Jumat, 01 Januari 2010

Proses Perkembangan Manusia

Ada beberapa teori yang mengemukakan mengenai proses perkembangan seseorang, diantaranya:

a. Teori Asosiasi (Herbart)
Teori Asosiasi adalah suatu teori pembelajaran yang dikemukakan oleh Johan Friedrich Herbart (1776-1841). Menurut teori ini perkembangan terjadi akibat adanya komponen-komponen yang asosiasi atau berkumpul. Oleh karena itu yang namanya jiwa adalah kumpulan isi-isi sebagai hasil dari ide-ide tertentu yang disajikan manusia. Herbart berpikir bahwa psikologi sebagai kimia mental, maka ia merasakan bahwa peran utama psikologi adalah mempelajari berbagai ikatan dan pencampuran (algamation) ide-ide atau kondisi mental di dalam pikiran.
Empat tahap belajar dari Herbart, yakni: kejelasan (clearness), asosiasi, sistem, dan metode. Dalam perkembangannya menjadi lima tahap yang dikembangkan oleh para pengikut teori asosiasi ini yaitu Persiapan, dan Penyajian; asosiasi menjadi Pembandingan dan abstraksi; sistem menjadi Generalisasi; metode menjadi Aplikasi.

b. Teori Gestalt (Wundt)
Menurut aliran ini, jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktural. Suatu keseluruhanm bukan terdiri dari bahan–bahan atau unsur. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain. (Hamalik 2002:41). Menurut Wundt, Gestalt adalah suatu aliran psikologi yang mempelajari bagaimana cara persepsi terjadi dan bagaimana objek dialami sebagai suatu pola menyeluruh.
Istilah “Gestalt” adalah kata dari bahasa Jerman yang berarti bentuk, pola, bingkai, atau keseluruhan (menyeluruh). Dalam kaitannya dengan persepsi istilah tersebut menunjuk pada kecenderungan individu untuk melihat bentuk, pola keseluruhan dari apa yang diamati. Dalam keseluruhan itu subjek mampu membedakan objek dari konteks atau latarbelakangnya.

c. Teori Neogestalt (Lewin)
Teori neo-gestalt diperoleh dari pandangan Gestalt yang diaplikasikan dalam field psychology dari Kurt Lewin. Konsep utama Lewin adalah Life Space, yaitu lapangan psikologis tempat individu berada dan bergerak.
Pada intinya Lewin berpendapat perkembangan di samping merupakan proses deferensiasi juga merupakan proses stratifikasi. Struktur pribadi manusia digambarkan terdiri dari lapisan-lapisan, dan makin besar akan makin tinggi perkembangganya, bertambah pula lapisan-lapisannya. Pada awal perkembanggannya anak kecil masih satu lapis, anak akan jujur mengatakan apa adanya dan belum dapat menyembunyikan sesuatu dalam jiwanya. Anak tidak akan dapat berdusta dengan sengaja.

d. Teori Sosialisasi (Badwin)
Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat baik dengan peniruan (imitasi) ataupun penyesuaian dengan lingkungan (adaptasi).

e. Teori Langeveld
Teori ini dibedakan oleh beberapa asas:
  • Asas Biologis
  • Asas Ketidakberdayaan
  • Asas Keamanan
  • Asas Ekploitasi

f. Teori Psikoanalis (Freud)
Dalam pandangan ini, benih-benih dari gangguan psikologis sudah ditanamkan pada tahun-tahun awal pertumbuhan. Freud juga mengemukakan tiga struktur mental atau psikis, yakni Id, Ego, dan Superego. Satu-satunya struktur mental yang ada sejak lahir adalah id, yang merupakan dorongan biologis dan berada dalam ketidaksadaran. Id beroperasi menurut prinsip kenikmatan (pleasure principle) dan mencari kepuasan segera. Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan (reality principle) yang memuaskan dorongan id menurut cara-cara yang dapat diterima masyarakat. Adapun superego, yang terbentuk melalui proses identifikasi dalam pertengahan masa kanak-kanak, merupakan bagian dari nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
Freud berpendapat bahwa manusia dapat menjadi neurotik – bahkan psikotik - struktur mental menjadi tidak seimbang. Pada orang-orang normal, ego memiliki kekuatan untuk mengontrol insting dari id dan untuk menahan hukuman dari superego.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar