membuat sistem informasi kepegawaian sebuah perusahaan. Dan menggunakan hardware sebagai pengolah data. &lt;br /&gt;• PROSEDUR&lt;br /&gt;Prosedur disini dimaksudkan sebagai aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam perekrutan pegawai yang nantinya aturan-aturan yang telah terpenuhi tersebut yang akan diolah sebagai keluaran data kepegawaian. &lt;br /&gt;• ORANG &lt;br /&gt;Orang disini dimaksudkan adalah semua pihak yang terkait dalam pembangunan sistem informasi. Dimana terdiri dari jabatan paling atas sampai jabatan paling bawah di perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• BASIS DATA &lt;br /&gt;Basis data pada sebuah perusahaan terdiri dari basis data pegawai, basis data gaji. Disini basis data pegawai dan basis data penggajian memiliki hubungan sehingga keluarannya dapat sesuai dengan kenyataannya. &lt;br /&gt;• JARINGAN KOMPUTER DAN KOMUNIKASI DATA &lt;br /&gt;Sebuah perusahaan biasanya menggunakan jaringan komputer LAN, sehingga komunikasi data dari HRD ke atasan lebih cepat terjadi komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1103025861021368288?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1103025861021368288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1103025861021368288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1103025861021368288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html' title='SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1181332964204269285</id><published>2010-03-05T17:39:00.002+08:00</published><updated>2010-03-05T17:42:59.492+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilkom'/><title type='text'>Architectural Review of Load Balancing Single System Image</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abstract&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Problem statement: With the growing popularity of clustering application combined with apparent usability, the single system image is in the limelight and actively studied as an alternative solution for computational intensive applications as well as the platform for next evolutionary grid computing era. Approach: Existing researches in this field concentrated on various features of Single System Images like file system and memory management. However, an important design consideration for this environment is load allocation and balancing that is usually handled by an automatic process migration daemon. Literature shows that the design concepts and factors that affect the load balancing feature in an SSI system are not clear. Result: This study will review some of the most popular architecture and algorithms used in load balancing single system image. Various implementations from the past to present will be presented while focusing on the factors that affect the performance of such system. Conclusion: The study showed that although there are some successful open source systems, the wide range of implemented systems investigated that research activity should concentrate on the systems that have already been proposed and proved effectiveness to achieve a high quality load balancing system. &lt;br /&gt;Key words: Single system image, NOWs (network of workstations), load balancing algorithm, distributed systems, openMosix, MOSIX&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cluster of computers has become an efficient platform for computational intensive applications. Nowadays, the usage of clusters is mainly based on batch scheduler and Single System Image (SSI). In the former case, the scheduling of the applications is managed by a supervisor "batch" regarding the available resources in the cluster. Whereas in SSI, the application scheduling is handled transparently by the operating system, to give the appearance of SMP. &lt;br /&gt;Since few years, batch scheduling is preferred because of its simplicity of usage, configuration and implementation. Latest contributions in SSI systems showed the abilities of the system in deferent fields and directions. Among these contributions, the load allocation and balancing which is usually handled by an automatic process migration daemon, performed better especially for reducing the application execution capability. &lt;br /&gt;The single system image architecture was developed to provide a unified system view and globalize processor, file system and network. The characteristics of SSI allow user to access system resources transparently irrespective of where they are available (1). The load balancing single system image clusters dominate research work in this environment. &lt;br /&gt;In this study, we will elaborate briefly the types of SSI clusters and concentrate on load balancing type as the main aim. Such concentration leads to illustrate the load balancing strategies and the architectures of implemented systems. We then stress on two important and successful types of implemented systems from the architecture, design, behaviour and work mechanism as a main points of view. From that view, we will provide new ideas especially how to develop and investigate the weakness of the systems. &lt;br /&gt;We have structured the study in the following way. First we clarify the SSI organizations and structures to justify the types of SSI and how it structured. Then, the load balancing and scheduling mechanism has been declared to know the main components of load balancing in SSI. According to these components, we will declare the developments of varies systems to know the evolution of SSI load balancing systems in addition to the current developments and researches. Finally we will clarify the problems in the implemented systems that have to be solved and stressed on in the future researches as well as we declared the future directions of SSI systems. &lt;br /&gt;The SSI organizations and structures: In classical cluster systems like Beowulf, a programmer has to write an explicit program by Message Passing Interface (MPI) or by Parallel Virtual Machine (PVM). However, in contrast to high performance Beowulf cluster, Single System Image (SSI) clusters free the end user from such task. According to (2), Single System Image (SSI) is a property of a cluster system to hide the distributed and heterogeneous nature of the resource around the cluster and to present them to applications and users as a single resource. Single system image can be classified in different ways depending on its abstraction layer (3). The available layers of SSI cluster are: &lt;br /&gt;* Hardware layer &lt;br /&gt;* Middle ware layer &lt;br /&gt;* Application layer &lt;br /&gt;* Operating system layer &lt;br /&gt;In spite of the other types, in the operating system layer, most of the mechanisms are transparent to the user; in other words, the user does not interact with the system and the complexity of its implementation. Therefore, the real benefit of this system is its ease of use; by means, program can use the system resources and availability without modification to the source code. A full SSI can achieve more using OS layer (4) through cooperation among nodes operating system to present same view of the system. However, in practice, it is difficult to combine all characteristics of OS layer together although there is some preliminary work towards such initiative (5). These characteristics are cluster wide system management, cluster wide device management, cluster file system, cluster wide process management and cluster wide load balancing (4). To achieve the main purpose of SSI, the load balancing feature becomes most important to reduce execution time and to gain high performance case. Since the main feature of OS layer SSI is the ease of use and transparency, the dynamic load balancing become the main part of implementation. &lt;br /&gt;With dynamic load balancing, the distribution of the workload among the workstation can change at the run time by using current or recent information of the nodes when making the decision (6). There are two predominant organizations by which dynamic load balancing algorithms are implemented: centralized and decentralized (7). In centralized structure, a central node plays the major part in the process placement decision of the cluster. Whereas in a decentralized structure, the process placement decision can be made by any of the nodes around the cluster. From the system point of view, each node in the cluster manages the algorithm independently. As a result, any node around the cluster can make decisions. &lt;br /&gt;Though dynamic load balancing policies offer a high degree of adjustment to the fluctuated load, they still suffer from imbalances. That is because when the task is assigned to the execution site by the load balancing algorithm, it will not change through its life. &lt;br /&gt;Pre-emptive load balancing is an improvement of the dynamic policy. The difference is that the decision of the load placing and scheduling is made during runtime continuously. As a result, there is repeated decision of the system scheduling. In this way, a task may begin its execution at its original site and, due to load fluctuation, be reassigned to another site. Such assignment is accomplished by process migration mechanism. It appears from (8) that the benefits of preemptive load balancing may cause it to be used extensively in distributed systems. &lt;br /&gt;Scheduling and load balancing mechanisms in SSI: In a cluster of workstations, the main component of the load balancing SSI implementation is the scheduler mechanism. When a given workload is applied on any cluster's node, this given load can be efficiently executed if the available resources are efficiently used. So that, there must be a mechanism for choosing the nodes that have these resources. Scheduling is a component or a mechanism, which is responsible for the selection of a cluster node, to which a particular process will be placed. This mechanism will investigate the load balancing state (9), (10). Hence, scheduling needs algorithms to solve such problems. In real world, load balancing affected by 3 factors mainly (11): &lt;br /&gt;* The environment in which one wishes to balance the load. &lt;br /&gt;* The nature of the load itself. &lt;br /&gt;* The load balancing tools available. &lt;br /&gt;The environment defined to include the architecture of the processors that belong to the system, the type of resources that are to be shared among the processors and the form and type of connections between the processors. These factors can be distinguished practically by identifying the nature of the system itself in heterogeneity, resource allocation, or data transfer facilities. In the work load case, tasks in general, tend to be classified as either I/O-bound, CPU-bound, or as mixed tasks. The load balancing policy decides which site is eligible for the execution of a task and invokes the proper process tool to execute the task at that site. &lt;br /&gt;Load balancing tools represent the main and important part of load balancing systems. It can be represented as the procedures and programs that is responsible for balancing the load. For such reason, two main tools needed: information and process tools. Information tools determine the placement of the process whereas process tools transfer processes between processors in a distributed environment and provide access to the various resources of the distributed system. For the purpose of this study, we will stress more on the load balancing tools or systems. &lt;br /&gt;Any load balancing system must address at least three stages of algorithms in some form (12), (13). These stages described as follows: &lt;br /&gt;Load calculation: Load calculation deals with computer load and it is responsible for calculation of this load. To address a better load calculation, it is required to calculate the load of each single node individually. As a result each node around the cluster must handle this algorithm independently. &lt;br /&gt;Load can be described in different ways, but this algorithm calculates the number of process, which are ready to run but waiting for the CPU and the number of load currently running on CPU. The problem arises when this load is fluctuated rapidly each small period of time. Although there are some trends towards overcome this problem, the most important, successful and popular method until now is by taking the average every period of time. In such case, the load values are accumulated and the averaged every period of time T, where T is a unit of time for load balancing. &lt;br /&gt;For better understanding of how the load calculated, consider a processor with the number of processes ready for execution ([W.sub.i]) during a time interval ([t.sub.[i-1]], [t.sub.i]), i = 1,2 ...,[mu]. Assume that T is an integer product of t. As a result, T = [mu] x t. Then, the approximation of the load each time interval T is given by: &lt;br /&gt;[L.sub.T] =[[mu].[summation over [i-1]][W.sub.i] &lt;br /&gt;This method has been implemented and used successfully in MOSIX (14). &lt;br /&gt;Load information dissemination: When the local load calculated, information collection and dissemination algorithm manages how the load information communicates to global task schedule. In some implementation (15), single node is responsible for this decision as in Fig. 1, while in other implementations (5), each node in the cluster exchange these information with each other. &lt;br /&gt;In the cluster of workstations, the load balancing becomes efficient when there is an accurate knowledge about the state of individual node around the cluster. In other words, it is been used to make an optimal balancing and distribution decision of the load. The information collection and dissemination algorithm manages how this load information is distributed to global task scheduler. The purpose of this data collection and information dissemination is to aid the real time decision making by collecting data and reviewing as quickly as possible. Furthermore, to facilitate an efficient and effective decision making and to keep activities on track (16). For this purpose, broadcast, multicast or probabilistic mechanism is been used for information exchange within decentralized systems. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In broadcast mechanism, each node periodically broadcasts its load information to each node in the cluster. In this way, each node receives and processes a number of messages that is equal to the number of nodes in the cluster. Whereas in multicast mechanism, load information messages are sent to members of certain multicast group to limit the drawback of the traffic in the former one (17). The probabilistic mechanism tries to minimize the information messages among nodes in the decentralized algorithm by sending messages to a specific number of nodes randomly in the cluster instead of sending messages to all. &lt;br /&gt;Migration consideration: Migration consideration algorithm is responsible for the decision about which process needs to migrate and where to migrate. It is an important mechanism for load balancing due to its ability to distribute the load. &lt;br /&gt;In a cluster, the process migration represents an important mechanism for balancing the load on the nodes (18). The mechanism will select candidate a processor for a given process to be executed. Ideally, the chosen processor should have a minimal cost of execution to ensure that the candidate processor will result in an improvement in the load balancing system (19). &lt;br /&gt;To perform such decision, different factors should take into consideration such as response time, process table capacity, amount of free memory, type of processes and migration time (14). &lt;br /&gt;As previously mentioned, the aim of load balancing process migration is to improve the response time of the migrated process. As a result, the migration mechanism should migrate the process to the processor that has fewer loads. This migration happened when the process table inside the operating system is nearly full. In such a case, a process wishes to create a new process named "child" that is almost migrate. In addition to the process table capacity, if there is no enough free memory in the source node for creating new processes, then the algorithm attempt to crate these processes on another processor. However the type of process itself plays a major role. In most implementations, the fork() system call create the child processes that can migrate to any other node while there is some tend to migrate thread processes too. However the time and size play a major role for any processes to migrate. That is, if the size or the time of the child processes is small there is no justification for their migration. When these factors considered, the migration time must conceder also. Such time has a direct effect on the migration and its usefulness. &lt;br /&gt;In most of the load balancing single system image implementations, this algorithm is distributed completely. While in some implementations a central node is responsible for this mechanism. &lt;br /&gt;Development of SSI clusters: Researchers has developed and designed many prototypes that each of them differ from each other in the feature and performance and also in use and design. The migration of active entity (process) from one node to another is the main focus of any load balancing system especially in the implementation stage. In most cases, dynamic load balancing mechanism will be implemented and the aim is to gain increased performance from a group of processors or connected nodes. &lt;br /&gt;The implementation and evolution of load balancing SSI starting by developing different systems with different feature before going to the development of SSI itself. From the literature, two different implementation of the dynamic load balancing and process migration has been proposed: process migration without any modification to the OS itself and process migration by modifying the OS or writing the system from scratch. &lt;br /&gt;One of the earlier research by Freedman described a simple process migration by migrating a process' memory image only. The system runs over UNIX without any modification to the kernel and the program code needs to be modified in order to use the service (20). &lt;br /&gt;Condor is another successful system that provides a process scheduling and migration (21). The system implemented entirely in the user space to run on top of an operating system without modification on the kernel. The primary aim is to identify the idle nodes in the environment and schedule jobs on them for load balancing. The program code needs to be modified and linked to condor migration library routines during compilation in order to use the service. It was developed in University of Wisconsin-Madison and ported to numerous machines like IBM and Sun (21). &lt;br /&gt;With the development of the systems in user space over the OS, there was a much research concentrating in modifying the OS or writing the system from scratch early. This is to achieve SSI for a unified operating system with high performance feature and for the need to provide ease of use for the normal user. To this end, Accent has developed with a new kernel without compatibility with UNIX with a capability of process migration. In 1990, Amoeba has been developed at Vrije University from scratch with a microkernel later on with UNIX compatibilities but with incomplete compatibility and with the ability of process migration. It was reported to run on Motorola, Intel 80386 and MicroVAX II processors (22), (23). In 1991, Angel was developed in University of London and it is based on microkernel without any compatibility with UNIX. Around 1994, GLUnix started in University of California and it was implemented on top of Solari. &lt;br /&gt;The problem with the systems that started from scratch is that the system does not take any standard form and it is designed for a specific task. The developments of these kinds of systems continued rapidly by designing and developing many other systems like ChorusOS, Guide, Hurricane and Spring. These developments separated the direction of research and development of these systems depending on global resource management. These directions are global memory management and global processor management mainly (5). &lt;br /&gt;In global memory management model, the system consists of several clients and one or more dedicated machines with a communicating channel connecting them. The client machines share the memory resources that are located in a server or dedicated machine. When the local memory of the client machines is exhausted, they move portions of their address space to the dedicated server and regain pieces as needed. This general model was proposed earlier by (24). The work described in (25).goes a step further by designing and implementing a global memory management in a cluster of workstations at the lowest level of the operating system. In addition to the mechanisms that depend on remote memory paging, the Distributed Shared Memory System (DSM) is another way for memory management. In this mechanism, a global shared memory is provided on the top of distributed memory. In this case, the nodes' local memory is used as a local catch of a shared data space (26). &lt;br /&gt;Global processor management allows processor resources of the cluster to be managed in a way that is supervised by load distributing algorithm to allow the process to move from a node to another (5) as in preemptive process migration algorithm (14). Several systems were implemented in this direction; one of the first systems was Sprite (27). The Sprite network operating system was developed in University of California in form of a kernel written from scratch. It was designed to run on Sun-2 and Sun-3 workstation. The kernel call interface was very similar to BSD UNIX (29). &lt;br /&gt;Interestingly, some of the earlier load balancing systems used initial placement for supporting the application. It was investigated in the experiments of Concert (29) and other researches that systems, which make intelligent initial process placement, are performed efficiently. This showed that the key to perform better load balancing is to utilize prior information about cluster nodes and processes. This is the feature that the general purpose operating system does not have. MOSIX was one of the systems that provide such a mechanism. &lt;br /&gt;MOSIX (30) is one of the successful systems for SSI used commodity off the shelf computers to gain high performance environment. It consists of a set of additions and modifications to UNIX/Linux kernel. The primary features are the automatic load balancing and the transparent process migration. The pre-emptive process migration represents the main component of the load balancing. Load balancing is achieved continuously during the run time. If the process requirement exceeds the threshold, the process will migrate to another less loaded node. A load vector is kept in each node that contains the information about other random nodes load. This process is done in decentralized organization. The process with the history of forking other processes is better for migration (11). &lt;br /&gt;Although there are many systems have been proposed like UnixWare Non-Stop Cluster (4), Nomad (31) and Plurix (32), none of these systems gives the assurance of every resources global management. Furthermore, the processor global management and load balancing appear to be the classical techniques in this area (33). On the other hand, the wide range of implemented systems investigated that research activity should concentrate on the systems that have already been proposed and proved effectiveness to achieve a high quality load balancing system. &lt;br /&gt;Nowadays the direction of the implementation and development goes to the systems that implement Linux. There are more than one reason behind this choice. The most important reasons are the Linux feature of free and open source that make the development of such a system more flexible since the source code is available. In contrast, the commercial solutions do not provide the source code. Nowadays OpenSSI (34) Kerrighed (35) and openMosix (36) provide a better load balancing strategy for SSI based on Linux kernel. In addition, these systems are mature enough for use (37). &lt;br /&gt;OpenMosix: OpenMosix is an open source project forked from MOSIX. Most of its designs are similar to that of MOSIX. In 2001, it was decided that future releases of MOSIX would be proprietary for commercial use. OpenMosix becomes a real alternate for such projects for research usage. OpenMosix like MOSIX has a hard limitation of not allowing the migration of shared memory processes. Consequently, applications that use shared memory do not gain benefits from its use. This fact constitutes a significant obstacle to the objectives of research largely based on user applications. In fact, openMosix was designed for HPC, where shared memory process is not necessarily relevant. On July 15, 2007, Bar (openMosix cofounder) announced that the openMosix project will reach its end of life on March 1, 2008. The LinuxPMI (38) project is continuing development of the former openMosix code. Since LinuxPMI is still a prototype and the 2.6 kernel is still under development, we concentrate on openMosix main design components. In the following sections, a brief review is introduced in two directions openMosix architecture and the load balancing mechanism in openMosix. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OpenMosix Architecture: OpenMosix was implemented on a Vanilla Linux kernel. The load balancing mechanism tends to balance the processes on processors around the nodes by migrating extra processes (19). In this case, a deputation was introduced inside the kernel as a similar case with kernel thread. This deputation keeps a record of migrated processes. As a result, when a process is running, it appears to run on the node on which it was spawned that is known as Unique Home Node (UHN) even it migrated elsewhere by keeping a representative named deputy (20). Whenever possible a process uses local resources, but often it has to make system calls on its UHN. &lt;br /&gt;The migrated user context that is called the remote, contains all data about the processes such as code, stack, data, memory maps, and even registers. As long as the remote needs system call, openMosix intercepts all site dependent system calls and forwards them to its deputy from remote node as shown in Fig. 3. &lt;br /&gt;The main tool for the resource management algorithm is the Pre-emptive Process Migration (PPM). As long as the requirements for resources such as CPU are below a certain threshold point, all user processes are restricted to their home node. When these requirements exceed the CPU threshold levels, some processes will be migrated transparently to other nodes (20). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memory management is provided in openMosix through a memory ushering algorithm, similar to MOSIX (20). This algorithm will be active when the memory of the node falls below a threshold value. OpenMosix attempts to transfer processes to other nodes, which have sufficient free memory. Thus, process migration is decided not only based on processor load criterion but also by taking into account memory usage (40). A better understanding of this architecture and mechanism is shown in Fig. 2. &lt;br /&gt;Load Balancing in OpenMosix: As in any SSI system, the major component of openMosix system is the load balancing. The main load balancing components of openMosix are the information dissemination and process migration. &lt;br /&gt;The information dissemination daemon disseminates load balancing information to other nodes in the cluster. The daemon runs on each node and it is responsible for sending and receiving load information to/from other nodes. The sending part of this daemon will periodically send load information each second to two randomly selected nodes. &lt;br /&gt;The first node is selected from all nodes that have contacted the node "recently" with their load information. The second node is chosen from other nodes in the cluster (11). The receiving portion of the information dissemination daemon receives the load information and attempts to replace information in the local load vector (40). The standard implementation simply utilizes a First-In-First-Out (FIFO) queue of eight entries. Thus, the oldest information is overwritten by newly received information (40). The following flow chart demonstrates the load balancing and information dissemination algorithms briefly. &lt;br /&gt;Kerrighed: Kerrighed is a result of the Gobelins project (41). It is an SSI system that provides high-level services to high performance applications on clusters of computer in an operating system layer. It is made up from a set of modules that merge with a standard Linux kernel to enable the cluster feature in such a kernel by applying a patch file. In Kerrighed, all nods' resources (processors, memories and disks) are dynamically and globally managed. As mentioned before, the global resources management feature enables resources to be distributed transparently and dynamically throughout the cluster's nods. As a result, better usage of whole cluster resources was carried out (35). In Kerrighed, the checkpointing is also implemented to avoid the restarting of the application when any node fails. This is where a snapshot of an executing program's state is saved and can be used to restart the running program from the same point at a later time. &lt;br /&gt;When threads and processes are started on any node in Kerrighed system, they can migrate during its execution to any other node or staying in the current node. This migration is based on the scheduling mechanism that is used to migrate the jobs dynamically. For supporting global memory management, Container is used as a new idea to provide a high-level service of a standard operating system to provide shared virtual memory and remote paging (35). In the global process management perspective, pre-emptive process migration scheme acts as a default scheduler that is responsible for dynamic balancing of CPU load (42). This scheduler detects the unbalanced and overloads nodes, then migrate the load from higher loaded node to lower loaded nodes (5). Kerrighed seems very promising research prototype nowadays and for the future. &lt;br /&gt;Open problem in SSI: The information dissemination must take the significance of research and study. The key to the effectiveness of the MOSIX information dissemination algorithm is keeping the number of load messages on the network to a minimum. The information dissemination has to be made efficiently to enable efficient decision making by the scheduler. &lt;br /&gt;There are different aspects of the load balancing algorithms that provide the best opportunity for study by looking at the three general types of load balancing algorithms discussed (load calculation, information dissemination, and migration consideration). A special method can be used and proposed to improve the information dissemination and to address better performance. In openMosix implementation UDP messages are used to disseminate load information and TCP for all other communications such as migrating processes and communicating with the UHN. Therefore, it would be possible to attach node load information to any TCP message and incorporate the extra load information into the load vector. This could potentially increase the accuracy of the load vector information held by each node. As a result, migration decisions could be improved. &lt;br /&gt;Another direction of research appears nowadays with the increase of Multi-core technology. There is an urgent need for a new load balancing and scheduling strategy for such technology in case of using it in SSI clusters. This load balancing strategy should be combined with new and efficient information dissemination that must give good information about the cores and the nodes in the network. However, such information dissemination should represent the Multi-core node load as a one unified representative to disseminate to other nodes. This can be achieved by providing a good scheduling mechanism design. &lt;br /&gt;Future of SSI: Currently, MOSIX and Kerrighed became the base of bigger projects for grid management systems to providing a virtual organization. MOSIX announced MOSIX2 release for 2.6 Linux kernel as a single system image system for clustering and grid management system (43). Whereas, Kerrighed research group announced XtreemOS (44) as open source Grid operating system. MOSIX2 was extended with a comprehensive set of new features that can manage a cluster and a multi-cluster Grid. The features of MOSIX2 allow better utilization of Grid resources by users who need to run demanding applications but cannot obtain such a large cluster. A production organizational Grid with 15 MOSIX clusters is operational at Hebrew university. XtreemOS is a Grid operating system that will provide native support for Virtual Organizations. Based on Linux, XtreemOS will have 3 different versions capable of running on single PCs, clusters and mobile devices. The cluster flavour of XtreemOS-F relies on the Kerrighed single system image. &lt;br /&gt;CONCLUSION &lt;br /&gt;In this study, we have presented an overview of single system image types, structure and mechanism of work including load balancing and scheduling. Then the implementations evolution and steps illustrated from past to present. In addition, the new directions of implementation have been declared. We attempted to provide a brief review of implemented technologies as well as the features in each implementation. Depending on the review and from load balancing view point, openMosix and kerrighed represents important and successful opensource implementations till now. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1181332964204269285?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1181332964204269285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/architectural-review-of-load-balancing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1181332964204269285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1181332964204269285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/03/architectural-review-of-load-balancing.html' title='Architectural Review of Load Balancing Single System Image'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2994885839139711806</id><published>2010-02-23T20:06:00.002+08:00</published><updated>2010-02-23T20:09:47.158+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hakikat Belajar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengajar&lt;/span&gt; hanya bermakna jika terjadi kegiatan belajar. Guru harus memahami dengan baik proses belajar siswa shg dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belajar&lt;/span&gt; : memperteguh kelakuan melalui pengalaman.  Belajar bukan hasil atau tujuan melainkan proses. Hasil belajar berupa perubahan kelakuan. Bukti seseorang telah melakukan kegiatan belajar adalah adanya perubahan tingkah laku baik secara obyektif (unsur motorik atau unsur jasmaniah) maupun subyektif (unsur rohaniah). Aspek tingkah laku manusia antara lain; pengetahuan, pemahaman, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti, sikap, dll.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP PERUBAHAN TINGKAH LAKU:&lt;br /&gt;1. Tingkah laku dimotivasi. Perubahan dimulai dari adanya kebutuhan.&lt;br /&gt;2. Tingkah laku yang bermotivasi adalah tingkahlaku yang sedang terarah pada tujuan. Adanya ketegangan/ketidakpuasan dan kesadaran.&lt;br /&gt;3. Tujuan yang disadari mempengaruhi tingkah laku dalam upaya mencapai tujuan.&lt;br /&gt;4. Lingkungan menyediakan kesempatan untuk bertingkahlaku tertentu. Lingkungan dapat sebagai stimulus dan pembatas pemuasan kebutuhan.&lt;br /&gt;5. Tingkah laku dipengaruhi oleh proses-proses organisme ; spt persepsi, pengalaman, dan konsepsi. &lt;br /&gt;6. Tingkah laku ditentukan oleh kapasitas dalam diri organisme (intelegensi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2994885839139711806?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2994885839139711806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/hakikat-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2994885839139711806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2994885839139711806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/hakikat-belajar.html' title='Hakikat Belajar'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4526719384699029350</id><published>2010-02-23T19:36:00.002+08:00</published><updated>2010-02-23T20:04:27.907+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKJ'/><title type='text'>Memindahkan My Documents</title><content type='html'>Secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;default&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; berada pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; C atau di salah satu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; yang sama dengan sistem operasi. Hal ini secara tidak langsung dapat membahayakan data-data yang berada di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tersebut apabila terjadi kerusakan pada sistem operasi. Untuk itu sebaiknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini dipindahkan lokasi penyimpanannya ke partisi lainnya, misalnya ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; D.