DeWiN

Selasa, 19 Juli 2011

Definisi Riset Operasi

Arti riset operasi telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli. Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai :
Metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif.

Tampaknya definisi ini kurang tegas, karena tidak tercemin perbedaan antara riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain.

Churchman, Arkoff dan Arnoff pada tahun 1950 mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut.

Dua penulis lain, Miller dan M.K Starr mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahakan secara optimal.

Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa riset operasi berkenaan dengan pengambilan keputusan optimal dalam, dan penyusunan model dari, sistem-sistem baik deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata.

Aplikasi-aplikasi ini, yang terjadi dalam pemerintahan, bisnis, teknis, ekonomi, serta ilmu pengetahuan alam dan sosial ditandai dengan kebutuhan untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang terbatas, karena sifat dasar organisasi secara hakiki adalah “immaterial”, dan riset operasi (berarti research on operations) yang mengandung baik pendekatan maupun bidang aplikasi, sangat berguna dalam menghadapi masalah-masalah bagaimana mengarahkan dan mengkoordinasi operasi-operasi atau kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi dengan segala batasan-batasannya melalui prosedur “search for optimality”.

Kontribusi pendekatan-pendekatan riset operasi yang akan dibahas pada bab-bab berikutnya terutama berasal dari :
1. Penyusunan situasi kehidupan nyata ke suatu model matematis, dan pemisahan elemen-elemen pokok agar supaya suatu penyelesaian yang relevan dengan sasaran atau tujuan pengambil keputusan dapat tercapai. Ini melibatkan pandangan pada masalah dalam konteks keseluruhan sistem
2. Pencarian strukutur penyelesaian-penyelesaian dan pengembangan prosedur-prosedur sistematis untuk mendapatkannya.
3. Pengembangan suatu penyelesaian, termasuk teori atau model matematika, bila perlu, yang menghasilkan sutu nilai optimal dari sistem sesuai tingkat yang diinginkan (atau perbandingan alternatif-alternatif kegiatan yang dinilai dengan tingkat yang diinginkan), biasanya dalam dunia bisnis diukur dengan biaya atau laba.
BacaSelengkapnya...

Perkembangan Riset Operasi

Sejak revolusi Industri, dunia usaha tampaknya telah diwarnai pertumbuhan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan. Bagian yang mengalami perubahan cukup menyolok adalah perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab manajemen dalam organisasi-organisasi tersebut. Perkembangan spesialisasi ini, bagaimanapun juga, telah menciptakan masalah-masalah baru yang sekarang masih terjadi di banyak organisasi. Salah satu masalah adalah kecenderungan unit-unit suatu organisasi tumbuh secara relatif menjadi “kerajaan” yang otonomi dengan tujuan-tujuan dan sistem-sistem nilai sendiri. Disamping itu, kompleksitas dan spesialisasi dalam suatu organisasi menumbuhkan kesulitan yang semakin besar untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk kegiatan organisasi yang bermacam-macam dengan cara yang paling efektif sebagai organisasi keseluruhan. Masalah-masalah ini dan kebutuhan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam memecahkannya telah menimbulkan kebutuhan akan teknik-teknik riset operasi.

