Jumat, 14 Mei 2010

Contoh-Contoh Pendekatan Pembelajaran

Dalam memilih pendekatan yang hendak digunakan dalam proses pembelajaran, guru terlebih dahulu memikirkan kira-kira pendekatan mana yang cocok untuk diterapkan. Memang ada banyak macam-macam pendekatan yang bisa digunakan oleh guru. Hanya saja diantara pilihan tersebut, guru harus bisa memilah dan memilih pendekatan yang terbaik dan cocok, sehingga tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan bisa tercapai secara optimal.


Erman Suherman (2003) mengemukakan empat jenis pendekatan yakni: 1) Pendekatan Konstruktivisme. Dalam pendekatan ini, para siswa diberdayakan oleh pengetahuannya yang berada dalam diri mereka. Mereka akan berbagi strategi dan penyelesaian, debat dengan siswa lainnya, berpikir secara kritis tentang cara terbaik untuk menyelesaikan masalah; 2) Pendekatan Pemecahan Masalah. Ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung, guru terlebih dahulu mnghadapkan siswa pada sebuah masalah, dan menugaskan siswa untuk mencari solusi yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, hingga akhirnya siswa memperoleh pengetahuan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut; 3) Pendekatan Open-Ended. Pada pendekatan ini sebenarnya hampir mirip dengan pendekatan pemecahan masalah, hanya saja dalam pendekatan ini siswa dihadapkan pada suatu permasalahan yang sifatnya terbuka, dalam artian memungkinkan adanya banyak alternatif jawaban. Sehingga dari jawaban-jawaban tersebut, siswa diarahkan untuk memahami konsep atau pengetahuan yang harus dimiliki; dan 4) Pendekatan Realistik. Dalam hal ini siswa diberikan permasalahan yang bersifat realistik, yang berarti permasalahan-permasalahan yang bisa dipecahkan oleh siswa berdasarkan daya nalarnya sendiri.

Aswan Zain, et al (2006) memberikan contoh pendekatan yang dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Pendekatan Individual: pendekatan yang dilakukan oleh guru dengan memahami
karakter atau watak dari setiap siswa. Karakter siswa dalam sebuah kelas tentu
berbeda-beda. Agar benar-benar memahami karakter siswa ini, guru harus melakukan
pendekatan secara individu. Dengan pendekatan ini, guru akan lebih mudah memahami
karakter siswa, disamping juga persoalan kesulitan belajar siswa lebih mudah
dipecahkan, meskipun terkadang pendekatan kelompok diperlukan.
2. Pendekatan Kelompok: pendekatan kelompok ini suatu waktu bisa dipergunakan dan
perlu digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial siswa. Dengan
pendekatan ini diharapkan dapat ditumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada
diri setiap siswa.
3. Pendekatan Bervariasi: dalam belajar, siswa memiliki motivasi yang berbeda-beda,
termasuk juga permasalahan yang dihadapi siswa bervariasi. Guna mengatasi hal
ini, pendekatan yang digunakan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi. Hal ini
berdasarkan konsep bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa dalam
belajar bermacam-macam, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap
kasus tersebut.
4. Pendekatan Edukatif: setiap tindakan, sikap, perbuatan yang dilakukan guru harus
bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik siswa agar menghargai norma
hukum, susila, sosial, dan agama. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membina
watak siswa.

1 komentar:

  1. seperti apakah bentuk pendekatan bervariasi dan pendekatan edukatif dan bagaimanakah contohnya?

    BalasHapus