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun caranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Buat sebuah folder di dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; D dengan nama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"My Documents"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;2. Untuk memindahkannya, klik kanan pada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang semula, lalu pilih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Properties&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;3. Pada jendela dialog &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Properties&lt;/span&gt; pilih tab &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Move&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;4. Selanjutnya ketika muncul jendela dialog &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Select a Destination&lt;/span&gt;, tentukan folder tujuan, yaitu folder &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"My Documents"&lt;/span&gt; yang telah di buat di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; D.&lt;br /&gt;5. Klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OK&lt;/span&gt; &gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OK&lt;/span&gt; untuk menutup semua jendela dialog, maka penyimpanan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; telah diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipindah, cara pengaksesannya masih tetap seperti biasa, sehingga perbedaannya tidak akan dirasakan. Hal ini karena hanya memindahkan posisi penyimpanannya. Apabila sewaktu-waktu di&lt;span style="font-style:italic;"&gt;install&lt;/span&gt; ulang, maka data &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;My Documents&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tetap aman di dalam folder &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"My Documents"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang berada di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drive&lt;/span&gt; D.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4526719384699029350?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4526719384699029350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/memindahkan-my-documents.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4526719384699029350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4526719384699029350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/memindahkan-my-documents.html' title='Memindahkan My Documents'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2509657694833203033</id><published>2010-02-11T11:07:00.001+08:00</published><updated>2010-02-11T11:13:04.493+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Orbit Downloader 3.0.2</title><content type='html'>Orbit Downloader, adalah download manager yang khusus dirancang untuk generasi baru Web (Web 2.0). Anda dapat menggunakan Orbit untuk men-download video / musik / file dari Myspace, YouTube, Imeem, Pandora, dan Rapidshare, atau pada situs apapun untuk men-download umum lebih mudah dan lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fitur utama Orbit Downloader :&lt;br /&gt;    * Download social music, social video and streaming media&lt;br /&gt;    * Extreme download acceleration.&lt;br /&gt;    * Super Light: micro-sized and resource-friendly&lt;br /&gt;    * Supports RapidShare download.&lt;br /&gt;    * Supports IE, Firefox, Maxthon, and Opera.&lt;br /&gt;    * Supports Metalink download.&lt;br /&gt;    * Supports HTTP, HTTPS, FTP, MMS, RTSP and RTMP protocols.&lt;br /&gt;    * Supports Proxy server configuration.&lt;br /&gt;    * Supports download, pause and resume.&lt;br /&gt;    * Provides general download management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_orbit_downloader/download/500e7c26af67cc4e7fe9ee19a2b77dfb/"&gt;Download&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2509657694833203033?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2509657694833203033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/orbit-downloader-302.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2509657694833203033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2509657694833203033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/orbit-downloader-302.html' title='Orbit Downloader 3.0.2'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7992755833950866229</id><published>2010-02-10T17:06:00.000+08:00</published><updated>2010-02-10T17:07:45.278+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>AIM 7.1.6.4</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_aim/download/68e81ca6100b597a6b8119ce8c55d3a8/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7992755833950866229?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7992755833950866229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/aim-7164.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7992755833950866229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7992755833950866229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/aim-7164.html' title='AIM 7.1.6.4'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-9152470561863332919</id><published>2010-02-10T16:57:00.002+08:00</published><updated>2010-02-10T17:06:11.365+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Defraggler 1.16.165</title><content type='html'>Piriform, perusahaan yang memberikan Anda CCleaner dan Recuva ... mereka sekarang menghadirkan untuk Anda file defragmentation tool ... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Defraggler!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini berbeda dari tool defrag lainnya, yang memungkinkan Anda dengan cepat dan hanya men-defrag file yang Anda mau, tanpa harus memproses seluruh drive. Cukup jalankan, pilih file dan defragment dalam hitungan detik. Tidak ada lagi bergantung pada Windows defragmentation tool!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Defrag Individual Files&lt;br /&gt;    * Defrag Free Space&lt;br /&gt;    * Compact and Portable&lt;br /&gt;    * Vista Support&lt;br /&gt;    * Cari File di Drive&lt;br /&gt;    * Freeware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_defraggler/download/9865078b0fba9b62b67e7bf92300e786/"&gt;&lt;br /&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-9152470561863332919?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/9152470561863332919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/defraggler-116165.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9152470561863332919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/9152470561863332919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/defraggler-116165.html' title='Defraggler 1.16.165'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1923676505762159771</id><published>2010-02-10T16:54:00.000+08:00</published><updated>2010-02-10T16:57:16.238+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Foxit Reader 3.1.4.1125</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Foxit Reader adalah penampil dokumen PDF gratis, dengan ukuran kecil yang luar biasa, peluncuran breezing-cepat kecepatan dan set fitur yang kaya. Fungsi intinya kompatibel dengan PDF Standard 1.7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_foxit/download/e7203e77633a44e7bf68112ee9f055e9/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1923676505762159771?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1923676505762159771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/foxit-reader-3141125.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1923676505762159771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1923676505762159771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/foxit-reader-3141125.html' title='Foxit Reader 3.1.4.1125'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4813533784641020085</id><published>2010-02-10T16:48:00.001+08:00</published><updated>2010-02-10T16:53:24.069+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>WindowBlinds 7.0.1</title><content type='html'>WindowBlinds adalah software utilitas yang memungkinkan Anda untuk benar-benar mengubah tampilan dan nuansa dari Microsoft Windows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bekerja dengan menerapkan gaya visual baru, yang disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Skins&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, di seluruh user interface (title bar, menekan tombol, start menu, taskbar, dll) dari sistem operasi. Sebagai hasilnya, Anda mendapatkan kendali penuh atas cara Windows terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang baik sebagai seseorang yang mungkin berpikir Windows terlihat, itu adalah satu ukuran cocok untuk semua solusi. WindowBlinds memberikan pengguna ribuan tampilan baru untuk dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skins, WindowBlinds dapat mengubah tampilan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Title bar&lt;br /&gt;    * Borders&lt;br /&gt;    * The Start bar&lt;br /&gt;    * Kemajuan Animasi&lt;br /&gt;    * Explorer Views&lt;br /&gt;    * Dan hampir setiap bagian dari Windows!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_windowblinds/download/1f71e040e927a521fc00fef9e15e0e70/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4813533784641020085?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4813533784641020085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/windowblinds-701.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4813533784641020085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4813533784641020085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/windowblinds-701.html' title='WindowBlinds 7.0.1'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2073791755472951799</id><published>2010-02-01T09:29:00.001+08:00</published><updated>2010-02-01T09:32:16.649+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Kaspersky Anti-Virus 9.0.0.736</title><content type='html'>Kaspersky anti-virus melindungi Anda dari Phishing dan Malware situs yang Anda tidak akan tahu jika tidak sedang berusaha untuk mencuri dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, Kaspersky Security Network memungkinkan komputer anda untuk laporan bila menemukan ancaman yang belum pernah terlihat sebelumnya. Semua 250 juta pengguna Kaspersky manfaat dari gabungan pengetahuan kita!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kaspersky fitur termasuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Melindungi dari virus, Trojan, worm, spyware, adware&lt;br /&gt;    * Scans file, email, dan lalu lintas internet&lt;br /&gt;    * Melindungi Instant rasul&lt;br /&gt;    * Melindungi Dari Unknown Ancaman&lt;br /&gt;    * Menganalisa dan menutup kerentanan Internet Explorer&lt;br /&gt;    * Menonaktifkan link ke situs malware / phishing situs&lt;br /&gt;    * Global Threat Monitoring (Kaspersky Security Network)&lt;br /&gt;    * Blok semua jenis keyloggers&lt;br /&gt;    * Automatic Updates Database&lt;br /&gt;    * Free Technical Support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Ini adalah 30-hari trial komersial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_kaspersky_antivir/download/8e11a869d98056b2b03415635656f790/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2073791755472951799?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2073791755472951799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/kaspersky-anti-virus-900736.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2073791755472951799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2073791755472951799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/02/kaspersky-anti-virus-900736.html' title='Kaspersky Anti-Virus 9.0.0.736'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1973286087270367172</id><published>2010-01-18T16:35:00.016+08:00</published><updated>2010-01-18T16:56:46.027+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MODEL-MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini ada beberapa model pengembangan pembelajaran dan setiap model pengembangan pembelajaran memiliki keunggulan dan keterbatasan. Model-model pengembangan pembelajaran antara lain : model Briggs, model PPSI, model Elaborasi, model kemp, model Dick and Carey, model Gerlach dan Ely, Model Bela H.Banaty, model Merril, model IDI, model Degeng, model pembelajaran konstekstual, dll&lt;br /&gt;Pada pengembangan ini ada enam model pembelajaran yang memiliki model yang berbeda, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;1. Model Elaborasi (1975);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model Elaborasi, berorientasi pada cara untuk mengorganisasi pembelajaran, mulai dengan memberikan kerangka isi dari bidang studi yang diajarkan. Kemudian memilah isi bidang studi menjadi bagian-bagian, memilah tiap-tiap bagian menjadi sub-sub bagian, mengelaborasi tiap-tiap bagian, demikian seterusnya sampai pembelajaran mencapai tingkat keterincian tertentu sesuai spesiikasi tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;2. Model PPSI (1976); &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model PPSI, memandang pengajaran sebagai suatu sistem. Bagian-bagian atau sub-sistem dari pengajaran, meliputi tujuan pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan pembelajaran, alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi. Semua komponen tersebut diorganisir sedemikian rupa sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara harmonis.&lt;br /&gt;Tugas guru dalam PPSI adalah menyusun urutan langkah-langkah sehingga tersusun suatu urutan-urutan system pengajaran yang baik. Adapun urutan langkah-langkah dalam PPSI itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Merumuskan tujuan instruksional khusus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusun alat evaluasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan kegiatan pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merancang program pengajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaksanakan program&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;3. Model Kemp (1985)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model Kemp, berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh dengan sasaran guru sekolah dasar dan sekolah menengah, dosen perguruan tinggi, pelatih di bidang industry, serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran.&lt;br /&gt;Menurut Miarso dan Soekamto, model pembelajaran Kemp dapat digunakan di semua tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Ada 4 unsur yang merupakan dasar dalam membuat model kemp:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk siapa program itu dirancang? (ciri pebelajar)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa yang harus dipelajari? (tujuan yang akan dicapai)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana isi bidang studi dapat dipelajari dengan baik? (metode/strategi pembelajaran)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana mengetahui bahwa proses belajar telah berlangsung? (evaluasi)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;4. Model Dick and Carey (1990)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model Dick and Carey, berorientasi pada hasil dan sistem.Karena dengan menerapkan model ini, maka akan menghasilkan bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan model pengembangan ini menerapkan langkah-langkah yang sistematis.&lt;br /&gt;Model Dick &amp;amp; Carey dimulai dengan mengenali tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran , mengenali tingkah laku masukan dan karakteristik pebelajar, merumuskan tujuan performasi, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan melakukan penilaian normative. Kemudian langkah terakhir ialah memperbaiki atau merevisi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;5. Model Degeng (1990 dan 1997)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memberi keluwesan dan keleluasaan bagi desainer dan pengembang untuk mengembangkan gagasan dan menuangkannya dalam karya nyata pada produk pengembangannya. Hal tersebut tergambar secara kronologis tentang penyampaian dari hal-hal mendasar atau konseptual, prinsip, dan berurutan. Pada posisi ini, pembelajaran disusun melalui langkah-langkah penyampaian tujuan, pengambaran dalam epitome dan penjabaranya.&lt;br /&gt;Kandungan prinsip teori Elaborasi yang adaptasi dalam Model Degeng (1990, 1997) sejalan dengan prinsip-prinsip umum pembelajaran dikemukakan oleh para ahli dan mengikuti norma umum pembelajaran yang menggunakan teori sistem (Muhamad, 1999).&lt;br /&gt;Model Degeng termasuk model pengembangan pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Classroom focus yaitu: pembelajaran yang didalamnya melibatkan; pengajar, pembelajar, kurikulum, dan fasilitas;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk pengembangan paket pembelajaran digunakan secara klasikal dan individual;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk pengembangan pembelajaran pada kappabilitas belajar fakta, konsep, prosedur dan prinsip&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam pengorganisasian isi pembelajaran menggunakan teori Elaborasi baik pada strategitingkat mikro maupun macro;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat prespektif, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada tujuan dan pemecahan belajar, dan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki langkah-langkah yang lengkap dan mampu memberikan arahan detail sampai padatingkat produk yang jelas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;6. Model CTL (1986,2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran konstekstual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Constextual Teaching and Learning&lt;/span&gt; (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru yang mengaitkan antara bahan/materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata pebelajar dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi pembelajar.&lt;br /&gt;Pembelajaran konteksual (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Contextual Teaching and learning&lt;/span&gt;(CTL)), adalah konsep belajar yang membantu pengajar mengaikan antara bahan/materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata belajar dan mendorong pembelajar membuat hubungan antara pengetahuan yang demikian dengan penerapanya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuan komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstrutivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan dan penilaian sebenarnya.&lt;br /&gt;Penerapan CTL dalam pembelajaran di kelas&lt;br /&gt;Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan CTL jika menerapkan ketujuh komponen dalam pembelajaranya, yaitu konstrutivisme,menemukan , bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya&lt;br /&gt;Desain Model Pembelajaran Berbasis CTL&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran CTL, program pembelajaran lebih merupakan kegiatan kelas didesain pengajar, yang berisi scenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama pembelajar sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya.&lt;br /&gt;Penyusunan desain program pembelajaran berbasis CTL adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nyatakan kegiatan utama pembelajaranya, yaitu sebuah peryataan kegiatan pembelajar yang merupakan gabungan antara kompetisi dasar, materi/bahan pokok, dan indicator pencapaian hasil bekajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyatakan tujuan umum pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rincian media untuk mendukung kegiatan itu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buatlah scenario tahap demi tahap kegiatan pemblajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;authentic assessment&lt;/span&gt;-nya yaitu dengan data apa pembelajar dapat diamati partisipasinya dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;authentic assessment&lt;/span&gt;-nya. http://candrapti.blogspot.com/2009/05/model-model-belajar-dan-pembelajaran_11.html&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1973286087270367172?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1973286087270367172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/model-model-pengembangan-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1973286087270367172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1973286087270367172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/model-model-pengembangan-pembelajaran.html' title='MODEL-MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-785352872982154920</id><published>2010-01-18T16:33:00.000+08:00</published><updated>2010-01-18T16:35:17.045+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PENDEKATAN MODEL BELAJAR BRUNER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendekatan model belajar Bruner didasarkan pada dua asumsi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif, artinya pengetahuan akan diperoleh orang yang belajar (pebelajar) bila di dalam pembelajaran yang bersangkutan berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya.. Pendekatan interaktif ini tidak saja menguntungkan dan memberi perubahan pada pebelajar, tetapi juga berpengaruh dan memberi perubahan pada lingkungan di mana dia belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mengkonstruksi pengetahuannya dengan cara menghubungkan informasi yang tersimpan yang telah diperoleh sebelumnya. Dalam belajar hal-hal yang mempunyai kemiripan dihubungkan menjadi suatu struktur yang memberi arti. Dengan demikian, setiap orang mempunyai model atau kekhususan dalam dirinya untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal yang telah diketahuinya. Dengan model ini seseorang dapat menyusun hipotesis untuk memasukkan pengetahuan baru ke dalam struktur yang telah dimiliki sehingga memperluas struktur yang telah dimilikinya atau mengembangkah struktur baru.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-785352872982154920?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/785352872982154920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pendekatan-model-belajar-bruner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/785352872982154920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/785352872982154920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pendekatan-model-belajar-bruner.html' title='PENDEKATAN MODEL BELAJAR BRUNER'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4060834685901940531</id><published>2010-01-18T16:25:00.002+08:00</published><updated>2010-01-18T16:29:10.436+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MODEL PENGKONDISIAN OPERANT DARI B.F. SKINNER</title><content type='html'>Dalam mengembangkan strategi pembelajaran di kelas, model ini memiliki langkah-langkah pokok sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a. Mengembangkan iklim kelas yang kondusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Pertama &lt;/span&gt;: Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perilaku positif di kelas yang mendapat penguatan saat ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perilaku negatif yang saat ini diberi toleransi saat ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hukuman apa yang selama ini dijalankan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Kedua&lt;/span&gt; : Mengembangkan daftar penguat potensial&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kegiatan yang disukai peserta didik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perilaku yang selama ini mendapat hukuman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latar alami yang potensial menjadi penguat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Ketiga&lt;/span&gt; : Memilih urutan perilaku yang akan mulai dilakukan&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jenis hukuman apa yang akan diubah menjadi penguatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perilaku positif mana yang cenderung muncul terus-menerus di kelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stimulus mana yang digunakan untuk secara berbeda untuk mengendalikan prilaku.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Keempat&lt;/span&gt; : menerapkan urutan perilaku, memelihara catatan anecdotal, dan melakukan perubahan yang dikehendaki&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penggunaan aturan rutin kelas yang jelas dan konsisten.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaan metode penguatan yang jelas dan potensial mengubah perilaku peserta didik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peluang yang sama bagi setiap peserta didik untuk memperoleh penguatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerapan penguatan mengikuti perubahan perilaku peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;b. Menyusun pembelajaran terprogram/berbingkai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Pertama : &lt;/span&gt;Mengidentifikasi perilaku akhir dan menganalisis materi yang akan dipelajari&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apa yang dipilih sebagai perilaku akhir pembelajaran?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata kunci apa yang perlu dipelajari untuk memperoleh perilaku akhir tersebut?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Contoh-Contoh apa saja yang perlu mendapat respon peserta didik selama proses belajar?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Kedua :&lt;/span&gt; Mengembangkan urutan awal bingkai dan konfirmasi respon&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Informasi apa yang akan ditempatkan pada bingkai pertama?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Urutan logis mana yang diharapkan muncul dari peserta didik?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah urutan rangsangan yang dipakai mulai dari yang sederhana sampai pada yang kompleks?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Ketiga&lt;/span&gt; : Mereviuw urutan bingkai dan melakukan perubahan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apakah urutan benar-benar dari yang sederhana ke yang kompleks?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah isyarat secara berangsur hilang bersamaan di dalam urutan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah respon peserta didik cukup bermakna atau asalan saja?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah Keempat :&lt;/span&gt; Menerapkan pembelajaran pada sekelompok kecil peserta didik dan menyempurnakannya lebih lanjut&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apakah peserta didik mengalami kesulitan untuk bingkai tertentu sehingga membutuhkan perubahan dalam bingkai itu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah ada gejala peserta didik berlomba untuk selesai dengan hanya membaca bagian dari bingkai itu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah pembelajarn itu mengarah pada penguasaan penampilan atau tes akhir yang merujuk pada kriteria? (Udin S. Winataputra, dkk, 2008: 1.24).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4060834685901940531?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4060834685901940531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/model-pengkondisian-operant-dari-bf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4060834685901940531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4060834685901940531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/model-pengkondisian-operant-dari-bf.html' title='MODEL PENGKONDISIAN OPERANT DARI B.F. SKINNER'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6873739161636435366</id><published>2010-01-18T16:01:00.002+08:00</published><updated>2010-01-18T16:07:21.867+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>JENIS-JENIS BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Gagne (1985) mengemukakan delapan jenis belajar. Kedelapan jenis belajar tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Belajar Isyarat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Signal Learning&lt;/span&gt;); Belajar melalui isyarat adalah melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena adanya tanda atau isyarat. Misalnya berhenti berbicara ketika mendapat isyarat telunjuk menyilang mulut sebagai tanda tidak boleh rebut; atau berhenti mengendarai sepeda motor di perempatan jalan pada saat tanda lampu merah menyala.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Stimulus-Respon (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stimulus-Respon Learning&lt;/span&gt;); Belajar stimulus-respon terjadi pada diri individu karena ada rangsangan dari luar. Misalnya, menendang bola ketika ada bola di depan kaki, berbaris rapi karena ada komando, berlari karena mendengar suara anjing menggonggong di belakang, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Rangkaian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chaining Learning)&lt;/span&gt;; Belajar rangkaian terjadi melalui perpaduan berbagai proses stimulus respon (S-R) yang telah dipelajari sebelumnya sehingga melahirkan perilaku yang segera atau spontan seperti konsep merah-putih, panas-dingin, ibu-bapak, kaya-miskin, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Asosiasi Verbal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Verbal Association Learning&lt;/span&gt;); Belajar asosiasi verbal terjadi bila individu telah mengetahui sebutan bentuk dan dapat menangkap makna yang bersifat verbal. Misalnya perahu itu seperti badan itik atau kereta api seperti keluang (kaki seribu) atau wajahnya seperti bulan kesiangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Membedakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Discrimination Learning&lt;/span&gt;); Belajar diskriminasi terjadi bila individu berhadapan dengan benda, suasana atau pengalaman yang luas dan mencoba membeda-bedakan hal-hal yang jumlahnya banyak itu. Misalnya, membedakan jenis tumbuhan atas dasar urat daunnya, suku bangsa menurut tempat tinggalnya, dan Negara menurut tingkat kemajuannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Konsep (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Concept Learning&lt;/span&gt;); Belajar konsep terjadi bila individu menghadapi berbagai fakta atau data yang kemudian ditafsirkan ke dalam suatu pengertian atau makna yang abstrak. Misalnya, binatang, tumbuhan dan manusia termasuk makhluk hidup; Negara-negara yang maju termasuk developed-countries; aturan-aturan yang mengatur hubungan antar Negara termasuk hokum internasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Hukum atau Aturan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rule Learning&lt;/span&gt;); Belajar aturan/hokum terjadi bila individu menggunakan beberapa rangkaian peristiwa atau perangkat data yang terdahulu atau yang diberikan sebelumnya dan menerapkannya atau menarik kesimpulan dari data tersebut menjadi suatu aturan. Misalnya, ditemukan bahwa benda memuai bila dipanaskan, iklim suatu tempat dipengaruhi oleh tempat kedudukan geografi dan astronomi di muka bumi, harga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar Pemecahan Masalah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Problem Solving Learning)&lt;/span&gt;; Belajar pemecahan masalah terjadi bila individu menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan, misalnya, mengapa harga bahan baker minyak naik, mengapa minat masuk perguruan tinggi menurun. Proses pemecahan masalah selalu bersegi jamak dan satu sama lain saling berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Urutan jenis-jenis belajar tersebut merupakan tahapan belajar yang bersifat hierarkis. Jenis belajar yang pertama merupakan prasyarat bagi berlangsungnya jenis belajar berikutnya. Seorang individu tidak akan mampu melakukan belajar pemecahan masalah apabila individu tersebut belum menguasai belajar aturan, konsep, membedakan dan seterusnya (Udin S. Winataputra, dkk, 2008).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6873739161636435366?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6873739161636435366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/jenis-jenis-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6873739161636435366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6873739161636435366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/jenis-jenis-belajar.html' title='JENIS-JENIS BELAJAR'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-4562260681704046784</id><published>2010-01-18T15:49:00.001+08:00</published><updated>2010-01-18T15:53:32.804+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>CIRI-CIRI BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar tidak hanya berkenaan dengan jumlah pengetahuan tetapi juga meliputi seluruh kemampuan individu.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. Perubahan tersebut tidak hanya pada aspek pengetahuan atau kognitif saja tetapi juga meliputi aspek sikap dan nilai (afektif) serta keterampilan (psikomotor).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perubahan itu harus merupakan buah dari pengalaman. Perubahan prilaku yang terjadi pada diri individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan. Interaksi ini dapat berupa interaksi fisik. Misalnya, seorang anak akan mengetahui bahwa api itu panas setelah ia menyentuh api yang menyala pada lilin. Di samping melalui interaksi fisik, perubahan kemampuan tersebut dapat diperoleh melalui interaksi psikis. Contohnya, seorang anak akan berhati-hati menyeberang jalan setelah ia melihat ada orang yang tertabrak kendaraan. Perubahan kemampuan tersebut terbentuk karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Mengedipkan mata pada saat memandang cahaya yang menyilaukan atau keluar air liur pada saat mencium harumnya masakan bukan meruapakan hasil belajar. Di samping itu, perubahan prilaku  karena faktor kematangan tidak termasuk belajar. Seorang anak tidak dapat belajar berbicara sampai cukup umurnya. Tetapi perkembangan kemampuan berbicaranya sangat tergantung pada rangsangan dari lingkungan sekitar. Begitu juga dengan kemampuan belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perubahan tersebut relatif tetap. Perubahan perilaku akibat obat-obatan, minuman keras, dan yang lainnya tidak dapat dikategorikan sebagai perilaku hasil belajar. Seorang atlet yang dapat melakukan lompat galah melebihi rekor orang lain karena minum obat tidak dapat dikategorikan sebagai hasil belajar. Perubahan tersebut tidak bersifat menetap. Perubahan perilaku akibat belajar akan bersifat cukup permanen. (Udin S. Winataputra, dkk, 2008)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-4562260681704046784?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/4562260681704046784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/ciri-ciri-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4562260681704046784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/4562260681704046784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/ciri-ciri-belajar.html' title='CIRI-CIRI BELAJAR'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7315953040627199233</id><published>2010-01-14T16:54:00.004+08:00</published><updated>2010-01-14T17:05:38.903+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PERANAN KONSELOR DALAM PROGRAM BIMBINGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Konselor adalah seorang anggota staf sekolah dan bertanggung jawab penuh terhadap fungsi bimbingan dan mempunyai keahlian khusus dalam bidang bimbingan yang tidak dapat dikerjakan oleh guru biasa, konselor bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah dan hanya mempunyai hubungan kerjasama dengan guru serta anggota staf lainnya. Konselor bersama kepala sekolah merencanakan program bimbingan yang sistematis yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Program pengembangan pendidikan guru,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program konsultasi untuk guru dan orangtua,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program konseling untuk murid,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program layanan referal untuk murid,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Program pengembangan dan penelitian sekolah,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penilaian hasil belajar dan layanan bimbingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. Pelayanan Konselor dalam Bidang Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program bimbingan yang efektif memberikan pendidikan atau peningkatan kepada guru mengenai cara-cara bimbingan dan menafsirkan laporan-laporan anak. Guru pada umumnya kurang memahami teknik bimbingan dan penggunaan alat pengumpulan data anak. Oleh karena itu konselor dapat membantu guru mengenai cara-cara pengumpulan data, sistem pencatatan data, dan penafsiran hasil alat-alat pencatatan yang telah dikembangan. Khusus mengenai pengumpulan data, guru tidak memiliki banyak waktu untuk melaksanakan tugas ini. Konselor dapat membantu guru dalam pengelompokan murid menurut tingkat kedewasaan dan memberikan konsultasi mengenai pengembangan program pendidikan dan menafsirkan hasil pendidikan. Jika problem anak tidak dapat diatasi oleh guru, umpamanya dalam memberikan konseling kepada atau orang tua, tugas tersebut harus dialihkan kepada konselor. Dalam konseling untuk anak-anak sebaiknya konselor menyediakan ruangan khusus yang dilengkapi oleh berbagai jenis permainan seperti boneka, buku-buku gambar, dan barang-barang lain yang disukai anak.&lt;br /&gt;Bimbingan yang diberikan pada tahun pertama pengalaman anak di sekolah mempunyai arti terhadap perkembangan anak di kemudian hari. Banyak anak mengalami kesukaran emosional, sosial, dan akademis di perguruan tinggi karena semasa kecil anak tersebut kurang mendapat bimbingan. Konselor dapat membantu anak mendapatkan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Konselor juga dapat membantu bagian kurikulum untuk yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemapuan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;B. Pendekatan dengan Tim Sekolah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak sekolah mempunyai tim kerja yang terdiri atas guru, konselor, psikologi, dokter, perawat, dan pelatih pembaca. Mereka berkarya bersama-sama di bawah pimpinan kepala sekolah. Rencana sekolah, termasuk program bimbingan dan konseling, dibicarakan bersama-sama dalam pertemuan untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah dan anak secara berkala. Keterangan dan pertimbangan dari staf lainnya dapat membantu konselor untuk semakin mengerti siswa dan untuk menyusun program bimbingan yang efektif. Dalam program tersebut beberapa kegiatan dapat diserahkan kepada ahli, sesuai dengan wewenangnya masing-masing. Rapat kerja ini sangat bermanfaat karena setiap masalah dapat dilihat dari banyak sudut dan terjadi saling konsultasi. Dengan keterangan ini dapat disimpulkan bahwa tugas bimbingan sekolah bukan hanya tanggung jawab konselor saja, tetapi juga tanggung jawab seluruh anggota tim sekolah. Di bawah pimpinan kepala sekolah, tim sekolah selalu menilai sasaran dan program bimbingan dan berusaha mencari program yang paling efektif untuk sekolah. Penilaian yang teratur dan penelitian terhadap program bimbingan sangat penting sangat penting untuk meningkatkan program bimbingan di sekolah.&lt;br /&gt;Alasan Diperlukannya Konselor Pendidikan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kehidupan Demokrasi: Guru tidak lagi menjadi pusat dan siswa tidak hanya menjadi peserta pasif dalam kegiatan pendidikan. Guru hanya membantu siswa untuk dapat mengambil keputusannya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbedaan Individual: Pembelajaran yang umumnya dilakukan secara klasikal kurang memperhatikan perbedaan siswa dalam kemampuan dan cara belajarnya sehingga beberapa siswa mungkin akan mengalami kesulitan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkembangan Norma Hidup: Masyarakat berubah secara dinamis. Demikian pula dengan berbagai norma hidup yang ada di dalamnya. Setiap orang harus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa Perkembangan: Seorang individu mengalami perkembangan dalam berbagai aspek dalam dirinya dan perubahan tuntutan lingkungan terhadap dirinya. Diperlukan penyesuaian diri untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkembangan Industri: Seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat, industri juga berkembang dengan pesat. Untuk memiliki karir yang baik, siswa harus bisa mengantisipasi keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Menurut Jones ada 7 sifat yang harus dimiliki oleh seorang konselor, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkah laku yang etis. Sikap dasar seorang konselor harus mengandung ciri etis, karena konselor harus membantu manusia sebagai pribadi dan memberikan informasi pribadi yang bersifat sangat rahasia. Konselor harus dapat merahasiakan kehidupan pribadi konseli dan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu memecahkan kesukaran konseli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan intelektual. Konselor yang baik harus memiliki kemampuan intelektual untuk memahami seluruh tingkah laku manusia dan masalahnya serta dapat memadukan kejadian-kejadian sekarang dengan pengalaman-pengalamannya dan latihan-latihannya sebagai konselor pada masa lampau. Ia harus dapat berpikir secara logis, kritis, dan mengarah ke tujuan sehingga ia dapat membantu konseli melihat tujuan, kejadian-kejadian sekarang dalam proporsi yang sebenarnya, memberikan alternatif-alternatif yang harus dipertimbangkan oleh konseli dan memberikan saran-saran jalan keluar yang bijaksana. Semua kecakapan yang harus dimiliki seorang konselor di atas membutuhkan tingkat perkembangan intelektual yang cukup baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluwesan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fleksibelity&lt;/span&gt;). Hubungan dalam konseling yang bersifat pribadi mempunyai ciri yang supel dan terbuka. Konselor diharapkan tidak bersifat kaku dengan langkah-langkah tertentu dan sistem tertentu. Konselor yang baik dapat dengan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi konseling dan perubahan tingkah laku konseli. Konselor pada saat-saat tertentu dapat berubah sebagai teman dan pada saat lain dapat berubah menjadi pemimpin. Konselor bersama konseli dapat dengan bebas membicarakan masalah masa lampau, masa kini, dan masa mendatang yang berhubungan dengan masalah pribadi konseli. Konselor dapat dengan luwes bergerak dari satu persoalan ke persoalan lainnya dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam proses konseling.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sikap penerimaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;acceptance&lt;/span&gt;). Seorang konseli diterima oleh konselor sebagai pribadi dengan segala harapan, ketakutan, keputus-asaan, dan kebimbangannya. Konseli datang pada konselor untuk meminta pertolongan dan minta agar masalah  serta kesukaran pribadinya dimengerti. Konselor harus dapat menerima dan melihat kepribadian konseli secara keseluruhan dan dapat menerimanya menurut apa adanya. Konselor harus dapat mengakui kepribadian konseli  dan menerima konseli sebagai pribadi yang mempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri. Konselor harus percaya bahwa konseli mempunyai kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab. Sikap penerimaan merupakan prinsip dasar yang harus dilakukan pada setiap konseling.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemahaman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;understanding&lt;/span&gt;). Seorang konselor harus dapat menangkap arti dari ekspresi konseli. Pemahaman adalah mengkap dengan jelas dan lengkap maksud yang sebenarnya yang dinyatakan oleh konseli dan di pihak lain konseli dapat merasakan bahwa ia dimengerti oleh konselor. Konseli dapat menangkap bahwa konselor mengerti dan memahami dirinya, jika konselor dapat mengungkapkan kembali apa yang diungkapkan konseli dengan bahasa verbal maupun nonverbal dan disertai dengan  perasaannya sendiri. Ungkapan konselor ini harus dapat ditangkap oleh konseli. Kemampuan konselor dalam memahami konseli pada setiap konseling dapat terjadi dengan menempatkan dirinya pada kaca mata konseli. Memahami orang lain tidak cukup hanya mengerti data-data yang terkumpul, tetapi yang lebih penting konselor dapat mengerti bagaimana konseli memberikan arti terhadap data-data tadi. Memahami dalam proses konseling jangan disamakan dengan memahami suatu ilmu pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan orang ingin menangkap arti yang objektif, sedangkan dalam konseling justru karena ingin menangkap arti yang subjektif, yaitu arti yang diberikan oleh konseli. Dalam konseling yang diperlukan bukan kebenaran yang objektif, melainkan bagaiman konseli melihat kebenaran itu. Seorang konselor tidak perlu meneliti kebenaran kata-kata konseli, tetapi yang penting bagi konselor adalah menangkap cara konseli menyatakan kebenaran tersebut dan akhirnya konselor dapat menangkap arti keseluruhan pernyataan kepribadian konseli. Seorang konselor harus mengikuti perubahan kepribadian konseli dengan baik. Konselor harus dapat menyatuakn dirinya dengan dunia konseli dan dapat menyatukan kembali dengan cara yang wajar dan dengan penuh perasaan agar konseli mudah menangkap dan mengertinya. Akhirnya, konseli dapat melihat alternatif-alternatif yang realistis dengan diri sendiri dan berani merumuskan suatu keputusan yang bijaksana. Konselor sangat berperan dalam situasi puncak proses konseling ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peka terhadap rahasia pribadi. Dalam segala hal konselor harus dapat menunjukkan sikap jujur dan wajar sehingga ia dapat dipercaya oleh konseli dan konseli berani membuka diri terhadap konselor. Jika pada suatu saat seorang konseli mengetahui bahwa konselornya menipunya  dengan cara yang halus, konseli dapat langsung menunjukkan sikap kurang mempercayai dan menutup diri yang menghilangkan sikap baik antara dirinya dan konselornya. Konseli sangat peka terhadap kejujuran konselor, sebab konseli telah berani mengambil risiko dengan membuka diri dan khususnya rahasia hidup pribadinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komunikasi. Komunikasi merupakan kecakapan dasar yang harus dimiliki oleh setiap konselor. Dalam komunikasi konselor dapat mengekspresikan kembali pernyataan-pernyataan konseli secara tepat. Menjawab atau memantulkan kembali pernyataan konseli dalam bentuk perasaan dan kata-kata serta tingkah laku konselor. Konselor harus dapat memantulkan perasaan konseli dan pemantulan ini dapat ditangkap serta dimengerti oleh konseli sebagai pernyataan yang penuh penerimaan dan pengertian. Dalam koseling tidak terdapat resep tertentu mengenai komunikasi yang dapat dipakai oleh setiap konselor pada setiap konseling.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7315953040627199233?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7315953040627199233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peranan-konselor-dalam-program.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7315953040627199233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7315953040627199233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peranan-konselor-dalam-program.html' title='PERANAN KONSELOR DALAM PROGRAM BIMBINGAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-8777199652529093339</id><published>2010-01-14T16:50:00.002+08:00</published><updated>2010-01-14T16:53:12.647+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PERANAN GURU DALAM PROGRAM BIMBINGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan Bimbingan Konseling, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Informator&lt;/span&gt;, guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Organisator,&lt;/span&gt; guru sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Motivator,&lt;/span&gt; guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Director,&lt;/span&gt; guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inisiator&lt;/span&gt;, guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Transmitter,&lt;/span&gt; guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fasilitator,&lt;/span&gt; guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mediator,&lt;/span&gt; guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Evaluator,&lt;/span&gt; guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-8777199652529093339?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/8777199652529093339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peranan-guru-dalam-program-bimbingan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8777199652529093339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/8777199652529093339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peranan-guru-dalam-program-bimbingan.html' title='PERANAN GURU DALAM PROGRAM BIMBINGAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6917543726894225139</id><published>2010-01-14T16:34:00.023+08:00</published><updated>2010-01-14T16:48:53.198+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;1. Peran guru sebagai sumber belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peran guru dalam pembelajaran merupakan peran sangat penting yang berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran. Baik tidaknya seorang guru bisa dilihat dari penguasaan materi pelajaran. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Guru hendaknya memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswa. Hal ini untuk menjaga agar guru memiliki pemahaman yang lebih baik tentang materi yang akan dikaji bersama siswa. Dalam perkembangan teknologi informasi  yang sangat cepat didapatkan. Oleh karena itu, untuk menjaga agar guru tidak ketinggalan informasi, sebaiknya guru memilki bahan-bahan referensi yang lebih banyak. Misalnya melacak bahan-bahan dari internet, atau bahan cetak terbitan terakhir atau berbagai informasi dari media masa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru dapat menunjukkan sumber belajar yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memiliki kecepatan belajar diatas-rata-rata siswa yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru perlu melakukan pemetaan tentang materi pelajaran misalnya dengan menentukan mana materi inti yang wajib dipelajari siswa, mana materi tambahan, mana materi yang harus diingat kembali karena pernah dibahas, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;2. Peran guru sebagai fasilitator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pendidikan, istilah fasilitator semula lebih banyak diterapkan untuk kepentingan pendidikan orang dewasa (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;andragogi)&lt;/span&gt;, khususnya dalam lingkungan pendidikan nonformal. Namun sejalan dengan perubahan makna pengajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa, belakangan ini di Indonesia istilah fasilitator pun mulai diadopsi dalam lingkungan pendidikan formal di sekolah, yakni berkenaan dengan peran guru pada saat melaksanakan interaksi belajar mengajar. Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa sebagai fasilitator, guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Peran sebagai fasilitator guru  memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, ada beberapa hal yang harus dipahami, khususnya hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Guru perlu memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut. Pemahaman akan fungsi medai sangat  diperlukan, belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru perlu memiliki keterampilan dalam merancang suatu media. Kemampuan merancang media merupakan salah satu kompetensi yang harus  dimiliki seorang guru yang profesional. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru dituntut untuk mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar. Perkembangan teknologi informasi menuntut setiap guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru hendaknya mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Oleh karena itu, agar guru dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator sebaiknya guru dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar yang dikembangkan dalam pendidikan, yaitu bahwa siswa akan belajar dengan baik apabila:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siswa secara penuh dapat mengambil bagian dalam setiap aktivitas pembelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apa yang dipelajari bermanfaat dan praktis (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;usable)&lt;/span&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuan dan keterampilannya dalam waktu yang cukup. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembelajaran dapat mempertimbangkan dan disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya dan daya pikir siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbina saling pengertian, baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di samping itu, guru sebaiknya dapat memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa yang akan menentukan keberhasilan belajar siswa, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Setiap siswa memiliki pengalaman dan potensi belajar yang berbeda-beda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap siswa memiliki tendensi untuk menentukan kehidupannnya sendiri. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih memberikan perhatian pada hal-hal menarik baginya dan menjadi kebutuhannnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila diminta menilai kemampuan diri sendiri, biasanya cenderung akan menilai lebih rendah dari kemampuan sebenarnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih menyenangi hal-hal yang bersifat konkret dan praktis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih suka menerima saran-saran daripada diceramahi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa lebih menyukai pemberian penghargaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;reward&lt;/span&gt;) dari pada hukuman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(punishment&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Selain dapat memenuhi prinsip-prinsip belajar dan memperhatikan karakteristik individual, guru juga dapat memperhatikan asas-asas pembelajaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemitraan, siswa tidak dianggap sebagai bawahan melainkan diperlakukan sebagai mitra kerjanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalaman nyata, materi pembelajaran disesuaikan dengan pengalaman dan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebersamaan, pembelajaran dilaksanakan melalui kelompok dan kolaboratif. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partisipasi, setiap siswa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan tersebut, sekaligus juga bertanggungjawab atas setiap kegiatan belajar yang dilaksanakannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keswadayaan, mendorong tumbuhnya swadaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(self supporting)&lt;/span&gt; secara optimal atas setiap aktivitas belajar yang dilaksanakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manfaat, materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa pada masa sekarang maupun yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lokalitas, materi pembelajaran dikemas dalam bentuk yang paling sesuai dengan potensi dan permasalahan di wilayah (lingkungan) tertentu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;locally specific&lt;/span&gt;), yang mungkin akan berbeda satu tempat dengan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari ungkapan ini, jelas bahwa untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator, guru mutlak perlu menyediakan sumber dan media belajar yang cocok dan beragam dalam setiap kegiatan pembelajaran, dan tidak menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswanya.&lt;br /&gt;Terkait dengan sikap dan perilaku guru sebagai fasilitator, di bawah ini dikemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan guru untuk dapat menjadi seorang fasilitator yang sukses:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mendengarkan dan tidak mendominasi. Karena siswa merupakan pelaku utama dalam pembelajaran, maka sebagai fasilitator guru harus memberi kesempatan agar siswa dapat aktif. Upaya pengalihan peran dari fasilitator kepada siswa bisa dilakukan sedikit demi sedikit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap sabar. Aspek utama pembelajaran adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu, maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghargai dan rendah hati. Guru berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh-sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau belajar. Seorang guru tidak akan dapat bekerja sama dengan siswa apabila dia tidak ingin memahami atau belajar tentang mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap sederajat. Guru perlu mengembangkan sikap kesederajatan agar bisa diterima sebagai teman atau mitra kerja oleh siswanya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap akrab dan melebur. Hubungan dengan siswa sebaiknya dilakukan dalam suasana akrab, santai, bersifat dari hati ke hati (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;interpersonal relationship)&lt;/span&gt;, sehingga siswa tidak merasa kaku dan sungkan dalam berhubungan dengan guru. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berusaha menceramahi. Siswa memiliki pengalaman, pendirian, dan keyakinan tersendiri. Oleh karena itu, guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu, tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya, sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berwibawa. Meskipun pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang akrab dan santai, seorang fasilitator sebaiknya tetap dapat menunjukan kesungguhan di dalam bekerja dengan siswanya, sehingga siswa akan tetap menghargainya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memihak dan mengkritik. Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. Dalam hal ini, diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihak-pihak yang berbeda pendapat, untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap terbuka. Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu, agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap positif. Guru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada, bukan sebaliknya mengeluhkan keburukan-keburukannya. Perlu diingat, potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;3. Peran guru sebagai pengelola pembelajaran (learning manager)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peran sebagai pengelola pembelajaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;learning manager&lt;/span&gt;), peran guru dalam menciptakan iklim belajar yang memungkin siswa dapat belajar secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa dengan memposisikan agar mampu menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;resource person&lt;/span&gt;), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik &amp;amp; humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;during teaching problems).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengajar dengan sukses berarti harus ada keterlibatan siswa secara aktif untuk belajar. Keduanya berjalan seiring, tidak ada yang mendahului antara mengajar dan belajar karena masing-masing memiliki peran yang memberikan pengaruh satu dengan yang lainnya. Keberhasilan/kesuksesan guru mengajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar, demikian juga keberhasilan siswa dalam belajar ditentukan pula oleh peran guru dalam mengajar.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan pegelolaan pembelajaran ada dua macam kegiatan yang harus dilakukan, yaitu mengelola sumber belajar dan melaksanakan peran sebagai sumber belajar itu sendiri. Dalam peran ini guru memiliki fungsi, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;            Merencanakan tujuan belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;4. Peran guru sebagai demonstrator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  Dalam peran ini guru mempertunjukkan kepada siswa  segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampikan. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator,  pertama guru harus menunjukkan  sikap-sikap yang terpuji. Kedua, guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran bisa lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa. Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menetukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;5. Peran guru sebagai pembimbing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru tidak dapat memaksa agar siswanya menadi ini atau itu. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Tugas guru adalah menjaga, mengarahkan, dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya. Inilah makna peran pembimbing.&lt;br /&gt;           Agar guru  berperan  sebagai pembimbing yang baik, maka ada beberapa hal yang harus dimiliki, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Misalnya, pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar serta pemahaman tentang potensi dan bakat yang dimiliki anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru harus memiliki dan terampil dalam merencanakan, baik merencanakan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai maupun merencanakan proses pembelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu, siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;6. Peran guru sebagai motivator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengarahkan  segala  kemampuannya. Dengan demikian, bisa dikatakan  siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuannya yang rendah pula, tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi.&lt;br /&gt;           Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Sehingga, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.. Dibawah ini diberikan beberapa petunjuk :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin di bawa. Pemahaman siswa akan tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat  siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membangkitkan minat siswa. Siswa akan terdorong untuk belajar ketika mereka memiliki  minat untukbelajar. Sehingga, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa, diantaranya:a) menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. b) sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelajaran  yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang terlalu jauh dari pengalaman siswa, akan tidak diminati siswa. c) menggunakan berbagai model dan strategi pemebelajaran secara bervariasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Siswa akan dapat belajar lebih baik dalam suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari rasa takut. Usahakan agar kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Misalnya guru kadang-kadang dapat melakukan hal-hal yang lucu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. Motivasi akan tumbuh jika siswa meras dihargai. Pujian yang wajar dibeikan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata, justru ada anak yang merasa tidak senang degan kata-kata. Pujian sebagai penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat, misalnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan penilaian. Terkadang siswa yang belajar karena ingin memperoleh nialai bagus. Sehingga mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian hendaknya dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar yang positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan ‘bagus’ atau ‘teruskan pekerjaanmu’, dan lain sebagainya. Komentar yang positif dapat meningkakan motivasi belajar siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciptakan persaingan dan kerja sama. Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang baik. Oleh karena itu, guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar-individu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di samping beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar siswa di atas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman, teguran, dan kecaman, memberikan tugas yang sedikit berat (menantang). Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus-kasus tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan membangkitkan motivasi dengan cara-cara semacam itu lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkan motivasi dengan cara negatif dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;7. Peran guru sebagai evaluator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan, setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan akan diadakan evaluasi, artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan tadi orang selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik.&lt;br /&gt;Peran guru sebagai evaluator, mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judgement&lt;/span&gt;), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.. Ada dua fungsi dalam memerankan perannya sebagai evaluator, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan atau menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi kurikulum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6917543726894225139?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6917543726894225139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peran-guru-dalam-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6917543726894225139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6917543726894225139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/peran-guru-dalam-pembelajaran.html' title='PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3929184486894459749</id><published>2010-01-14T16:27:00.002+08:00</published><updated>2010-01-14T16:32:16.530+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MEDIA PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Arti Media Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.&lt;br /&gt;Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.&lt;br /&gt;Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan  guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber belajar yang ada.      &lt;br /&gt;Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.&lt;br /&gt;Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfungsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar Mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Manfaat Media Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efisiensi dalam waktu dan tenaga;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3929184486894459749?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3929184486894459749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/media-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3929184486894459749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3929184486894459749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/media-pembelajaran.html' title='MEDIA PEMBELAJARAN'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2000728381366572533</id><published>2010-01-14T16:01:00.000+08:00</published><updated>2010-01-14T16:07:25.146+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>KEUNGGULAN PEMBELAJARAN INOVATIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran inovatif dilakukan untuk mengoptimalkan pencapaian semua hasil belajar dan mengakomodasi sebanyak-banyaknya perbedaan siswa. Implementasi pembelajaran inovatif selalu multimetode, multimedia, berpusat pada siswa, dilakukan secara alami, dan memberikan peluang siswa mengalami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan pembelajaran inovatif adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kualitas hasil belajar yang dicapai menjadi lebih tinggi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkup hasil belajar menjadi lebih komprehensif;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembelajaran inovatif tidak saja menekankan pada hasil belajar kognitif, tetapi juga hasil belajar proses dan sikap. Konsekuensinya tentu akan memerlukan waktu yang lebih lama karena dilakukan untuk mencapai banyak hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2000728381366572533?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2000728381366572533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/keunggulan-pembelajaran-inovatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2000728381366572533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2000728381366572533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/keunggulan-pembelajaran-inovatif.html' title='KEUNGGULAN PEMBELAJARAN INOVATIF'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3853594212498106236</id><published>2010-01-14T15:59:00.001+08:00</published><updated>2010-01-14T16:01:09.285+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI DAN MODEL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memberikan sebuah penjelasan umum tentang berbagai pengamatan yang dibuat seiring dengan berjalannya waktu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjelaskan dan memprediksi prilaku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin akan termodifikasi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Teori jarang harus dibuang secara utuh jika diuji secara saksama, tapi kadang sebuah teori mungkin secara luas diterima untuk waktu yang lama dan kemudian disangkal (Dorin, Demmin &amp;amp; Gabel, 1990 dalam Mark K. Smith, dkk, 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model adalah sebuah gambaran mental yang membantu kita memahami sesuatu yang tidak bisa kita lihat atau alami secara langsung (Dorin, Demmin &amp;amp; Gabel, 1990 dalam Mark K. Smith, dkk, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3853594212498106236?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3853594212498106236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-dan-model.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3853594212498106236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3853594212498106236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-dan-model.html' title='TEORI DAN MODEL'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7711092732204866572</id><published>2010-01-14T15:55:00.000+08:00</published><updated>2010-01-14T15:57:10.650+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI BELAJAR MENURUT ADWIN GUTHRIE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Edwin Guthrie menggunakan variable hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Namun ia mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan biologis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara, oleh sebab itu, dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. Ia juga mengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu merubah kebiasaan dan perilaku seseorang. Namun setelah Skinner mengemukakan dan mempopulerkan akan pentingnya penguatan (reinforcement) dalam teori belajarnya, maka hukuman tidak lagi dipentingkan dalam belajar. (Asri Budiningsih, 2005: 23)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7711092732204866572?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7711092732204866572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-adwin-guthrie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7711092732204866572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7711092732204866572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-adwin-guthrie.html' title='TEORI BELAJAR MENURUT ADWIN GUTHRIE'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1490269379285973355</id><published>2010-01-14T15:53:00.000+08:00</published><updated>2010-01-14T15:54:37.149+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI BELAJAR MENURUT CLARK HULL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Clark Hull juga menggunakan variable hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya. Dalam kenyataannya, teori-teori demikian tidak banyak digunakan dalam kehidupan praktis, terutama setelah Skinner memperkenalkan teorinya. Namun teori ini masih sering dipergunakan dalam berbagai eksperimen di laboratorium. (Asri Budiningsih, 2005: 22)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1490269379285973355?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1490269379285973355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-clark-hull.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1490269379285973355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1490269379285973355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-clark-hull.html' title='TEORI BELAJAR MENURUT CLARK HULL'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1892308548476543610</id><published>2010-01-14T15:49:00.001+08:00</published><updated>2010-01-14T15:51:23.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI BELAJAR MENURUT WATSON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Watson adalah seorang tokoh aliran behavioristik yang datang sesudah Thondike. Menurutnya, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (obesrvabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun ia menganggap hal-hal tersebut  sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan. Ia tetap mengakui bahwa perubahan-perubahan mental dalam benak siswa itu penting, namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperti fisika dan biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh dapat diamati dan dapat diukur. Asumsinya bahwa, hanya dengan cara demikianlah maka akan dapat diramalkan perubahan-perubahan apa yang bakal terjadi setelah seseorang melakukan tindak belajar. Para tokoh aliran behavioristik cenderung untuk tidak memperhatikan hal-hal yang tidak dapat diukur dan tidak dapat diamati, seperti perubahan-perubahan mental yang terjadi ketika belajar, walaupun demikian mereka tetap mengakui hal itu penting. (Asri Budiningsih, 2005: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1892308548476543610?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1892308548476543610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-watson.