Di sisi lain, organisasi-organisasi (perusahaan) pada saat ini harus beroperasi di dalam situasi dan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis dan selalu bergejolak serta siap untuk berubah-ubah. Perubahan-perubahan terjadi sebagai akibat dari kemajuan teknologi yang begitu pesat ditambah dengan dampak dari beberapa faktor-faktor lingkungan lainnya seperti keadaan ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Akibatnya, perusahaan tidak lagi hanya dapat mengantungkan kelangsungannya pada kejelian dan ketajaman panca indera para manajernya, tetapi sudah harus mengalihkan perhatiannya pada penggunaan metode-metode kuantitatif dan peralatan komputer sebagai alat bantu para manajer dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Metode-metode dan peralatan-peralatan kuantitatif ini merupakan pendekatan ilmiah untuk menemukan cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah yang harus dihadapi dalam lingkungan dan untuk memilih alternatif terbaik dengan bantuan peralatan-peralatan matematis tersebut.
Akar dari perkembangan riset operasi dapat ditelusur kembali dalam beberapa dekade, dimana penggunaan pendekatan ilmiah dalam manajemen organisasi dimulai. Bagaimanapun juga, permulaan dari kegiatan yang dinamakan riset operasi telah mulai dikembangkan penggunaannya pada perang dunia kedua. Pada saat itu dirasa perlu untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang terbatas dan langka untuk bermacam-macam operasi militer, dan kegiatan-kegiatan dalam setiap organisasi harus dilakukan dengan cara yang efektif untuk memenangkan perang. Manajemen militer Inggris dan kemudian Amerika mulai “memanggil” para ahli untuk menerapkan pendekatan ilmiah untuk keperluan strategik dan taktik militernya. Karena mereka diminta untuk melakukan riset pada operasi-operasi (militer), mereka merupakan tim riset operasi yang pertama. Keberhasilan usaha ini tampak dalam kemenangan angkatan udara Inggris, peperangan di Atlantic Utara, dan sebagainya.
Setelah perang dunia kedua berakhir, dengan melihat sukses penggunaan sistem operasi dalam militer, kalangan industri menjadi tertarik pada bidang baru ini. Pertumbuhan Industri (setelah perang berakhir) terjadi sangat pesat, sehingga tim-tim riset operasi menjadi sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis, karena masalah-masalah yang timbul pada dasarnya sama walaupun konteksnya berbeda dengan yang telah dihadapi kalangan militer. Dan dari waktu ke waktu, kegiatan riset operasi, sebagai peralatan manajemen (tools of management), semakin dirasakan oleh perusahaan-perusahaan (terutama perusahaan besar) sehingga mereka berlomba-lomba untuk menarik para ahli di bidang ini atau mengirimkan staf mereka untuk memperdalam ilmunya di bidang riset operasi.
Tim-tim riset operasi dalam lingkungan dunia bisnis ini menandai kemajuan teknik-teknik riset operasi. Sebagai contoh utama adalah metode simplek untuk pemecahan masalah-masalah linier programming, yang dikembangakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Disamping itu banyak peralatan-peralatan riset operasi standar, seperti linier programming, dynamic programming, teori antrian, dan teori pengendalian persediaan telah dikembangkan sebelum akhir tahun 1950-an. Sebagai tambahan, kemajuan teknologi komputer juga telah menandai kemajuan teori riset operasi dan banyak membantu pengambilan keputusan pemecahan masalah yang optimum dalam berbagai bidang dan permasalahan. Perkembangan komputer-komputer elektronik digital dengan kemampuannya untuk melakukan perhitungan-perhitungan aritmetik ribuan atau bahkan jutaan kali lebih cepat dari kemampuan manusia merupakan perkembangan “dahsyat” riset operasi.
BacaSelengkapnya...

Jumat, 01 Juli 2011

T. Pascal 7.1

Download BacaSelengkapnya...

Turbo Pascal for Windows 1.5

Download BacaSelengkapnya...

Rabu, 18 Mei 2011

Media Lembar Kegiatan Siswa

1) Pengertian Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan siswa merupakan alat bantu yang bertujuan membantu siswa dalam menghadapi kesulitan dalam belajar. Seperti yang dikatakan Arif S. Sadiman, dkk (2002 : 93) dalam kegiatan pembelajaran media LKS merupakan salah satu kelompok media cetak. Salah satu media LKS yang sampai saat ini masih digunakan sebagai pedoman guru dan siswa dalam proses pembelajaran adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
Menurut Budiyanto Lembar Kerja Siswa berisi tentang ringkasan materi, tugas-tugas dan evaluasi (Sunaryo, 2001:6). Ringkasan di maksud untuk menyegarkan ingatan siswa terhadap materi pokok yang disampaikan. Tugas dimaksudkan untuk memantapkan penguasaan terhadap materi pokok yang dipelajari dan untuk menguji tingkat penguasaan siswa terhadap materi bahasan.

Berdasarkan definisi di atas penulis menyimpulkan yang di maksud dengan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah suatu lembar kegiatan yang berisi petunjuk arahan dari guru kepada siswa. Petunjuk diberikan agar siswa dapat melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

2) Tujuan dan fungsi LKS

Lembar kegiatan siswa disusun dengan tujuan : (1) mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar ; (2) membantu siswa mengembangkan konsep atau prinsip melalui kegiatan mata pelajaran tertentu terutama dari segi substansi mata pelajaran ; (3) melatih siswa menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses , baik secara umum maupun khusus, sesuai dengan hakekat mata pelajaran ; (4) memberi pedoman bagi guru dan siswa dalam proses memahami konsep atau prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
Dalam pembelajaran sains lembar kegiatan siswa berfungsi bagi guru dan siswa. Bagi guru LKS berfungsi untuk : 1) sebagi pedoman dalam melaksanakan KBM; 2) membantu guru dalam mengarahkan siswa dalam menemukan konsep; 3) memudahkan guru dalam memonitor kegiatan dan tingkat keberhasilan siswa. Sedangkan bagi siswa LKS berfungsi untuk : 1) mengaktifkan siswa; 2) pedoman dalam melaksanakan kegiatan; 3) mengembangkan ketrampilan proses; 4) melatih kemandirian siswa dalam belajar; 5) mengembangkan sikap ilmiah; 6) membangkitkan minat dan motivasi.