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1892308548476543610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1892308548476543610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-belajar-menurut-watson.html' title='TEORI BELAJAR MENURUT WATSON'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5873248959081476288</id><published>2010-01-14T15:35:00.002+08:00</published><updated>2010-01-14T15:46:04.274+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (KEKUATAN DAN KELEMAHAN)</title><content type='html'>&lt;ul style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Behaviorisme&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelemahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembelajar mungkin menemukan dalam sebuah situasi dimana stimulus bagi respons yang benar tidak terjadi, karenanya pembelajar tidak bisa menanggapinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang pekerja yang telah dikondisikan untuk menanggapi sebuah isyarat tertentu pada saat pekerjaan berhenti berproduksi ketika sebuah anomaly terjadi karena mereka tidak memahami sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekuatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembelajar difokuskan pada sebuah tujuan yang jelas dan bisa menanggapi secara automatis segala isyarat dari tujuan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilot Perang Dunia II dikondisikan untuk bereaksi terhadap siluet pesawat musuh, sebuah respons yang orang akan harap menjadi automatis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kognitivisme&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelemahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pembelajar mempelajari sebuah cara menyelesaikan sebuha tugas, tapi ia mungkin tidak menjadi cara terbaik, atau disesuaikan dengan pembelajar tersebut atau situasinya. Misalnya, login ke internet pada satu computer mungkin tidak sama seperti login di computer yang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekuatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tujuan adalah melatih pembelajar untuk melakukan sebuah tugas dengan cara yang sama dengan memampukan konsistensi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan login dan kemudian keluar pada computer kerja adalah sama bagi semua pegawai; mungkin yang penting adalah menjalankan kerutinan yang pasti untuk menghindari masalah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Konstruktivisme&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelemahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dalam sebuah situasi dimana kesesuaian adalah pemikiran dan aksi esensial yang berbeda mungkin menyebabkan masalah. Membayangkan bersenang ria di Revenue Canada jika setiap orang memutuskan untuk melaporkan pajak-pajak mereka dalam cara mereka sendiri, meskipun kemungkinan ada beberapa pendekatan “konstruktif” yang digunakan dalam sistem yang kita punyai.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekuatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Karena pembelajar mampu menafsirkan realitas-realitas ganda, pembelajar menjadi mampu dengan lebih baik menghadapi situasi kehidupan nyata. Jika seorang pembelajar bisa menyelesaikan masalah, mereka mungkin menggunakan pengetahuan yang mereka punyai dengan lebih baik bagi sebuah situasi baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Schuman, 1996 dalam Mark K. Smith, dkk, 2009)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5873248959081476288?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5873248959081476288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-teori-pembelajaran-kekuatan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5873248959081476288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5873248959081476288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/teori-teori-pembelajaran-kekuatan-dan.html' title='TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (KEKUATAN DAN KELEMAHAN)'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5879404110973727094</id><published>2010-01-14T11:41:00.003+08:00</published><updated>2010-01-14T11:45:23.531+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>AntiVir Personal 9.0.0.418</title><content type='html'>Avira AntiVir Personal - FREE Antivirus adalah antivirus gratis yang dapat diandalkan solusi, yang terus-menerus dan cepat memindai komputer Anda untuk program jahat seperti virus, Trojans, backdoor program, hoax, worm, dialer dll Monitor setiap tindakan yang dilakukan oleh pengguna atau sistem operasi dan bereaksi segera ketika sebuah program berbahaya terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;* Mendeteksi dan menghapus lebih dari 150.000 virus&lt;br /&gt;* Selalu di antara para pemenang tes perbandingan ditampilkan dalam jurnal komputer&lt;br /&gt;* Residen Virus Guard berfungsi untuk memantau gerakan file secara otomatis,misalnya men-download data dari internet&lt;br /&gt;* Scanning dan perbaikan virus makro&lt;br /&gt;* Perlindungan terhadap virus makro yang sebelumnya tidak dikenal&lt;br /&gt;* Perlindungan terhadap trojaner, worms, backdoors, lelucon dan program merugikan lainnya&lt;br /&gt;* AntiVir perlindungan terhadap virus, worm dan Trojan&lt;br /&gt;* Perlindungan terhadap mahal AntiDialer dialer&lt;br /&gt;* AntiRootkit perlindungan terhadap rootkit tersembunyi&lt;br /&gt;* AntiPhishing perlindungan terhadap phising&lt;br /&gt;* AntiSpyware perlindungan terhadap spyware dan adware&lt;br /&gt;* NetbookSupport untuk laptop dengan resolusi rendah&lt;br /&gt;* QuickRemoval menghilangkan virus dengan menekan sebuah tombol&lt;br /&gt;* Mudah dioperasikan&lt;br /&gt;* Internet-Update Wizard untuk kemudahan update&lt;br /&gt;* Perlindungan terhadap boot record sebelumnya tidak dikenal virus dan virus master boot record&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_antivir/download/8613dbb1e4c4bf852040cf0f725ea942/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5879404110973727094?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5879404110973727094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/antivir-personal-900418.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5879404110973727094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5879404110973727094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/antivir-personal-900418.html' title='AntiVir Personal 9.0.0.418'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5803658868492977662</id><published>2010-01-05T13:10:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T13:13:22.305+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Windows Defender 1.1.1593</title><content type='html'>Windows Defender adalah perangkat lunak yang membantu melindungi komputer Anda terhadap pop-up, kinerja lambat, dan ancaman keamanan yang disebabkan oleh spyware dan perangkat lunak yang tidak diinginkan lain dengan mendeteksi dan menghapus dikenal spyware dari komputer Anda. Windows Defender fitur Real-Time Protection, sebuah sistem pemantauan yang merekomendasikan tindakan melawan spyware ketika itu terdeteksi, meminimalkan interupsi, dan membantu Anda tetap produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat menginstal Windows Defender meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Spyware deteksi dan penghapusan&lt;br /&gt;    * Meningkatkan keamanan browsing internet&lt;br /&gt;    * Perlindungan terhadap ancaman terbaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows Defender ditingkatkan oleh SpyNet, sebuah komunitas yang membawa Windows Defender pengguna bersama-sama untuk mengidentifikasi dan berbagi informasi tentang spyware. Laporan komunitas ini potensi ancaman yang diidentifikasi oleh Windows Defender real-time sistem SpyNet agen ke server, yang katalog dan memperbarui sistem untuk membantu melindungi Anda dari ancaman spyware baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_windows_defender/download/1d21fe086efc1ce87d0ab9a75fe34900/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5803658868492977662?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5803658868492977662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/windows-defender-111593.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5803658868492977662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5803658868492977662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/windows-defender-111593.html' title='Windows Defender 1.1.1593'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-5786598287850364529</id><published>2010-01-05T13:05:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T13:10:22.236+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Nero Burning Rom 9.4.26.0 Trial</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_nero_burning_rom/download/377639f59e5dbf03b3f2c237f6435cc5/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-5786598287850364529?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/5786598287850364529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/nero-burning-rom-94260-trial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5786598287850364529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/5786598287850364529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/nero-burning-rom-94260-trial.html' title='Nero Burning Rom 9.4.26.0 Trial'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-950809720883550346</id><published>2010-01-05T12:58:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T13:05:15.169+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>FastStone Image Viewer 4.1 Beta</title><content type='html'>FastStone Image Viewer adalah yang cepat, stabil, user-friendly image browser, converter dan editor. Bagus ini memiliki serangkaian fitur yang mencakup tampilan gambar, manajemen, perbandingan, red-eye removal, email, mengubah ukuran, cropping dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang inovatif tapi intuitif modus layar penuh memberikan akses cepat ke informasi EXIF, thumbnail browser dan fungsi utama melalui toolbar tersembunyi yang muncul ketika mouse anda menyentuh keempat tepi layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur-fitur lainnya termasuk kualitas tinggi kaca pembesar dan sebuah musik slideshow dengan 150 + efek transisi, serta lossless JPEG transisi, drop shadow effects, image annotation, scanner support, histogram dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung semua format grafik utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * BMP&lt;br /&gt;    * JPEG&lt;br /&gt;    * JPEG 2000&lt;br /&gt;    * Animasi GIF&lt;br /&gt;    * PNG&lt;br /&gt;    * PCX&lt;br /&gt;    * TIFF&lt;br /&gt;    * WMF&lt;br /&gt;    * ICO&lt;br /&gt;    * TGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi ini juga mendukung format RAW kamera digital:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * CRW&lt;br /&gt;    * CR2&lt;br /&gt;    * NEF&lt;br /&gt;    * PEF&lt;br /&gt;    * RAF&lt;br /&gt;    * MRW&lt;br /&gt;    * ORF&lt;br /&gt;    * SRF&lt;br /&gt;    * Dng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_faststone_image_viewer/download/f1a9a3b50bcd7279b754af7379be497c/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-950809720883550346?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/950809720883550346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/faststone-image-viewer-41-beta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/950809720883550346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/950809720883550346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/faststone-image-viewer-41-beta.html' title='FastStone Image Viewer 4.1 Beta'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7260939683868328581</id><published>2010-01-05T12:52:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:58:23.408+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>.NET Framework Version 3.5 SP1</title><content type='html'>Microsoft .NET Framework 3 adalah kode baru yang dikelola programming model for Windows ®. Ini menggabungkan kekuatan .NET Framework versi 2.0 dengan teknologi baru untuk membangun aplikasi yang memiliki pengalaman pengguna menarik secara visual tanpa cacat teknologi komunikasi melintasi batas-batas, dan kemampuan untuk mendukung berbagai proses bisnis. Teknologi baru ini adalah Windows Presentation Foundation, Windows Communication Foundation, Windows Workflow Foundation, dan Windows CardSpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.NET Framework 3 adalah dimasukkan sebagai bagian dari sistem operasi Windows Vista, Anda dapat menginstal atau menghapus menggunakan Fitur Windows Control Panel. Paket disebarkan kembali ini untuk Windows XP dan Windows Server 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi terbaru (3,5) berisi banyak fitur baru secara bertahap yang dibangun berdasarkan .NET Framework 2.0 dan 3.0, dan mencakup .NET Framework 2.0 Service pack 1 dan .NET Framework 3.0 Service pack 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_dotnet_framework_3/download/2615a2d47f76642755f1681df541c93d/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7260939683868328581?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7260939683868328581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/net-framework-version-35-sp1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7260939683868328581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7260939683868328581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/net-framework-version-35-sp1.html' title='.NET Framework Version 3.5 SP1'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7721199674220962973</id><published>2010-01-05T12:47:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:51:06.286+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Opera 10.10</title><content type='html'>Sebuah fitur lengkap Internet browser, Opera termasuk pop-up, tab browsing, pencarian terintegrasi, dan fungsi-fungsi lanjutan seperti Opera's groundbreaking E-mail program, RSS Newsfeeds dan IRC chat. Dan karena kita tahu bahwa pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda, Anda dapat menyesuaikan tampilan dan isi dari browser Opera Anda dengan beberapa klik dari mouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Speed Dial: situs favorit Anda hanya satu klik setiap saat.&lt;br /&gt;    * Search Shortcuts: Faster cari - ketik pertanyaan Anda langsung ke address bar.&lt;br /&gt;    * Sampah Dapatkah: Segera membuka kembali tab baru-baru ini ditutup.&lt;br /&gt;    * Speed Dial: Dapatkan halaman Web favorit Anda hanya dengan satu klik.&lt;br /&gt;    * Mouse Gestures: Dengan Opera Anda dapat menavigasi web dengan mouse anda.&lt;br /&gt;    * Opera Link: Menyinkronkan data dari pilihan Anda online, atau di antara komputer dan perangkat yang berbeda.&lt;br /&gt;    * Quick Find: Opera mengingat tidak hanya judul dan alamat, tetapi juga konten yang sebenarnya dari halaman Web yang Anda kunjungi.&lt;br /&gt;    * Feed Preview: Preview sebuah feed dengan mengklik ikon feed, dan Anda akan melihatnya bersih dan efisien beberapa-kolom layout.&lt;br /&gt;    * Quick dan dikustomisasi pencarian Web: Dapatkan akses cepat ke Google, eBay, Amazon dan lebih dengan kolom pencarian di pojok kanan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_opera/download/c560da41c236c19eb7dace8e62b13bde/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7721199674220962973?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7721199674220962973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/opera-1010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7721199674220962973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7721199674220962973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/opera-1010.html' title='Opera 10.10'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6118963003762991219</id><published>2010-01-05T12:42:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:47:24.728+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Firefox 3.6 Beta 5</title><content type='html'>Web adalah semua tentang inovasi, dan Firefox menetapkan langkah dengan puluhan fitur baru untuk memberikan yang lebih cepat, lebih aman dan pengalaman browsing dikustomisasi untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;User Experience. Perangkat tambahan untuk Firefox yang sebaik mungkin memberikan pengalaman browsing di Web. Baru bar lokasi Firefox cerdas, yang dikenal sebagai "Awesome Bar," belajar sebagai orang menggunakannya, beradaptasi dengan preferensi pengguna dan menawarkan pemasangan lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Performance. Firefox dibangun di atas platform Gecko baru yang kuat, sehingga lebih aman, lebih mudah digunakan dan produk yang lebih pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Security. Firefox bar untuk meningkatkan keamanan. Baru perlindungan malware dan phising membantu melindungi dari virus, worm, trojan dan spyware untuk menjaga orang-orang yang aman di Web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Customization. Semua orang menggunakan Web berbeda, dan Firefox memungkinkan pengguna menyesuaikan browser mereka dengan lebih dari 5.000 add-ons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_firefox/download/f23cdd799501a948a9235c607aee5cfb/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6118963003762991219?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6118963003762991219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/firefox-36-beta-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6118963003762991219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6118963003762991219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/firefox-36-beta-5.html' title='Firefox 3.6 Beta 5'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-1162381511005528439</id><published>2010-01-05T12:28:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:36:56.456+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>RocketDock 1.3.5</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.filehippo.com/download_rocketdock/download/dccd0811c8a55a94d7d9935357e0f8f5/"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-1162381511005528439?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/1162381511005528439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/rocketdock-135.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1162381511005528439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/1162381511005528439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/rocketdock-135.html' title='RocketDock 1.3.5'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-379650527393461530</id><published>2010-01-05T12:08:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:28:44.245+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Transtool</title><content type='html'>Transtool merupakan aplikasi semacam kamus portable yang bisa mengubah bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia maupun dari bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. Hanya saja masih menerjemahkan berdasarkan kata, belum bisa berdasarkan kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/188608721/70076ee2/TRANSTOOL.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-379650527393461530?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/379650527393461530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/transtool.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/379650527393461530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/379650527393461530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/transtool.html' title='Transtool'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3020329876280884236</id><published>2010-01-05T12:06:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:08:17.444+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>free-pdf-to-word-converter</title><content type='html'>Aplikasi ini merupakan kebalikan dari PDF Creator, yakni dengan aplikasi ini Anda bisa mengubah file PDF menjadi file dokumen (Ms. Word)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/188595724/7983526f/free-pdf-to-word-converter.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3020329876280884236?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3020329876280884236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/free-pdf-to-word-converter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3020329876280884236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3020329876280884236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/free-pdf-to-word-converter.html' title='free-pdf-to-word-converter'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-2812442810469357228</id><published>2010-01-05T11:51:00.000+08:00</published><updated>2010-01-05T12:05:25.587+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>PDF Creator</title><content type='html'>PDF Creator merupakan aplikasi untuk mengubah file dokumen (dari Ms. Office) menjadi file PDF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/188594140/94852a27/PDF_Creator.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-2812442810469357228?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/2812442810469357228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pdf-creator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2812442810469357228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/2812442810469357228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pdf-creator.html' title='PDF Creator'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6888317936741132045</id><published>2010-01-01T17:23:00.000+08:00</published><updated>2010-01-01T17:25:37.904+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Skinner</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep-konsep yang dikemukakan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Law of operant conditining&lt;/span&gt; yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Law of operant extinction&lt;/span&gt; yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;operant conditioning&lt;/span&gt; terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforceritu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;classical conditioning&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6888317936741132045?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6888317936741132045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/skinner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6888317936741132045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6888317936741132045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/skinner.html' title='Skinner'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7242794273310974220</id><published>2010-01-01T17:15:00.000+08:00</published><updated>2010-01-01T17:23:14.438+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Piaget</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSOMEONE%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Teori Piaget memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya &lt;i&gt;schemata &lt;/i&gt;– skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya. Teori ini membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yakni: &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSOMEONE%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1248616144; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2044728530 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid black 1.0pt; 	mso-border-alt:solid black .5pt; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid black; 	mso-border-insidev:.5pt solid black; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; width: 443.6pt; margin-left: 12.5pt; border-collapse: collapse;" width="591" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; width: 96.35pt;" width="128" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;PERIODE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;" width="66" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;USIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 297.65pt;" width="397" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;DESKRIPSI PERKEMBANGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96.35pt;" width="128" valign="top"&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sensorimotor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;" width="66" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;0 – 2 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 297.65pt;" width="397" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan orang   atau objek (benda). Skema-skemanya baru berbentuk refleks-refleks sederhana,   seperti : menggenggam atau mengisap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96.35pt;" width="128" valign="top"&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Praoperasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;" width="66" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2 – 6 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 297.65pt;" width="397" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia   (lingkungan) secara kognitif. Simbol-simbol itu seperti : kata-kata dan   bilangan yang dapat menggantikan objek, peristiwa dan kegiatan (tingkah laku   yang nampak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96.35pt;" width="128" valign="top"&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Operasi Konkrit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;" width="66" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6 – 11 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 297.65pt;" width="397" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan   yang mereka miliki. Mereka dapat menambah, mengurangi dan mengubah. Operasi   ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 96.35pt;" width="128" valign="top"&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Operasi Formal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 49.6pt;" width="66" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;11 tahun sampai dewasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 297.65pt;" width="397" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Periode ini   merupakan operasi mental tingkat tinggi. Di sini&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anak &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(remaja) sudah   dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak   hanya dengan objek-objek konkret. Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan   memecahkan masalah melalui pengujian semua alternatif yang ada.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 0%; color: black; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7242794273310974220?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/7242794273310974220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/piaget.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7242794273310974220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/7242794273310974220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/piaget.html' title='Piaget'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3901832079902762284</id><published>2010-01-01T17:13:00.001+08:00</published><updated>2010-01-01T17:15:44.407+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Beberapa Masalah yang Dijumpai Anak di Sekolah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSOMEONE%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:40566989; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-492164976 -1459476546 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1502814298; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1469037806 -1621985690 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya Tata Tertib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dengan adanya tata tertib, anak diharapkan untuk bersikap disiplin, tertib, dan jujur. Namun di lain pihak, dengan adanya tata tertib, kerap kali anak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib yang ada. Contoh pelanggaran yang sering kita jumpai adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Agresi Langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Agresi langsung merupakan pelanggaran yang dilakukan anak dengan tindakan secara nyata dalam melanggar tata tertib yang ada.anak yang memeliki penyesuaian diri yang salah menunjukkan tingkah laku yang bersifat menyerang untuk menutupi kesalahannya. Sebagai contoh agresi langsung adalah dengan merobek pengumuman dan melakukan aksi demo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Agresi Tidak Langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berbeda dengan agresi langsung, agresi tidak langsung merupakan tindakan dimana anak menumpahkan kekesalan atau pemberontakan terhadap tata tertib yang ada dengan mencari sasaran lain, seperti mencoret tembok dengan menuliskan kata-kata kasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengundurkan Diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terkadang saat anak harus mematuhi tata tertib yang ada, anak akan merasa sangat dibatasi. Dengan batasan-batasan yang ada anak merasa tidak kuat untuk mematuhinya sehingga anak akan meminta mengundurkan diri dari sekolah bersangkutan dan mencari sekolah yang tidak terlalu mengutamakan tata tertib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rasionalisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasionalisasi yang dimaksud disini adalah tindakan dimana anak akan melakukan perbuatan yang berlawanan dengan apa yang telah diatur dan berusaha untuk mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gangguan Psikomatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa anak yang sangat takut diberi hukuman. Saat anak melanggar tata tertib yang ada dan diberi hukuman, anak akan merasa sangat bersalah sehingga mempengaruhi kesehatannya. Disini, saat diberi hukuman, badan anak akan panas, kepalanya pusing, anak akan sakit akibat hukuman yang dilimpahkan kepadanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Regresi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Regresi merupakan tindakan perlawanan terhadap tata tertib yang ada dengan bertingkah laku atau bersikap layaknya anak-anak yang lebih kecil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Untuk menghindari agar keadaan yang telah dijelaskan diatas, maka hendaknya pihak sekolah memberikan toleransi terhadap ketaatan tata tertib yang ada, pihak sekolah sebaiknya tidak “obral ” hukuman, serta tuntutan terhadap anak tidak terlalu berat, sesuaikan dengan kondisi anak (kontekstual). Selain itu pemberi kebijakan harus memberikan contoh yang baik kepada anak serta banyak melakukan sosialisasi aturan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemberian hukuman tidak semata-mata hanya marah-marah dan bertindak kasar kepada anak, hukuman yang diberikan harus menimbulkan rasa bersalah pada orang yang dihukum, menimbulkan penderitaan juga pada yang menghukum agar hukuman yang diberikan tidak terlalu berlebihan, dan hukuman harus berakhir dengan pengampunan agar yang dihukum tidak memiliki rasa dendam. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya Persaingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setiap anak memiliki status social ekonomi dan lingkungan tempat tinggal yang berbeda-beda. Dengan demikian akan ada perbedaan yang menyebabkan adanya pesaingan antar individu di sekolah. Untuk menghindari adanya persaingan maka pihak sekolah membuat suatu kebijakan dimana setiap anak harus menggunakan pakaian seragam, melarang anak menggunakan aksesoris yang berlebihan dan adanya organisasi OSIS yang membantu pihak sekolah memantau keadaaan anak di lingkungan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3901832079902762284?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3901832079902762284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/beberapa-masalah-yang-dijumpai-anak-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3901832079902762284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3901832079902762284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/beberapa-masalah-yang-dijumpai-anak-di.html' title='Beberapa Masalah yang Dijumpai Anak di Sekolah'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-6526828726422225876</id><published>2010-01-01T17:06:00.000+08:00</published><updated>2010-01-01T17:07:55.937+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pembinaan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu ”sebab”. Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan ”akibat” dari suatu ”sebab” yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi perbedaan antara anak yang satu dengan yang lainya, salah satunya adalah cara mendidik anak.&lt;br /&gt;Pendidikan yang dimaksudkan bukan pendidikan formal yang diberikan oleh sekolah melainkan pendidikan yang diberikan orang tua sebagai seseorang paling dekat dengan anak.  Beberapa hal yang patut dipertimbangkan dalam mendidik bayi dan anak-anak agar mencapai beberapa ketrampilan, misalnya kita sebagai orangtua cukup dalam memberi  bimbingan, motivasi, dan memberi kesempatan sepenuhnya agar anak mampu melakukan tugas perkembangannya.&lt;br /&gt;Untuk anak-anak SD kelas 1-3, saat ini diberikan pelajaran TEMATIK. Dimana pada usia itu anak masih mengalami masa operasi konkrit sehingga segala kegiatan anak sebaiknya dihubungkan dengan keadaan nyata.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan untuk mengajarkan anak yang paling tepat adalah PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Namun untuk anak yang berusia diatas umur 9 tahun dapat menggunakan metode CTL (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Contekstual Teaching Learning&lt;/span&gt;), hal ini dikarenakan anak pada usia ini telah berubah dari operasi konkrit ke operasi formal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-6526828726422225876?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/6526828726422225876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pembinaan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6526828726422225876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/6526828726422225876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/pembinaan-anak.html' title='Pembinaan Anak'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-3753636105446545474</id><published>2010-01-01T17:00:00.001+08:00</published><updated>2010-01-01T17:05:43.801+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Perkembangan yang Spesifik pada Anak</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSOMEONE%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:284392216; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1445198770 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:485704475; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:661832496 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:54.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan sifat sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebagai contoh sifat membantu, simpati, dan empati. Sifat-sifat ini tumbuh salah satunya melalui permainan. Dengan bermain dengan teman-temannya dapat menumbuhkan kerja sama, dan kompetitif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan perasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Contohnya menyesal, bersimpati, marah, perasaan bersalah, dan jengkel. Setiap anak harus ditanamkan rasa penyesalah agar anak tidak bersifat egois karena merasa tidak berbuat salah. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya. Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan Motorik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang, kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan motorik ini dapat berupa keterampilan dalam menggambar, bernyanyi, menulis, dan bermain. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua perkembangan motorik pada anak, diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan motorik kasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh.Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan motorik halus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan Bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda isyarat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu: umur anak, kondisi fisik (kesehatan), kognisi (kecerdasan anak), kondisi lingkungan, pola komunikasi dalam keluarga, jumlah anak atau anggota keluarga, posisi urutan kelahiran, kedwibahasaan (bilingualisme), dan status ekonomi keluarga.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sampai dengan usia 18 bulan bayi masih membutuhkan penguatan bahasa isyarat baik dengan tangan, mimik muka, serta gerak tubuh untuk memahami komunikasi. Berbicara kepada anak dengan jelas, lambat dan dengan menggunakan kata-kata yang dimengerti anak sesuai usianya juga sangat membantu. Sebaliknya berbicara terlalu cepat, menggunakan kata-kata majemuk dan bercampur kata-kata asing membuat anak menjadi bingung dan tidak bersemangat karena anak tidak mengerti isi pembicaraan. Anak-anak sulit mengucapkan huruf seperti z, w, d, s, g, dan kombinasi huruf seperti st, str, dr dan fl. Mendegarkan radio dan televisi dapat membantu anak mengucapkan kata-kata yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-3753636105446545474?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewin221106.blogspot.com/feeds/3753636105446545474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/perkembangan-yang-spesifik-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3753636105446545474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229687450160260757/posts/default/3753636105446545474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewin221106.blogspot.com/2010/01/perkembangan-yang-spesifik-pada-anak.html' title='Perkembangan yang Spesifik pada Anak'/><author><name>Dewin_2211</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15152943058898632248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XOMHOHQxUVs/Ti5Nt8KF1gI/AAAAAAAAACc/-FUPciX5Aks/s220/asd.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229687450160260757.post-7505120190316447562</id><published>2010-01-01T16:55:00.000+08:00</published><updated>2010-01-01T17:00:27.847+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Perkembangan Anak Sebagai Makhluk Monodualis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia dikatakan makhluk monodualis karena di satu sisi manusia merupakan makhluk individu (mono) dan lain sisi manusia juga makhluk social (dualis). Manusia dalam hidupnya selalu memerlukan orang lain, karena manusia tidak dapat hidup sediri, perlu adanya kerja sama dengan yang lainnya. Adapun cara membimbing anak yang benar, dalam kaitannya dengan posisi anak sebagai makhluk monodualis adalah dengan memberikan kebebasan bergaul dengan siapapun, tentunya dengan memperhatikan norma,yang berlaku di masyarakat, sekolah, maupun keluarga dan memdidik anak agar memiliki harga diri, memberikan kesempatan berfikir anak, berpendapat, serta berdiskusi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229687450160260757-7505120190316447562?l=dewin221106.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='r