3) Syarat LKS yang baik
Lembar Kegiatan Siswa mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu guru dalam membuat LKS harus memperhatikan syarat-syarat dikdaktik, konstruksi, dan teknis. Menurut Hendrodarmojo (1993: 99) dijelaskan :
a) Syarat dikdatik
LKS sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar mengajar haruslah memenuhi persyaratan dikdaktik, artinya harus mengikuti asas-asas belajar mengajar yang efektif yaitu :
(1) Memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, maupun yang pandai. Kekeliruan yang umum terjadi adalah bahwa kelas di anggap satu kesatuan yang homogen.
(2) Tekanan peda proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS di sini berfungsi sebagai petunjuk bagi siswa untuk mencari tahu.
(3) Memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa. Jadi dalam sebuah LKS hendaknya terdapatnya kesempatan siswa, misalnya : menulis, menggambar, berdialog dengan temannya, menggunakan alat, menyentuh benda nyata.
(4) Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral dan estetika pada diri anak. Jadi tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal fakta-fakta dan konsep akademis.
(5) Pengalaman belajarnya tidak ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional, dan sebagainya) dan bukan ditentukan materi bahan pelajaran.
b). Syarat-syarat konstruksi
Syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran dan kejelasan yang pada hakekatnya haruslah tepat guna dalam arti dapat di mengerti oleh pihak pengguna yaitu anak didik.
(1) Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan anak.
(2) Menggunakan struktur kalimat yang jelas, agar kalimat menjadi jalas (hindarkan kalimat kompleks, hindarkan kata-kata yang tidak jelas, misalnya : mungkin, kira-kira).
(3) Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
(4) Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka, yang dianjurkan adalah isian atau jawaban yang di dapat dari hasil pengolahan informasi, bukan mengambil dari perbendaharaan yang tak terbatas.
(5) Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan siswa, misalnya untuk melengkapi LKS, siswa di suruh mencari dari ensiklopedi dalam bahasa Inggris di perpustakaan yang jauh dari jangkauan sekolah.
(6) Menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menulis maupun menggambar pada LKS.
(7) Menggunakan kalimat sederhana dan pendek.
(8) Gunakan kalimat ilustrasi dari pada kata-kata.
(9) Dapat digunakan pada anak-anak, baik yang lamban maupun yang cepat.
(10) Memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi.
(11) Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.
BacaSelengkapnya...

Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam menggunakan media pembelajaran yang di kelas seorang guru harus memahami dengan baik prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran :
1) Memilih media harus berdasarkan tujuan pengajaran yang akan disampaikan.
2) Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.

3) Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan guru baik dalam pengadaannya maupun penggunaannya.
4) Memilih media harus disesuaikan dengan waktu , tempat, dan situasi yang tepat.
5) Memilih media harus memahami kerakteristik dari media itu sendiri.
BacaSelengkapnya...

Peranan Media Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar

Ditinjau dari tujuan pembelajaran sains seperti yang ditekankan dalam standar isi yang dituangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan hasil belajar dalam tiga ranah (penguasaan konsep, ketrampilan ilmiah, sikap ilmiah) dengan melalui pengalaman belajar yang konkrit dengan melibatkan aktivitas fisik, mental dan emasional yang di miliki siswa maka penggunaan alat bantu atau media yang sesuai dengan sifat bahan ajar memiliki peranan yang penting antara lain :
1) Mengaktifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dan antara siswa dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
2) Merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa agar dapat mendorong kegiatan belajar, sehingga pengalaman belajar yang diperoleh akan lebih bermakna bagi siswa.

3) Membangkitkan keinginan dan minat belajar siswa sehingga perhatian siswa dapat terpusat pada bahan pelajaran yang diberikan guru.
4) Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehingga membuat pelajaran lebih lama di ingat.
5) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan mandiri di kalangan siswa.
Penggunaan media atau alat peraga IPA di sekolah dasar sangat bermanfaat baik bagi guru maupun bagi siswa. Manfaat bagi guru : (1) memberikan pedoman dalam merumuskan tujuan pembelajaran; (2) memberikan sistimatika dalam pembelajaran; (3) memudahkan kendali dalam pengajaran; (4) membantu kecermatan dan ketelitian dalam penyajian; (5) membangkitkan rasa percaya diri dalam mengajar; (5) meningkatkan kualitas pengajaran. Manfaat bagi siswa : (1) meningkatkan motivasi belajar; (2) menyediakan variasi dalam belajar; (3) memberikan gambaran struktur yang memudahkan dalam belajar; (4) memberikan contoh selektif; (5) merangsang berpikir analisis; (6) memberikan situasi belajar yang tanpa beban atau tekanan.
Aristo Rahadi (2003:18), menuliskan menurut Kemp dan Dayton (1985), selain itu alat peraga atau media pembelajaran IPA dapat memiliki nilai praktis antara lain :
1) Dapat menampilkan obyek yang terlalu besar, yang tidak mungkin dibawa ke dalam kelas, seperti bumi, bulan.
2) Dapat memperlambat gerakan yang terlalu cepat dan mempercepat gerakan yang terlalu lambat, sehingga dapat memberi kesempatan melakukan pengamatan.
3) Memungkinkan untuk menampilkan obyek yang langka, sulit diamati atau yang berbahaya.
BacaSelengkapnya...